Tutorial, Trik, Tips, Cara melakukan sesuatu

Showing posts with label Pengolahan Limbah. Show all posts
Showing posts with label Pengolahan Limbah. Show all posts

Beberapa Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengontrol Pembuangan Limbah Gas Ke Udara

Dapat email masuk dari kontak blog yang menanyakan tentang " Sebut cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol pembuangan limbah gas ke udara?". Dari pertanyaan tersebut, ternyata hampir sama dengan sebuah pertanyaan yang ada pada website : brainly.co.id, yang bunyi pertanyaannya "Jelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol pembuangan limbah gas ke udara?".

Beberapa Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengontrol Pembuangan Limbah Gas Ke Udara

Untuk jawaban pada website tersebut dan dapat dipertanggung jawabkan adalah sebagai berikut :
Pada umumnya dilakukan dengan dua cara yaitu mengontrol emisi gas buang yaitu mengurangi sulfur oksida, nitrogen oksida dan kandungan karbon monoksida. Cara lain dengan menghilangkan materi partikulat dari udara dapat dilakukan dengan cara filter udara, dan pengendap siklon, pengendap sistem gravitasi, filter basah, serta pengendap elektrostatik.

Selain itu terdapat jawaban yang menurut saya lebih jelas tentang langkah  yang dapat dilakukan untuk mengontrol pembuangan limbah gas ke udara dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu meliputi : 
1. Mengontrol emisi gas buang, yaitu dengan mengurangi kandungan pada limbah gas

  • Mengurangi sulfur oksida : desulfurisasi, yaitu memasang filter basah (wet scrubber).
  • Mengurangi nitrogen oksida : menurunkan suhu pembakaran mesin.
  • Mengurangi karbon monoksida : memasang alat pengubah katalitik (catalytic converter) untuk menyempurnakan pembakaran.

2. Menghilangkan materi partikulat dari udara pembuangan, antara lain dengan cara memasang beberapa alat seperti berikut ini:

  • Filter udara, Filter ini digunakan pada ventilasi ruangan, cerobong pabrik, dan mesin kendaraan bermotor.
  • Pengendap siklon, yaitu alat pengendap materi partikulat yang ikut dalam gas atau udara buangan dengan memanfaatkan gaya sentrifugal gas buang yang sengaja dihembuskan melalui tepi dinding tabung siklon sehingga partikel yang realtif berat akan terjatung ke bawah
  • Filter basah, yaitu bahan penyaring udara yang bekerja dengan cara menyalurkan udara ke dalam fillter kemudian menyemprotkan air ke dalamnya. Saat udara kontak dengan air, partikel padat dan senyawa lain yang larut dalam air akan ikut terbawa air turun ke bagian bawah sedangkan udara bersih dikeluarkan dari filter.
  • Pengendap sistem gravitasi, Cara kerja : mengalirkan udara kotor ke dalam alat yang dapat memperlambat kecepatan gerak udara, sehingga saat terjadi perubahan kecepatan, materi partikulat akan jatuh dan terkumpul di bagian bawah akibat gaya gravitasi.
  • Pengendap elektrostatik, Cara kerja : udara kotor disalurkan ke dalam alat dan elektroda akan menyebabkan materi partikulat dalam udara mengalami ionisasi. Ion-ion dalam gas buang tersebut akan tertarik ke bawah, sedangkan udara bersih akan keluar. 

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/2701509#readmore
Beberapa Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengontrol Pembuangan Limbah Gas Ke Udara
Beberapa Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengontrol Pembuangan Limbah Gas Ke Udara

Sangat penting peran serta masyarakat untuk ikut mengawasi dan mengontrol pembuangan limbah gas ke udara oleh pabrik-pabrik yang ada disekitar masyarakat. Dengan melapor kepada pihak-pihak terkait penanganan limbah diharapkan masalah limbah dapat di cegah dan ditanggulangi.
Perhatikan Pasal 65 Ayat (6) UU Nomor 32/2009 dibawah ini
Bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 65 ayat (6) UU No 32 /2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup tentang Tata Cara Pengaduan dan Penanganan Pengaduan Akibat Dugaan Pencemaran dan/atau Perusakan Lingkungan Hidup.

