Tutorial, Trik, Tips, Cara melakukan sesuatu

Makalah Pengertian Sosiologi Dan Ciri-Ciri Serta Haikat Sosiologi

Berikut ini kami bagikan file tentang makalah Sosiologi yang berjudul Pengertian Sosiologi Dan Ciri-Ciri Serta Haikat Sosiologi. Download file lengkap dengan lengkap gratis dibagian akhir.
Makalah Pengertian Sosiologi Dan Ciri-Ciri Serta Haikat Sosiologi
Makalah Pengertian Sosiologi Dan Ciri-Ciri Serta Haikat Sosiologi

Cover

MAKALAH

Pengertian Sosiologi Dan Ciri-Ciri Serta Haikat Sosiologi


Oleh :
Antin Fitriani (02)
Dilla Martila Ayu (06)
Sindi Nandita (28)
Tria Agustin (32)


SMA NEGERI  1 CLURING
Jln. Huzaeni  Cluring

Kabupaten Banyuwangi
Back to Content ^

Kelengkapan

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih  lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.

Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada  Bapak/Ibu Guru  serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moriil maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan  dalam waktu yang telah ditentukan.

Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya, baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal penyajian  kepada Bapak/Ibu guru serta teman-teman sekalian, yang kadangkala hanya  menturuti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran  yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah-makah kami dilain waktu.

Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari judul ini  sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.

Cluring, ____________

Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman Judul  i
Kata Pengantar  ii
Daftar Isi  iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 1
C. Tujuan Masalah  1

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Sosiologi
B. Ciri dan Hakikat Sosiologi

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan 
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

Back to Content ^

Isi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dinamika perubahan didalam masyarakat menunjukkan bahwa masyarakat sangat cepat, maju dan memperlihatkan adanya gejala desintegratif.
Perubahan sosial yang sangat itu meliputi berbagai bidang kehidupan, dan merupakan masalah bagi semua institusi soaial, seperti: industri, agama, perekonomian, pemerintahan, keluarga, perkumpulan-perkumpulan dan pendidikan. Masalah sosial dalam masyarakat itu juga dirasakan oleh dunia pendidikan. Jadi yang ,elatar belakangi timbulnya sosiologi pendidikan adalah perubahan sosial yang dialami oleh masyarakat yang begitu cepat.
Perubahan sosial itu menimbulkan cultural lag. Cultural lag ini merupakan sumber masalah-masalah sosial dalam masyarakat masalah-masalah itu dialami oleh dunia pendidikan. Lembaga-lembaga pendidikan tidak mampu mengatasinya. Kemudian ahli-ahli sosiologi menyumbangkan pemikiran-pemikirannya untuk memecahkan masalah itu, maka lahirlah sosiologi pendidikan.
Pada pembahasan dimakalah ini yaitu pengertian sosiologi  serta ruang lingkupnya, akan membahas pengertian dari sosiologi dan ciri-ciri serta hakikat sosiologi.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pegertian sosiologi
2. Bagaimana cirri-ciri serta hakikat sosiologi

C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahuai  pengertian sosiologi
2. Untuk mengetahui cirri-ciri serta hakikat sosiologi

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pegertian Sosiologi
Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyakdefinisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. ]Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, social
Sejarah perkembangan sosiologi :
1842: Istilah Sosiologi sebagai cabang Ilmu Sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis, bernama August Comte tahun 1842 dan kemudian dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat lahir di Eropa karena ilmuwan Eropa pada abad ke-19 mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia. Comte membedakan antara sosiologi statis, dimana perhatian dipusatkan pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanyamasyarakat dan sosiologi dinamis dimana perhatian dipusatkan tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan. Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas, tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. Mereka antara lain Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, Ferdinand Tönnies, Georg Simmel, Max Weber, dan Pitirim Sorokin(semuanya berasal dari Eropa). Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi.
Émile Durkheim — ilmuwan sosial Perancis — berhasil melembagakan Sosiologi sebagai disiplin akademis. Emile memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial.
1876: Di Inggris Herbert Spencer mempublikasikan Sosiology dan memperkenalkan pendekatan analogi organik, yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.
Karl Marx memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis, yang menganggap konflik antar-kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat.
Max Weber memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman), yang berupaya menelusuri nilai, kepercayaan, tujuan, dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia.
Di Amerika Lester F. Ward mempublikasikan Dynamic Sosiology.
Pokok Bahasan dalam Sosiologi
Pokok bahasan sosiologi ada empat:
1. Fakta sosial sebagai cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunyai kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut.
Contoh, di sekolah seorang murid diwajibkan untuk datang tepat waktu, menggunakan seragam, dan bersikap hormat kepada guru. Kewajiban-kewajiban tersebut dituangkan ke dalam sebuah aturan dan memiliki sanksi tertentu jika dilanggar. Dari contoh tersebut bisa dilihat adanya cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di luar individu (sekolah), yang bersifat memaksa dan mengendalikan individu (murid).
2. Tindakan sosial sebagai tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain.
Contoh, menanam bunga untuk kesenangan pribadi bukan merupakan tindakan sosial, tetapi menanam bunga untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba sehingga mendapat perhatian orang lain, merupakan tindakan sosial.
3. Khayalan sosiologis sebagai cara untuk memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia. Menurut Wright Mills, dengan khayalan sosiologi, kita mampu memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan hubungan antara keduanya. Alat untuk melakukan khayalan sosiologis adalah permasalahan (troubles) dan isu (issues). Permasalahan pribadi individu merupakan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi. Isu merupakan hal yang ada di luar jangkauan kehidupan pribadi individu.
Contoh, jika suatu daerah hanya memiliki satu orang yang menganggur, maka pengangguran itu adalah masalah. Masalah individual ini pemecahannya bisa lewat peningkatan keterampilan pribadi. Sementara jika di kota tersebut ada 12 juta penduduk yang menganggur dari 18 juta jiwa yang ada, maka pengangguran tersebut merupakan isu, yang pemecahannya menuntut kajian lebih luas lagi.
4. Realitas sosial adalah pengungkapan tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga oleh sosiolog dengan mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi, dan pengamatan tabir secara jeli serta menghindari penilaian normatif.