Tata Cara Melapor atau Mengadukan Permasalahan Pencemaran Lingkungan Hidup

Pengaduan merupakan informasi yang disampaikan dengan  lisan maupun tulisan dari setiap pengadu kepada instansi yang bertanggung jawab, tentang permasalaan atau  dugaan terjadinya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup dari usaha dan/atau kegiatan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan/atau pasca pelaksanaan.

Pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Dimana perusakan lingkungan hidup adalah tindakan orang yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia, dan/atau hayati lingkungan hidup sehingga melampaui kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

Pengaduan Permasalahan Lingkungan Hidup melalui Lisan

Pengaduan secara lisan disampaikan dengan cara antara lain :
a. langsung kepada petugas penerima pengaduan; dan/atau
b. melalui telepon.
Catatan :
Jika pengaduan secara lisan langsung kepada petugas penerima pengaduan, Pengadu mengisi formulir isian pengaduan sesuai format Lampiran I Peraturan Menteri No 09 Tahun 2010.
Jika pengaduan secara lisan melalui telepon, Petugas penerima pengaduan harus mengisi formulir isian pengaduan Lampiran I Peraturan Menteri No 09 Tahun 2010.

Pengaduan Permasalahan Lingkungan Hidup secara Tertulis

Pengaduan secara tertulis disampaikan melalui antara lain:

  1. Surat;
  2. Surat elektronik;
  3. Faksimile;
  4. Layanan pesan singkat; dan/atau
  5. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Pengaduan tertulis memuat informasi :

  1. Identitas pengadu yang paling sedikit memuat informasi nama, alamat, dan nomor telepon yangbisa dihubungi;
  2. Lokasi terjadinya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup;
  3. Dugaan sumber pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup;
  4. Waktu terjadinya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup; dan
  5. Media lingkungan hidup yang terkena dampak.

Mudah-mudahan beberapa paparan berikut dapat menjawab pertanyaan dan  menambah referensi.
Share:

Limbah Lunak Anorganik atau Limbah Anorganik Lunak

Pada kesempatan kali ini kami ingin memaparkan tentang Limbah Lunak Anorganik atau Limbah Anorganik Lunak, selalu kunjungi blog limbahorganiks untuk selalu mendapatkan informasi terbaru tentang limbah organik.

Pengertian Limbah Anorganik

Limbah anorganik, merupakan jenis limbah yang wujutnya padat, yang mana limbah ini merupakan limbah akan sulit atau bahkan tidak bisa untuk di uraikan, limbah anorganik tidak bisa membusuk dan tidak mengandung unsur karbon. Contoh limbah anorganik adalah baja, plastik, beling dan lain sebagainya. Limbah atau Sampah anorganik berasal dari sumber daya alam dan kimia yang tak dapat diperbarui. Limbah-limbah yang menumpuk merupakan sisa hasil buangan yang akan menyebabkan  polusi. Maka dari itu, proses daur ulang limbah anorganik mendapat perhatian khusus dan penanganan yang semaksimal mungkin agar tidak menyebabkan masalah yang serius.
Limbah Anorganik Lunak
Limbah Anorganik Lunak

Jenis limbah anorganik hampir semua jenisnya sulit terurai, dan mungkin hanya terdapat beberapa jenis saja  bisa terurai tetapi proses untuk terurai limbah tersebut akan memerlukan waktu yang lama. Limbah tersebut berasal dari sumber daya alam yang sumbernya banyak dari pertambangan seperti minyak bumi, batubara, besi, timah, dan nikel. Hasil dari limbah anorganik umumnya berasal dari kegiatan industri, pertambangan, dan domestik yaitu dari sampah yang berasal dari rumah tangga, contohnya;  plastik, karet sintetis, kaleng bekas, botol,potongan atau pelat dari logam, berbagai jenis batu-batuan, pecah-pecahan gelas, tulang-belulang, karton/kardus yang tebal, dan lain-lain
Back to Content ^

Limbah Lunak Anorganik atau Limbah Anorganik Lunak

Limbah Lunak Anorganik
Limbah Lunak Anorganik
Untuk mengolah limbah Anorganik di lingkungan masyarakat harus melalui tahapan-tahapan, dengan berbagai cara tertentu agar tidak menimbulkan masalah yang mengganggu dilingkungan sekitar.