B. Ciri-Ciri dan Hakikat Sosiologi
Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sosiologi sebagai ilmu telah memenuhi semua unsur ilmu pengetahuan. Menurut Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut.
Empiris, yaitu didasarkan pada observasi (pengamatan) dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga).
Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.
Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan sebagai berikut.[2]
Sosiologi adalah ilmu sosial, bukan ilmu pengetahuan alam atau ilmu pasti (eksakta) karena yang dipelajari adalah gejala-gejala kemasyarakatan.
Sosiologi termasuk disiplin ilmu kategori, bukan merupakan disiplin ilmu normatif karena sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi, bukan apa yang seharusnya terjadi.
Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) dan dalam perkembangannya sosiologi menjadi ilmu pengetahuan terapan (applied science).
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret. Artinya yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya peristiwa itu sendiri.
Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Hal ini menyangkut metode yang digunakan.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum, artinya sosiologi mempunyai gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antara manusia.
Kegunaan Sosiologi
Kegunaan Sosiologi dalam masyarakat,antara lain:
Untuk pembangunan
Sosiologi berguna untuk memberikan data-data sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan maupun penilaian pembangunan
Untuk penelitian
Tanpa penelitian dan penyelidikan sosiologis tidak akan diperoleh perencanaan sosial yang efektif atau pemecahan masalah-masalah sosial dengan baik

Ruang Lingkup Kajian Sosiologi
Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi mengkaji lebih mendalam pada bidangnya dengan cara bervariasi. Misalnya seorang sosiolog mengkaji dan mengamati kenakalan remaja di Indonesia saat ini, mereka akan mengkaji mengapa remaja tersebut nakal, mulai kapan remaja tersebut berperilaku nakal, sampai memberikan alternatif pemecahan masalah tersebut. Hampir semua gejala sosial yang terjadi di desa maupun di kota baik individu ataupun kelompok, merupakan ruang kajian yang cocok bagi sosiologi, asalkan menggunakan prosedur ilmiah. Ruang lingkup kajian sosiologi lebih luas dari ilmu sosial lainnya. Hal ini dikarenakan ruang lingkup sosiologi mencakup semua interaksi sosial yang berlangsung antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok di lingkungan masyarakat. Ruang lingkup kajian sosiologi tersebut jika dirincikan menjadi beberapa hal, misalnya antara lain:
1) Ekonomi beserta kegiatan usahanya secara prinsipil yang berhubungan dengan produksi, distribusi,dan penggunaan sumber-sumber kekayaan alam;
2) Masalah manajemen yaitu pihak-pihak yang membuat kajian, berkaitan dengan apa yang dialami warganya;
3) Persoalan sejarah yaitu berhubungan dengan catatan kronologis, misalnya usaha kegiatan manusia beserta prestasinya yang tercatat, dan sebagainya.
Sosiologi menggabungkan data dari berbagai ilmu pengetahuan sebagai dasar penelitiannya. Dengan demikian sosiologi dapat dihubungkan dengan kejadian sejarah, sepanjang kejadian itu memberikan keterangan beserta uraian proses berlangsungnya hidup kelompok-kelompok, atau beberapa peristiwa dalam perjalanan sejarah dari kelompok manusia. Sebagai contoh, riwayat suatu negara dapat dipelajari dengan mengungkapkan latar belakang terbentuknya suatu negara, faktor-faktor, prinsip-prinsip suatu negara sampai perjalanan negara di masa yang akan datang. Sosiologi mempertumbuhkan semua lingkungan dan kebiasaan manusia, sepanjang kenyataan yang ada dalam kehidupan manusia dan dapat memengaruhi pengalaman yang dirasakan manusia, serta proses dalam kelompoknya. Selama kelompok itu ada, maka selama itu pula akan terlihat bentuk-bentuk, cara-cara, standar, mekanisme, masalah, dan perkembangan sifat kelompok tersebut. Semua faktor tersebut dapat memengaruhi hubungan antara manusia dan berpengaruh terhadap analisis sosiologi.

Perkembangan sosiologi dari abad ke abad
Banyak ilmuwan-ilmuwan besar pada zaman dahulu, seperti Sokrates, Plato dan Aristoteles beranggapan bahwa manusia terbentuk begitu saja. Tanpa ada yang bisa mencegah, masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran.
Pendapat itu kemudian ditegaskan lagi oleh para pemikir di abad pertengahan, seperti Agustinus, Ibnu Sina, dan Thomas Aquinas. Mereka berpendapat bahwa sebagai makhluk hidup yang fana,manusia tidak bisa mengetahui, apalagi menentukan apa yang akan terjadi dengan masyarakatnya. Pertanyaan dan pertanggungjawaban ilmiah tentang perubahan masyarakat belum terpikirkan pada masa ini.
Berkembangnya ilmu pengetahuan di abad pencerahan (sekitar abad ke-17 M), turut berpengaruh terhadap pandangan mengenai perubahan masyarakat, ciri-ciri ilmiah mulai tampak pada abad ini. Para ahli di zaman itu berpendapat bahwa pandangan mengenai perubahan masyarakat harus berpedoman pada akal budi manusia.
Pengaruh perubahan yang terjadi pada abad pencerahan[sunting | sunting sumber]
Perubahan-perubahan besar di abad pencerahan, terus berkembang secara revolusioner sapanjang abad ke-18 M. Dengan cepat struktur masyarakat lama berganti dengan struktur yang lebih baru. Hal ini terlihat dengan jelas terutama dalam revolusi Amerika, revolusi industri, dan revolusi Perancis. Gejolak-gejolak yang diakibatkan oleh ketiga revolusi ini terasa pengaruhnya di seluruh dunia. Para ilmuwan tergugah, mereka mulai menyadari pentingnya menganalisis perubahan dalam masyarakat.
Kelahiran sosiologi modern[
Sosiologi modern tumbuh pesat di benua Amerika, tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada. Mengapa bukan di Eropa? (yang notabene merupakan tempat dimana sosiologi muncul pertama kalinya).
Pada permulaan abad ke-20, gelombang besar imigran berdatangan ke Amerika Utara. Gejala itu berakibat pesatnya pertumbuhan penduduk, munculnya kota-kota industri baru, bertambahnya kriminalitas dan lain lain. Konsekuensi gejolak sosial itu, perubahan besar masyarakat pun tak terelakkan.
Perubahan masyarakat itu menggugah para ilmuwan sosial untuk berpikir keras, untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi lama ala Eropa tidak relevan lagi. Mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Maka lahirlah sosiologi modern.
Berkebalikan dengan pendapat sebelumnya, pendekatan sosiologi modern cenderung mikro (lebih sering disebut pendekatan empiris). Artinya, perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial demi fakta sosial yang muncul. Berdasarkan fakta sosial itu dapat ditarik kesimpulan perubahan masyarakat secara menyeluruh. Sejak saat itulah disadari betapa pentingnya penelitian (research) dalam sosiologi.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan 
Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan.
Pokok Bahasan Sosiologi  meliputi
1. Fakta sosial sebagai cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunyai kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut.
2. Tindakan sosial sebagai tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain.
3. Khayalan sosiologis sebagai cara untuk memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia.
4. Realitas sosial adalah pengungkapan tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga oleh sosiolog dengan mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi, dan pengamatan tabir secara jeli serta menghindari penilaian normatif.
Sosiologi menggabungkan data dari berbagai ilmu pengetahuan sebagai dasar penelitiannya. Dengan demikian sosiologi dapat dihubungkan dengan kejadian sejarah, sepanjang kejadian itu memberikan keterangan beserta uraian proses berlangsungnya hidup kelompok-kelompok, atau beberapa peristiwa dalam perjalanan sejarah dari kelompok manusia.

B. Saran
Setelah membaca makalah diharapkan siswa mampu :
1. Melihat dengan lebih jelas siapa diri kita, baik sebagai pribadi maupun (dan terutama) sebagai anggota kelompok atau masyarakat.
2. Mengkaji tempat kita dalam masyarakat, serta dapat melihat 'dunia' atau 'budaya' lain yang belum kita ketahui sebelumnya.
3. Berpengetahuan tentang berbagai bentuk interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat, baik antarindividu, antarkelompok, maupun antarindividu dan kelompok.
4. Mengontrol dan mengendalikan tindakan dan perilaku sosial tiap anggota masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
5. Semakin memahami norma, tradisi, keyakinan, dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat lain, serta memahami perbedaan-perbedaan yang ada. Tanpa hal itu perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat akan menjadi alasan untuk timbulnya konflik di antara anggota masyarakat.
6. Lebih tanggap, kritis, dan rasional menghadapi gejala-gejala sosial dalam masyarakat yang dewasa ini semakin kompleks, serta mampu mengambil sikap dan tindakan yang tepat dan akurat terhadap setiap situasi sosial yang kita hadapi sehari-hari

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi#Sejarah_istilah_sosiologi
Back to Content ^

Download File

Dapatkan file lengkap dengan gambar, tabel dan pengaturan secara lengkap pada link dibawah ini !
Dowwload Makalah Makalah Pengertian Sosiologi Dan Ciri-Ciri Serta Haikat Sosiologi Format Microsoft Word (.doc)
Cover | Halaman Pengesahan dll | Isi Makalah
Back to Content ^
Share:

Beberapa Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengontrol Pembuangan Limbah Gas Ke Udara

Dapat email masuk dari kontak blog yang menanyakan tentang " Sebut cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol pembuangan limbah gas ke udara?". Dari pertanyaan tersebut, ternyata hampir sama dengan sebuah pertanyaan yang ada pada website : brainly.co.id, yang bunyi pertanyaannya "Jelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol pembuangan limbah gas ke udara?".

Beberapa Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengontrol Pembuangan Limbah Gas Ke Udara

Untuk jawaban pada website tersebut dan dapat dipertanggung jawabkan adalah sebagai berikut :
Pada umumnya dilakukan dengan dua cara yaitu mengontrol emisi gas buang yaitu mengurangi sulfur oksida, nitrogen oksida dan kandungan karbon monoksida. Cara lain dengan menghilangkan materi partikulat dari udara dapat dilakukan dengan cara filter udara, dan pengendap siklon, pengendap sistem gravitasi, filter basah, serta pengendap elektrostatik.

Selain itu terdapat jawaban yang menurut saya lebih jelas tentang langkah  yang dapat dilakukan untuk mengontrol pembuangan limbah gas ke udara dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu meliputi : 
1. Mengontrol emisi gas buang, yaitu dengan mengurangi kandungan pada limbah gas

  • Mengurangi sulfur oksida : desulfurisasi, yaitu memasang filter basah (wet scrubber).
  • Mengurangi nitrogen oksida : menurunkan suhu pembakaran mesin.
  • Mengurangi karbon monoksida : memasang alat pengubah katalitik (catalytic converter) untuk menyempurnakan pembakaran.

2. Menghilangkan materi partikulat dari udara pembuangan, antara lain dengan cara memasang beberapa alat seperti berikut ini:

  • Filter udara, Filter ini digunakan pada ventilasi ruangan, cerobong pabrik, dan mesin kendaraan bermotor.
  • Pengendap siklon, yaitu alat pengendap materi partikulat yang ikut dalam gas atau udara buangan dengan memanfaatkan gaya sentrifugal gas buang yang sengaja dihembuskan melalui tepi dinding tabung siklon sehingga partikel yang realtif berat akan terjatung ke bawah
  • Filter basah, yaitu bahan penyaring udara yang bekerja dengan cara menyalurkan udara ke dalam fillter kemudian menyemprotkan air ke dalamnya. Saat udara kontak dengan air, partikel padat dan senyawa lain yang larut dalam air akan ikut terbawa air turun ke bagian bawah sedangkan udara bersih dikeluarkan dari filter.
  • Pengendap sistem gravitasi, Cara kerja : mengalirkan udara kotor ke dalam alat yang dapat memperlambat kecepatan gerak udara, sehingga saat terjadi perubahan kecepatan, materi partikulat akan jatuh dan terkumpul di bagian bawah akibat gaya gravitasi.
  • Pengendap elektrostatik, Cara kerja : udara kotor disalurkan ke dalam alat dan elektroda akan menyebabkan materi partikulat dalam udara mengalami ionisasi. Ion-ion dalam gas buang tersebut akan tertarik ke bawah, sedangkan udara bersih akan keluar. 