  • Sanitasi (Sanitary landfill)Sanitary landfill merupakan suatu cara untuk pengolahan sampah terkontrol dengan sistem sanitasi yang baik.
  • Pembakaran (Incineration),pada metode ini adalah dengan cara sampah dibakar di dalam alat yang disebut insinerator. Hasilnya adalah pembakarannya berupa gas dan residu pembakaran.
  • Penghancuran (Pulverisation ). Penggunaan cara pulverisation, atau penghancuran sampah dilakukan di dalam mobil pengumpul sampah yang telah dilengkapi dengan alat pengaduk sampah. Sampah-sampah tersebut langsung dihancurkan menjadi potongan-potongan kecil yang dapat dimanfatkan untuk menimbun tanah yang letaknya rendah.
Sedangkan limbah anorganik yang dapat didaur ulang yaitu sampah plastik yang berasal dari rumah tanggal dan tempat-tempat lain, logam, kaca, plastik, dan kaleng. Limbah-limbah anorganik dapat dipilah-pilah sesuai kebutuhan. Pada dasarnya Limbah organik yang bersifat lunak merupakan sisa-sisa barang atau sampah yang dapat dimanfaatkan lagi sebagai bahan kerajinan dan bahan-bahan lain yang dapat bermanfaat.

Bahan dan Proses Limbah Anorganik

Penggolongan Limbah anorganik yang digunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku kerajinan dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu;

1. Limbah anorganik lunak
Limbah Anorganik lunak yang terdiri dari kandungan bahan yang lentur dan mudah dibentuk atau diolah secara sederhana. Contohnya dari bahan limbah anorganik lunak adalah tambangan, dan domistik yaitu dari sampah rumah tangga, contohnya; kaleng bekas, botol, plastik, karet sintetis, potongan atau pelat dari logam, berbagai jenis batu-batuan, pecah-pecahan gelas, tulang-belulang, karton/kardus yang tebal, dan lain-lain.

2. Limbah anorganik keras
Jenis Limbah yang terdiri dari kandungan bahan yang kuat dan tidak mudah dihancurkan dengan alat biasa, melainkan harus menggunakan teknologi tertentu seperti pemanasan, pembakaran dan penghancuran dan sebagainya. Berikut ini merupakan contoh limbah anorganik keras adalah pelat-pelat dari logam, pecah-pecahan keramik, botol kaca, kaleng, dan sebagainya

Back to Content ^

Prinsip Pengolahan Limbah Anorganik

Prinsip-prinsi yang digunakan untuk mengolahan limbah anorganik maupun organik memiliki prinsip yang sama yaitu dengan sistem 3R;
  1. reduce, 
  2. reuse, dan 
  3. recycle. 
Apa saja itu 3R dan penjelasannya? silahkan baca penjelasan tentang 3R pada artikel Limbah Lunak Organik . Berbagai langkah dan kegiatan untuk melakukan recycle; mendaur ulang limbah anorganik menjadi karya kerajinan tangan, berarti sudah dapat mengatasi masalah lingkungan yang mengganggu kehidupan. Reduce, reuse, dan recycle dalam proses pembuatan produk kerajinan harus selalu dijalankan, sehingga dapat meminimalisir sampah yang terjadi setelah hasil produk kerajinan diperoleh, dan tidak hanya itu kita akan mendapatkan berkah lain dari proses kegiatan tersebut.

Dalam membuat dan memproduksi bahan limbah anorganik untuk di daur ulang kembali  menjadi sebuah produk kerajinan tidaklah mudah. Kita harus memiliki tenaga ekstra serta  motivasi yang besar dalam proses kreatif dan mengatasi masalah limbah Anorganik dibandingkan limbah organik, Dengan semangat dan kerja keras dalam bekerja pastinya tidak sulit untuk melahirkan rancangan yang besar. Agar dapat memproduksi kerajinan tangan yang bagus, perlu mengetahui dan memahami prinsip dasar yang membangun kesadaran bahwa mendesain bahan limbah anorganik berbeda dengan limbah organik pada umumnya karena merupakan proses menata ulang kebermanfaatan dari sebuah produk yang telah hilang nilai gunanya.

Pada penjelasan sebelumnya sudah saya uraikan tentang sebuah desain bersifat berkelanjutan (sustainable design), tidak hanya cukup secara ekonomi saja, tetapi  juga harus memperhatikan faktor-faktor yang ada dilingkungan, sosial, dan budaya ke dalam produk. Faktor utama yang menjadi penyebabnya adalah agar desain lebih dapat bertanggung jawab dalam menjawab tantangan pada pasar global. Sama halnya dengan  seorang desainer produk harus memahami pentingnya pemahaman ini. Agar dapat bertahan dan terus berkembang di era modern.

Kreatifitas  akan datang pada seorang tekun dalam bekerja dan akan  memperoleh daya serap serta imajinasi melalui pengetahuan dan perkembangan jaman, terhadap materi bahan, alat dan proses yang akan ditekuninya. Ilmu Pengetahuan tentang bahan limbah anorganik, penggunaan alat dan kemampuan keteknikan dalam bertukang akan melahirkan sebuah proses kreatif itu sendiri. Jadi kratifitas harus diupayakan tercipta dengan banyak langkah. Setelah kreatifitas muncul maka akan melahirkan produk
Back to Content ^

Produk KerRajinan dari Bahan Limbah Anorganik

Produk hasil karya kerajinan dari bahan limbah anorganik yang kami maksud adalah limbah anorganik lunak dan keras. Tidak sedikit orang yang sudah memanfaatkan limbah anorganik ini sebagai produk kerajinan. Banyak juga yang berhasil dengan produknya, hingga dikenal di pasar manca negara karena penggunaan teknik pembuatannya pun bervariasi. Kita harus terus belajar untuk menemukan ide-ide dan kreasi baru, karena ada sekian banyak desain produk kerajinan dari limbah anorganik selalu bertambah dari masa ke masa. Ini dikarenakan semakin banyak orang yang telah melihat dan menemukan celah dari limbah anorganik serta menaruh perhatian terhadap pemanfaatan limbah anorganik sebagai produk kerajinan. Pembuatan produk kerajinan di setiap wilayah tentunya memiliki ciri khas tertentu, sesui dengan wilayah lainnya
Produk Kerajinan Limbah Anorganik Lunak
Produk Kerajinan Limbah Anorganik Lunak

Dari perbedaan daerah memiliki ciri khas kerajinan yang menjadi unggulan daerahnya. Hal ini tentu dikarenakan sumber daya semakin bertambhanya jumlah limbah anorganik dari masing-masing daerah berbeda. Limbah anorgnaik memiliki perbedaan bentuk dan jenis dari yang dihasilkan oleh kawasan industri dan domistik yaitu rumah tangga. Misalnya kawasan yang banyak  industri limbah anorganik yang ada umumnya yang bersifat keras seperti; puing-puing logam, pecahan kaca, dan sebagainya, sedangkan limbah yang berasl dari rumah tangga umumnya bersifat lunak seperti; plastik, perca, dan sebagainya. Namun keduanya bisa saja memproduksi bahan limbah anorganik yang serupa.

Proses daur ulang  masing-masing bahan limbah anorganik secara umum sama. Proses-proses pengolahan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin. Pada paragraf dibawah ini akan kami paparkan pengolahan sederhana yang dapat dilakukan untuk bahan limbah anorganik lunak. Prosesnya yaitu :
  1. Proses pemilahan bahan limbah anorganik, memilih dan memilah limbah anorganik perlu dilakukan sebelum proses produksi.
  2. Proses Pembersihan limbah organik: Pada saat Limbah anorganik dikumpulkan dan dipilah keadaannya tidak cukup bersih, maka perlu dilakukan pencucian dengan menggunakan detergen, agar zat bekas makanan atau minuman dapat larut dan limbah anorganik menjadi bersih.
  3. Proses Pengeringan: Dalam proses pengeringan dilakukan secara konvensional yaitu menggunakan sinar matahari langsung, atau dapat juga secara langsung dengan pengelapan dengan lap kering.
  4. Proses Pewarnaan: Pada taham pewarnaan limbah anorganik dapat dilakukan dengan cara disemprot atau di kuas dengan cat.
  5. Proses Pengeringan setelah pewarnaan: Setelah diberi warna, bahan limbah anorganik harus dikeringkan kembali dengan sinar matahari langsung atau dengan di angin-anginkan.
  6. Proses Penghalusan bahan agar siap pakai: Bahan limbah anorganik yang sudah kering dapat di finishing agar mudah diproses menjadi karya. Proses finishing juga berbagai macam caranya, seperti dipotong, ditempa, di lem, di gerinda, di amplas, dan sebagainya
Back to Content ^