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/2701509#readmore
Beberapa Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengontrol Pembuangan Limbah Gas Ke Udara
Beberapa Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengontrol Pembuangan Limbah Gas Ke Udara

Sangat penting peran serta masyarakat untuk ikut mengawasi dan mengontrol pembuangan limbah gas ke udara oleh pabrik-pabrik yang ada disekitar masyarakat. Dengan melapor kepada pihak-pihak terkait penanganan limbah diharapkan masalah limbah dapat di cegah dan ditanggulangi.
Perhatikan Pasal 65 Ayat (6) UU Nomor 32/2009 dibawah ini
Bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 65 ayat (6) UU No 32 /2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup tentang Tata Cara Pengaduan dan Penanganan Pengaduan Akibat Dugaan Pencemaran dan/atau Perusakan Lingkungan Hidup.

Tata Cara Melapor atau Mengadukan Permasalahan Pencemaran Lingkungan Hidup

Pengaduan merupakan informasi yang disampaikan dengan  lisan maupun tulisan dari setiap pengadu kepada instansi yang bertanggung jawab, tentang permasalaan atau  dugaan terjadinya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup dari usaha dan/atau kegiatan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan/atau pasca pelaksanaan.

Pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Dimana perusakan lingkungan hidup adalah tindakan orang yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia, dan/atau hayati lingkungan hidup sehingga melampaui kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

Pengaduan Permasalahan Lingkungan Hidup melalui Lisan

Pengaduan secara lisan disampaikan dengan cara antara lain :
a. langsung kepada petugas penerima pengaduan; dan/atau
b. melalui telepon.
Catatan :
Jika pengaduan secara lisan langsung kepada petugas penerima pengaduan, Pengadu mengisi formulir isian pengaduan sesuai format Lampiran I Peraturan Menteri No 09 Tahun 2010.
Jika pengaduan secara lisan melalui telepon, Petugas penerima pengaduan harus mengisi formulir isian pengaduan Lampiran I Peraturan Menteri No 09 Tahun 2010.

Pengaduan Permasalahan Lingkungan Hidup secara Tertulis

Pengaduan secara tertulis disampaikan melalui antara lain:

  1. Surat;
  2. Surat elektronik;
  3. Faksimile;
  4. Layanan pesan singkat; dan/atau
  5. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Pengaduan tertulis memuat informasi :

  1. Identitas pengadu yang paling sedikit memuat informasi nama, alamat, dan nomor telepon yangbisa dihubungi;
  2. Lokasi terjadinya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup;
  3. Dugaan sumber pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup;
  4. Waktu terjadinya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup; dan
  5. Media lingkungan hidup yang terkena dampak.

Mudah-mudahan beberapa paparan berikut dapat menjawab pertanyaan dan  menambah referensi.
Share:

Laporan Praktek Kegiatan Pelatihan Kepemudaan Dalam Pelatihan Olahraga Bola Volley Di Organisasi “ Pratama Volly Club ” (PVC)

Laporan Praktek Kegiatan Pelatihan Kepemudaan  Dalam Pelatihan Olahraga Bola Volley Di Organisasi  “ Pratama Volly Club ” (PVC).  Downloaf File dalam bentuk Microsoft Word Gratis pada bagian akhir post.
Laporan Praktek Kegiatan Pelatihan Kepemudaan  Dalam Pelatihan Olahraga Bola Volley Di Organisasi  “ Pratama Volly Club ” (PVC)
Laporan Praktek Kegiatan Pelatihan Kepemudaan
 Dalam Pelatihan Olahraga Bola Volley Di Organisasi  “ Pratama Volly Club ” (PVC)

Cover

LAPORAN
Praktek Kegiatan Pelatihan Kepemudaan
Dalam Pelatihan Olahraga Bola Volley
Di Organisasi
“ Pratama Volly Club ” (PVC)
TAMANAGUNG – CLURING – BANYUWANGI



Disusun Oleh :
nama
NIM. 820 


Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ – UT JEMBER
POKJAR PURWOHARJO
S 1 PGSD

20xx.x
Back to Content ^



Kelengkapan

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan  laporan kegiatan pelatihan kepemudaan dibidang olah raga  di organisasi Pratama Volly Club (PVC) Dusun Sumberjeruk Desa Tamanagung Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi.
Dalam penyusunan laporan ini, penulis mendapatkan pengetahuan dari beberapa sumber serta berkat dukungan dari berbagai pihak, maka dalam kesempurnaan in penulis mengucapkan  terima kasih yang sebesar-besarnya  kepad yang terhormat :
1. Kepala UPBJJ – UT Jember.
2. Bapak Ibu Tutor UPBJJ – UT Jember.
3. Bapak Kusnari Rozy  selaku Instruktur Tutorial mata kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan.
4. Kepala Desa Tamanagung.
5. Bu. Sri Utami selaku Pengelola S1 PGSD Pokjar Purwoharjo.
6. Ketua Karang Taruna “PVC” Tamanagung – Cluring – Banyuwangi.
Penulis menyadari bawa masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan ini. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga laporan ini banyak memberikan manfaat bagi pembaca  khususnya penulis.

Tamanagung,  Oktober  2010

Penyusum,



DAFTAR ISI

Halaman Judul i
Kata Pengantar ii
Dartar Isi iii

BAB  I   PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Tujuan 2
1.3. Hasil Kegiatan 3
1.4. Rumusan Hasil Kegiatan 3

BAB  II  PELAKSANAAN PROGRAM
2.1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan 4
2.2. Materi Pelatihan / Kegiatan 4
2.2.1.  Teknik 4
      2.2.2.  Latihan Teknik 5
      2.2.3.  Bentuk-Bentuk Latihan Teknik 5
2.3. Strategi dan Diskripsi Jalannya Kegiatan 6
2.3.1.   Strategi 6
      2.3.2.   Diskripsi Jalannya Kegiatan 6

BAB  III TEMUAN DAN HASIL
3.1. Temuan / hasil Evaluasi Proses 8
3.2. Temuan Hasil Evaluasi Produk 8
3.3. Pembahasan 8
3.4. Gambaran Keaktifan  9

BAB  IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan 10
4.2. Saran   10
4.3. Tindak Lanjut   11