Mengenal Kerajinan dari Bahan Anorganik

Limbah Plastik

Apabila kalian memperhatikan lingkungan sekitar di daerah perkotaan, banyak orang berjualan di pinggir jalan atau di trotoar sebagai pedagang kaki lima, contohnya di terminal atau di pinggir stasiun dan hampir seluruh kawasan industri dan perkantoran tersedia banyak pedagang musiman. Untuk kelangsungan kehidupan,  manusia membutuhkan air untuk minuman. Minuman yang dijual pedagang pun berbagai macam bentuk dan ukurannya. Biasanya minuman ini dikemas dalam botol plastik atau gelas plastik. Botol-botol dan gelas plastik yang memiliki warna warni dengan berbagai bentuknya yang bermacam-macam terkadang hanya dibuang langsung ditempat sampah  sebagai limbah. Kemasan botol dan gelas plastik bekas minuman ditempat sampah terlihat tidak lagi berguna bagi mereka. Namun, perlu adanya proses pembelajaran bahwa  barang-barang tersebut seperti botol dan gelas plastik tersebut dimanfaatkan menjadi karya kerajinan.

Limbah Kemasan Minuman atau Makanan

Definisi kemasan merupakan tempat atau  bagian terluar yang berfungsi untuk membungkus sebuah produk agar sebagai pelindung produk dari kontaminasi lingkungan luar. Sebetulnya kemasan yang digunakan adalah untuk  kemasan  yang berasal dari limbah pangan dan minuman. Jika diperhatikan bentuk-bentuknya kemasan biasanya berbentuk  monoton seperti bentuk kotak. Kemasan atau wadah yang lebih banyak berbentuk kotak ternyata dapat diolah dan diproses menjadi produk kerajinan yang tidak menjemukan.

Kotak tempat  makanan atau  minuman, atau obat-obatan biasanya setelah dimanfaatkan isinya lalu kemasannya dibuang. Jenis limbah ini sangat menantang apabila di proses menjadi sebuah karya kerajinan tangan, maka dibutuhkan penanganan yang terampil. Kotak kemasan biasanya terbuat dari kardus yang dilapisi aluminium foil di bagian dalam.


Limbah Kain Perca


Kebutuhan akan  pakaian merupakan kebutuhan primer sehari-hari yang harus dipenuhi, tidak sedikit dari mereka yang berlebih dalam penggunaan pakaian. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut produksi pakaian yang dilakukan oleh para penjahit atau konveksi sebagai perusahaan pakaian jadi, menghasilkan banyak limbah dari sisa sisa kain yang biasa disebut kain perca. Kain-kain perca yang dihasilkan dari kegiatan tersebut sangat banyak jenis bahannya dan bervariasi corak dan warnanya, ada bergambar atau berbatik kotak-kotak, bunga, dan sebagainya. Terkadang limbah kain perca dapat diaur ulang menjadi barang-barang yang bermanfaat misalnya  ini bisa dijadikan lap pel atau lap tangan dengan cara dijahit.

Peluang usaha ini mulai banyak di tekuni, banyak  limbah kain perca sebagai bahan dasar kerajinan, telah dimanfaatkan, menjadi berbagai kerajinan yang bermanfaat, tidak hanya itu dengan merangkai bahan limbah kain perca menjadi berbagai bentuk hiasan dengan bentuk yang unik dan berbagai macam warna. Ada juga model baju dengan rangkaian dari kain-kain perca yang dijahit bersambung-sambungan dengan berbagai model dan kombinasi warna, dengan komposisi warna yang tempat dari sisa-sisa kain dapat menghasilkan baju dengan model dan warna yang menarik, bahkan apabila dijual harganya sangat menguntungkan, dan banyak juga merekan yang berminat pada busana jenis ini karena unik.