Daftar Pustaka 14

Back to Content ^

Pendahuluan

1.1. Latar Belakang
Berdasarkan Undang - Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pada pasal 1 ayat (10) tercantum bahwa satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan pada jalur formal, non formal dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan seseorang tidak hanya diperoleh melalui sekolah saja, tetapi dapat juga dari lingkungan masyarakat. Pendidikan dimanapun yang kita laksanakan haruslah bertujuan, dan tujuan itu tidak ooleh menyimpang dari tujuan pendidikan nasional.
Undang - Undang RI nomor 2 tahun 1980 Bab II Pasal 4 tentang "Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya" yaitu yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, berkepribadian yang mantap dan mandiri Berta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan bangsa.
Selanjutnya pasal 11 ayat 1 juga menyatakan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan pelayanan can kemudahan, Berta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga Negara tanpa diskriminasi.
Undang - undang nomor 2 tahun 2004 tentang pemerintah daerah, wewenang pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan semakin besar, sehingga penyelenggaraan pendidikan mengalami banyak perubahan dari sentralistik menjadi desentralistrik.
Dengan perubahan tersebut, pemerintah daerah memiliki peran yang sangat besar sehingga memerlukan sumber daya yang berkwalitas supaya sumber daya di suatu daerah dapat dikelola dengan balk. Generasi muda merupakan penerus dalam membangun masyarakat untuk menuju Indonesia yang sejahtera.
Pemuda adalah penduduk yang berusia 15 - 35 tahun, dimana pemuda sebagai salah satu modal dasar pembangunan karena usianya yang produktif. Maka dari itu perlu dihimpun dan dibina agar mereka benar - benar mampu mengambil peran aktif dalam pembangunan di daerahnya.
Untuk meningkatkan peran don partisipasi pemuda dalam pembangunan, berbagai pihak yang berkompeten menangani masalah kepemudaan yang dapat menciptakan program - program.

1.2. Tujuan

Permasalahan mendasar saat ini adalah Lembaga Kepemudaan yang tidak dikelola dengan baik dan diarahkan, maka dampaknya tidak akan memberikan arti apa - apa. Apabila lembaga kepemudaan dapat dikelola dengan baik akan berguna untuk kemajuan di daerahnya. Dalam menangani masalah kepemudaan adalah meningkatkan peran dan kemampuan pemuda melalui karang taruna. Dan salah satu program yang diberikan yaitu kegiatan olahraga. Pada Karang Taruna “PVC” Sumberjeruk – Tamanagung – Cluring – Banyuwangi mempunyai kegiatan olahraga bola volly.




1.3. Hasil Kegiatan
Kegiatan bola volly bertujuan  untuk :
a. Membekali pemudi dengan semangat pengetahuan, pendidikan dan pelatihan.
b. Meningkatkan kemampuan  dan peran pemudi dalam cabang olahraga bola volly.

1.4. Rumusan Hasil Kegiatan
Hasil yang diharapkan dari program kepemudaan ini akan menghasilkan para pemudi yang memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan oleh pemudi tersebut. Selain itu dapat meningkatkan potensi pemudi dalam pembangunan. Para pemuda dan pemudi juga bisa menciptakan lapangan kerja sendiri sehingga dapat memiliki penghasilan sendiri.
Back to Content ^

Pelaksanaan Program

2.1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Kegiatan bola volly karang taruna PVC Desa Tamanagung Kecamatan Cluring dilaksanakan di lapangan Sumberjeruk Desa Tamanagung Kecamatan Cluring  dan waktu pelaksanaannya sesuai dengan jadwal pertemuan
WAKTU KEGIATAN
HARI DAN TANGGAL JAM
Senin, 18 / 10 / 2010 15.30 – 17.00
Selasa, 19 / 10 / 2010 15.30 – 17.00
Rabu, 20  / 10 / 2010 15.30 – 17.00
Kamis, 21 / 10 / 2010 15.30 – 17.00
Jum’at,  22/ 10 / 2010 15.30 – 17.00
Senin, 25 / 10 / 2010 15.30 – 17.00
Selasa, 26 / 10 / 2010 15.30 – 17.00

2.2. Materi Pelatihan
2.2.1. Teknik
Teknik bol volly adalah semua gerakan yang ada dalam permainan bola volly meliputi :
1. Teknik pemanasan
a. Lari-lari kecil
b. Teknik gerakan  sebagain anggota tubuh
c. Teknik passing

2. Teknik permainan dengan bola
a. Teknik servis bola
b. Teknik menerima bola
c. Teknik smash
d. Teknik bola blokir
e. Teknik menerima smash lawan
2.2.2. Latihan Teknik
Tahap - tahap latihan teknik yaitu
1. Teknik Latihan Dasar
Dalam tahap ini koreksi kesalahan - kesalahan sangat diperlukan dan sangat menentukan segala gerakan teknik harus dikuasai seluruhnya, baik dalam sikap diam ataupun dalama keadaan bergerak. Latihan seyogyanya dikaitkan dengan kebutuhan taktik bola.
2. Penyernpurnaan Teknik dasar
Dalam tahap ini teknik dasar perlu disempurnakan dengan memperhitungkan masalah ketepatan dan kecepatan. Latihan selanjutnya dibatasi oleh waktu dan tempat, disamping itu latihan dilakukan dibawah pengaruh Iawan pasif. Pada tahap ini perhatian harus ditujukan untuk memperbaiki teknik perorangan.
3_ Latihan keterampilan
Dalam tahap ini ditujukan kepoda perkembangan keterampilan pemain. Bentuk latihan sudah menyerupai permainan sesungguhnya, ada teman juga ada Iawan pasif.
2.2.3. Bentuk-Bentuk Latihan Teknik
Bentuk-bentuk latihan teknik terdiri dari :
o Latihan “Ball Feeling” (latihan perasaan terhadap bola)
o Latihan teknik yang diwajibkan
2.3. Strategi dan Deskripsi Jalannya Kegiatan
2.3.1. Strategi
Strategi yang digunakan dalam pelatihan di karang taruna adalah :
1. Para pemuda dikumpulkan serta diberikan maksud dan tujuan.
2. Memberikan gambaran apa manfaat dari olahraga ini.
3. Menyusun jadwal secara bersamaan.
4. Menciptakan suasana nyaman, santai don menyenangkan agar mereka biasa mengerti mengenai materi yang diberikan
5. Memberikan pelatihan dasar mengenai teknik bola volly
6. Mengevaluasi dengan cara mengadakan pertandingan persahabatan

2.3.2. Diskripsi Jalannya Kegiatan
Sebelum  kegiatan dilaksanakan kami mengumpulkan para pemuda yang berhasil kami data dan kami beritahukan apa maksud dan tujuan kami. Kami berikan gambaran apa manfaat dari olahraga ini baik secara jasmani maupun rohani, sosial dan dari ekonomis bagi mereka. Langkah selanjutnya bersama - sama menentukan jadwal sehingga semua dapat berjalan lancar sesuai yang diharapkan.
Sebelum kami memberikan materi, kami ciptakan suasana yang nyaman agar mereka bisa dengan mudah menerima materi yang kami berikan. Setelah  suasana nyaman dan santai tapi serius kami memberikan materi mengenai teknik bola volly Kemudian bersama - sama melaksanakan pemanasan dengan lari-lari kecil mengelilingi lapangan dengan  tujuan melemaskan otot - otot agar tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan. Setelah pemanasan dirasakan cukup, kami segera latihan  mengenai cara bermain bola volly.
Setelah pelatihan mengai dasar-dasar bola volly mereka kuasai,maka kami mengadakan pertandingan dengan teman-teman daerah itu, dimana mereka sudah lebih mahir  dari kami. Dalam pertandingan pertama kami merasa tidak mampu. Setelah diberi motivasi dan semangat kami akhirnya pun bisa mengalahkan mereka.
Hasil dari evaluasi tersebut mereka bisa membuktikan bahwa mereka bila melaksanakan permainan bola volly dengan baik. Dan persahabatan mereka semakin terjalin erat, selain itu mereka bisa lebih semangat  untuk melakukan olahraga.
Back to Content ^

Temuan dan Hasil

3.1.  Temuan/Hasil Evaluasi Proses
Dalam kegiatan pelatihan bola volly ada beberapa hal yang menjadi penghambat dan mempermudah kegiatan ini, antara lain sebagai berikut :
1. Saat mencari pemuda untuk dibina kami dibantu oleh berbagai pihak.
2. Kami disediakan tempat untuk mengadakan pertemuan
3. Sudah lengkapnya sarana dan prasarana
4. Pada saat membuat jadwal harus  menyesuaikan dengan kegiatan pata pemuda agar tidak terjadi benturan waktu yang mengakibatkan mereka tidak bisa hadi.
5. Terjadi interaksi yang baik antara pemain dan pembina.
6. Disaat awal-awal pertemuan ada peserta yang terlihat canggung dan merasa tidak mampu untuk mengikuti kegiatan ini

3.2.  Temuan/Hasil Evaluasi Produk
Kegiatan pelatihan bola volly bertujuan untuk menciptakan  pemuda yang berkwalitas dalam bidang olahraga. Setelah diadakan pelatihan, para pemuda peserta olahraga lebih sehat dan bersemangat. Persahabatan diantara mereka lebih erat dan ada rasa sosial yang tinggi dari para pemuda itu.

3.3.  Pembahasan
Dalam kegiatan bola volly ini ada beberapa hal yang menjadi penghambat maupun yang mempermudah pelatihan ini. Dan pada saat kegiatan dilaksanakan, para pemuda sangat aktif untuk datang dalam kegiatan tersebut, dikarenakan kesadaran  yang cukup tinggi dalam diri mereka untuk mengikuti kegiatan tersebut.

3.4   Gambaran Keaktifan
Para pemuda sangat aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Hal ini dapat dilihat mereka selalu datang tepat  waktu saat kegiatan ini dilaksanakan, mereka tampak serius mendengarkan materi yang diberikan. Antusiasme mereka untuk mengikuti kegiatan ini cukup tinggi, dibuktikan dengan kehadiran mereka disetiap latihan ini dengan tidak pernah absen, bisa dilihat pada daftar hadir mereka yang telah kami buat.

Back to Content ^

Kesimpulan dan Saran

4.1   Kesimpulan
Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah :
1. Dengan adanya kegiatan ini bisa mengurangi masalah - masalah sosial para pemuda yang mengikuti kegiatan ini.
2. Dengan konsep pembinaan yang tepat, maka akan dapat dirasakan manfaatnya baik untuk para pemuda itu sendiri, keluarga don lingkungan masyarakat sekitar.

4.2.  Saran
Suatu kegiatan selalu diharapkan suatu keberhasilan, tetapi di dalam suatu kegiatan juga tidak lepas dari suatu hambatan. Oleh karena itu, penulis dapat memberikan saran berdasarkan pengalaman dalam kegiatan kepemudaan dibidang oleh raga bola volly ini, untuk menuju tahap perbaikan maupun  demi peningkatan pelaksanaan kegiatan berikutnya, adalah sebagai berikut :
1. Diharapkan setelah membaca dan mengkaji isi laporan ini, pemuda lain mau mengikuti jejak penulis untuk menghindari kepada hal - hal yang negative.
2. Mau mendengarkan masukan - masukan dari orang lain yang bersifat membangun guna perbaikan.
3. Peran orang tua sangatlah penting di dalam mengawasi don mengarahkan putera - puterinya agar memiliki kepribadian yang baik di dalam suatu masyarakat.

4.3.  Tindak Lanjut
Tindak lanjut yang dapat dilakukan  antara lain dengan menyusun  kegiatan yang lebih baik dari kegiatan yang pernah  dilakukan sebelumnya dan mau bertanya  dengan ahlinya dan juga berlatih agar bisa memberikan pelatihan dengan semaksimal mungkin.
Menjalin kerja sama dengan  lembaga dan  segala pihak yang dapat membantu berjalannya kegiatan ini. Kita juga tidak boleh melupakakn peran orang tua sangatlah penting agar pemuda tiak terkait dengan masalah-masalah negatif dan bisa menambah semangat para pemuda untuk mengikuti kegiatan – kegiatan kepemudaan ini.
Back to Content ^

Download File

Dapatkan file secara lengkap berupa pengaturan, gambar, tabel dan lain-lain dalam format microsoft word (.doc) pada link dibawah ini !!
Dowwload Makalah Laporan Praktek Kegiatan Pelatihan Kepemudaan Dalam Pelatihan Olahraga Bola Volley Di Organisasi “ Pratama Volly Club ” (PVC) Format Microsoft Word (.doc) 
 Halaman Pengesahan dll | Isi Makalah

Back to Content ^
Share:

Proposal Praktek Kegiatan Pelatihan Kepemudaan Di Organisasi “ Pramtama Volly Club ” (PVC)

Proposal Praktek Kegiatan Pelatihan Kepemudaan Di Organisasi “ Pramtama Volly Club ” (PVC), Download Filenya Gratis dalam bentuk Microsoft Word pada bagian akhir post.
Proposal Praktek Kegiatan Pelatihan Kepemudaan Di Organisasi “ Pramtama Volly Club ” (PVC)
Proposal Praktek Kegiatan Pelatihan Kepemudaan Di Organisasi “ Pramtama Volly Club ” (PVC)

Cover

PROPOSAL


PRAKTEK KEGIATAN PELATIHAN KEPEMUDAAN
DI ORGANISASI “ PRAMTAMA VOLLY CLUB ” (PVC)
Dusun Sumberjeruk Desa Tamanagung
Kecamatan Cluring – Banyuwangi

TUTOR :
Drs. KUSNARI ROZY


Disusun Oleh :
cc
NIM. 820   

S 1 PGSD
UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ – UT JEMBER
PUKJAR PURWOHARJO

20xx.0
Back to Content ^

Kelengkapan

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan  kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun Proposal Praktek Pembinaan Kepemudaan ini dengan baik. Tujuan dari pembuatan proposal ini adalah memberikan gambaran tentang kegiatan para pemuda melalui program pelatihan bidang olah raga Bola Volly.
Peran aktif dari semua pihak sangat kami harapkan agar kegiatan ini dapat berjalan lancar sesuai yang diharapkan. Semoga segala bantuan dan kerjasama semua pihak yang memberi bantuan mendapat imbalan yang lebih baik dari Allah SWT.
Demikianlah penyusunan proposal laporan praktik Program Pembinaan Kepemudaan ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan proposal ini tidak terlepas dari kekurangan dan kesalahan. Besar harapan kami atas kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan proposal ini.

Tamanagung,   Oktober 2010

Penulis,


DAFTAR ISI
Halaman Judul i
Kata Pengantar  ii
Daftar Isi iii

BAB   I    PENDAHULUAN
I. Latar Belakang 1
II. Rumusan Masalah 3
III. Rumusan Hasil Kegiatan  3
IV. Manfaat Hasil Kegiatan 4

BAB   II   PELAKSANAAN PROGRAM
I. Tempat dan Waktu Pelaksanaan 5
II. Materi Kegiatan 5
III. Subjek Penelitian 5
IV. Sarana dan Prasarana 6
V. Kepanitiaan  6
VI. Biaya Pembinaan 7

BAB   III  PENUTUP
Penutup 8

Back to Content ^

Pendahuluan

I. Latar Belakang
Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia bisa dilakukan  pada jalur formal dan non formal. Dalam jalur formal bisa melalui lembaga pendidikan sekolah, sedang jalur non formal salah satu diantaranya adalah melalui lembaga kepemudaan. Generasi muda merupakan penerus kita dan anda dalam membangun masyarakat madani yang dicita - citakan menuju Indonesia yang sejahtera. Setelah diberlakukannya Undang - undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, terjadi perubahan yang mendasar dalam bidang pemerintahan, dari pemerintah yang bersifat sentralistik ke desentralistik. Dengan perubahan tersebut, maka pemerintah daerah memiliki peran yang sangat besar, sehingga memerlukan sumber daya yang berkualitas, agar sumber daya yang ada disuatu daerah dapat dikelola dengan baik.
Sebagai salah satu modal dasar dalam pembangunan maka pemuda perlu dihimpun dan dibina agar mereka benar - benar mampu mengambil peran aktif dalam pembangunan didaerah. Untuk itu, diperlukan konsep yang tepat dalam pembinaan lembaga kepemudaan agar keberadaannya benar - benar dapat menumbuhkembangkan motivasi dan kreativitas pemuda. Selama ini peran lembaga kepemudaan belum berperan aktif dan belum menampakkan hasil yang nyata dalam pembangunan, padahal pemuda adalah generasi penerus dan berpotensi besar dalam pembangunan daerah karena usianya yang produktif.
Pemuda adalah penduduk yang berusia antara 15 - 35 tahun berdasarkan sensus 2003, sekitar 2% tidak pernah sekolah, 16 % masih sekolah dan 82% sudah tidak bersekolah lagi. Tingginya biaya hidup dan sulitnya lapangan pekerjaan pada akhir - akhir ini semakin menambah tingginya anak putus sekolah. Masalah lain yang cukup serius dihadapi oleh pemuda kecuali masalah pendidikan dan sulitnya mencari lapangan kerja adalah maraknya masalah - masalah sosial di kalangan muda, seperti kriminalitas, premanisme, narkotika, psikotropika, zat adiktif, dan HIV / AIDS. Fakta diatas menunjukkan bahwa peran dan partisipasi pemuda dalam pembangunan, terutama yang berkaitan dengan kewirausahaan dan ketenaga kerjaan masih rendah. Oleh karena itu, perlu ada suatu upaya untuk meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan dengan berbagai kebijakan.
Untuk meningkatkan peran dan partisipasi masalah dalam pembangunan, berbagai pihak yang berkompeten menangani masalah kepemudaan dapat menciptakan program - program sehingga para pemuda dapat berpartisipasi di berbagai bidang pembangunan, sosial, politik, ekonomi, budaya dan agama memiliki potensi dalam kewirausahaan, kepeloporan dan kepemimpinan serta terlindungi dari bahaya penyalahgunaan obat, minuman keras, penyebaran penyakit HIV/AIDS dan penyakit menular. Salah satu upaya penanganan masalah kepemudaan adalah meningkatkan kernbmpuan dan peran  pemuda melalt i Karang Taruna. Oleh karena itu, anggota karang taruna adalah para pemuda, terutama mereka yang putus sekolah dan tidak mempunyai pekerjaan. Program pendidikan yang dapat diberikan dikarang taruna, antara lain pelatihan dibidang elektronik, olah raga, kerajinan tangan, kesenian, pelatihan menjahit dan memasak.

II. Rumusan Masalah
Permasalahan mendasar saat ini adalah lembaga kepemudaan yang tidak dikelola dengan baik dan diarahkan, maka dampaknya potensi dasar dari pemuda tidak akan memberikan arti apa - apa. Pada hal pemuda - pemuda adalah generasi penerus dan berpotensi besar dalam pembangunan daerah karena usianya yang produktif.
Apabila lembaga kepemudaan tersebut dapat dikelola dan dikembangkan dengan baik, maka akan menghasilkan sesuatu yang sangat berguna untuk kemajuan daerah.
Dengan demikian kami sebagai calon sarjana yang diharapkan dapat berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak hanya pada jalur formal, yang salah satu diantaranya adalah melalui lembaga kepemudaan. Dalam menangani masalah kepemudaan adalah meningkatkan peran dan kemampuan pemuda melalui karang taruna. Dan program  yang diberikan diharapkan  mampu meningkatkan kualitas dan potensi pemuda.

III. Rumusan Hasil Kegiatan
Hasil yang diharapkan dari program kepemudaan ini akan membentuk generasi muda yang berkualitas, mengaktifkan lembaga kepemudaan, dan menumbuh kembangkan motivasi dan kreativitas pemuda serta pemuda yang sehat jasmani dan rohani. Sehingga para generasi muda dapat melindungi diri dari bahaya penyalahgunaan obat, minuman keras, dan penyakit menular di kalangan pemuda. Serta dapat membuat lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri, selain itu dapat meningkatkan potensi pemuda dalam kewirausahaan, kepeloporan clan kepemimpinan dalam pembangunan.

IV. Manfaat Hasil Pelatihan
Hasil pelatihan ini akan memberikan manfaat bagi peningkatan peran pemuda - pemuda diantaranya adalah :
1. Akan terwujud keserasian kebijakan pemuda di berbagai bidang pembangunan.
2. Memperluas kesempatan memperoleh pendidikan dan keterampilan.
3. Memperluas peran  serta pemuda dalam pembangunan social, politik, ekonomi, budaya dan agama.
4. Meningkatkan potensi pemuda dalam kewirausahaan, kepeloporan dan kepemimpinan dalam pembangunan.
5. Melindungi segenap generasi muda dari bahaya penyalah gunaan obat, minuman keras, penyebaran penyakit HIV/AIDS dan penyakit menular dikalangan pemuda.

Back to Content ^

Pelaksanaan Program

I.                    Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Kegiatan olah raga Pratama Volly Club (PUC) dilaksanakan di lapangan dusun Sumberjeruk Desa Tamanagung Kecamatan Cluring dan waktu pelasanaanya sesuai jadwal berikut :
WAKTU KEGIATAN
HARI DAN TANGGAL
JAM
Senin, 18 / 10 / 2010
15.30 – 17.00
Selasa, 19 / 10 / 2010
15.30 – 17.00
Rabu, 20  / 10 / 2010
15.30 – 17.00
Kamis, 21 / 10 / 2010
15.30 – 17.00
Jum’at,  22/ 10 / 2010
15.30 – 17.00
Senin, 25 / 10 / 2010
15.30 – 17.00
Selasa, 26 / 10 / 2010
15.30– 17.00

II.                  Materi Peltihan
Materi kegiatan yang diberikan dalam kegiatan ini adalah pemberian pelatihan tentang dasar-dasar permainan bola volly sampai permainan bola volly yang baik dan benar, serta manfaat yang deperoleh dari materi rohani dan segi sosial diantaranya memupuk rasa solidaritas dan kerjasama antar pemuda dan pemudi.
III.                Subjek Pelatihan
Subjek dalam pelatihan ini ditentukan berdasarkan pertimbangan - pertimbangan tertentu. Pertimbangan yang dimaksud adalah faktor belum pernah diadakan pelatihan dan kegiatan seperti ini, dalam hal ini yang menjadi subjek adalah para pemuda yang ada disekitar daerah tersebut yang belum pernah mengikuti pelatihan. Berikut data pemuda yang berhasil kami data :
NO
NAMA
IDENTITAS
MINAT KEG. KEPEMUDAAN
CITA-CITA
JENIS
KEL
USIA
PENDIDIKAN
1
Siska
Perempuan
18
SMP
Bola Volly
Bidan
2
Iput
Perempuan
19
SMP
Bola Volly
Guru
3
Nurul
Perempuan
17
SMP
Bola Volly
Polwan
4
Wiwik
Perempuan
20
SMA
Bola Volly
Bidan
5
Desi
Perempuan
21
SMA
Bola Volly
Guru
6
Sukami
Perempuan
20
SMA
Bola Volly
Guru
7
Hidayati
Perempuan
18
SMP
Bola Volly
Dokter

IV.               Sarana dan Prasarana
Saran dan prasarana yang digunakan untuk pelatihan  adalah rumah milik organisasi “ Pratama Volly Club ” Baik lapanga maupun bola serta perlengkapan yang lain demi kelancaran kegiatan pelatihan ini. Karena di organisasi ini memang sudah ada sarana yang kami butuhkan

V.                 Kepanitiaan
Susunan panitia dalam  kegiatan pelatihan ini adalah  sebagai berikut :
Pelindung                   : Kepala Desa Tamanagung
Penasehat                 : Samuji
Ketua                          : Frans Sinata
Sekretaris                   : Agus
Bendahara                 : Wiwik

VI.               Biaya Pembinaan
Untuk melaksanakan pelatihan ini tentu diperlukan dana, dalam hal ini biaya berasal dari kami sendiri sebagai pihak  yang melaksanakan praktek dan sumbangan dari berbagai pihak. Adapun dana dialokasikan sebagai berikut :

NO
URAIAN KEGIATAN
JUMLAH BIAYA
(Rp.)
1.
Uang Masuk
-      Dana dari pribadi
-      Dana dari sumbangan

350.000

2.
Uang Keluar
-      Konsumsi
-      Penulisan Laporan

290.000
60.000
3.
Saldo
0
Back to Content ^



Penutup

halaman teks dibawah sub heading 5
Back to Content ^



Download Fille

Dapatkan file secara lengkap berupa pengaturan, gambar, tabel dan lain-lain dalam format microsoft word (.doc) pada link dibawah ini !!
Dowwload Makalah Proposal Praktek Kegiatan Pelatihan Kepemudaan Di Organisasi “ Pramtama Volly Club ” (PVC) Format Microsoft Word (.doc)
 Halaman Pengesahan dll | Isi Makalah
Back to Content ^
Share:

BTemplates.com

Blog Archive