Dengan alasan mudah didapat, dan mudah dibentuk banyak mereka yang menekuni produk kerajinan tangan berbahan kain perca, karena selain murah juga desainnya selalu berkembang dari waktu ke waktu.

Limbah Kaleng

Limbah kaleng banyak dihasilkan dari dari produk minuman dan beberapa makanan yang diawetkan. Sebetulnya minuman dan makanan dengan kemasan kaleng terutama yang mengandung bahan pengawet sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi, namun dengan alasan kesibukan dan waktu yang padat, banyak diantara mereka mengkonsimsi makanan dan minuman yang dikemas dari kaleng. Contoh makanan dan minuman penyegar, manisan buah, daging kornet, dan sebagainya. Limbah kaleng biasanya banyak terdapat pada lingkungan yang ada diperkotaan. Untuk menangani limbah - limbah kaleng memang tidak semudah yang dibayangkan. Namun, apabila dilandasi dengan semangat kerja keras dan usaha yang tekun, hal ini bukanlah suatu kendala,  selain alat tradisional yang digunakan untuk membentuk kaleng juga terdapat alat teknologi mesin. Dalam membentuk limbah kaleng menjadi produk yang diinginkan dapat digunakan alat manual yaitu gunting seng.

Note :
Apabila akan mengolah limbah kaleng, perhatikan keselamatan kerja, agar ketajaman kaleng tidak membahayakan pengguna. Perhatikan juga bahan dasar limbah kaleng tersebut apakah sudah berkarat, apabila kaleng tersebut berkarat, maka kita harus lebih berhati-hati.

Bahan yang untuk membuat kaleng yang digunakan pada kemasan minuman dan makanan biasanya mengandung bahan dan zat yang tidak membahayakan kesehatan. Produk kerajinan tangan dari daur ulang limbah  kaleng yang sudah banyak dibuat oleh orang adalah kaleng yang dilukis menggunakan cat akrilik selain itu, terdapat berbagai miniatur kendaraan atau robot, gedung, perahu pesawat berbahan dasar limbah kaleng. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kerajinan tangan yang terbuat dari limbah kaleng cukup mudah untuk didapatkan di lingkungan sekitar.  Sedangkan bahan dan alat pendukung proses pembuatan adalah lem tembak, lem putih, gergaji besi, gunting seng, dan gunting.

Limbah Kaca

Limbah Lunak Organik selanjutnya adalah Limbah  kaca, baik yang berasal dari botol, piring, gelas dan berbagai benda lainnya yang merupakan salah satu limbah rumah tangga. Apabila diperhatikan limbah botol kaca memiliki warna warni yang banyak sekali, seperti botol bekas minuman air keras ada yang berwarna hijau, coklat, biru, kuning, atau merah. Tapi sekarang juga sudah banyak produk yang menggunakan botol kaca dengan warna yang beragam untuk menarik perhatian dan minat pembeli dan tidak hanya warna bening, contohnya botol minuman kesehatan yang berwarna coklat, botol kecap yang berwarna hijau. Lalu apa yang dapat dimanfaatkan dari warna warni botol kaca tersebut?

Coba amati kegiatan para pengumpul botol bekas, mereka mengumpulkan botol dari berbagai tempat sampah, atau dari limbah rumah, dan jika Botol kaca dijual ke penadah hanya dapat menghasilkan beberapa  rupiah saja, tetapi jika diolah dengan teknologi tinggi seperti pemanasan, botol kaca ini akan berubah menjadi batu batu cantik yang berkilau dan dapat dibuat menjadi berbagai macam aksesoris atau hiasan lainnya. Pencairan kaca dapat menggunakan tungku keramik yang berderajat tinggi hingga 9000C
Kaca bekas dapat diambil dari botol maupun piring, mangkuk, gelas sebagai limbah rumah tangga. Pengolahan limbah kaca dilakukan dengan cara sebagai berikut;

  1. Pengumpulan pecahan limbah kaca, kemudian dimasukkan  dalam karung dan dipukul-pukul dari luar menggunakan kayu atau benda lain yang keras. Jadikan limbah kacara tersebut menjadi ukuran serpihan kaca tidak terlalu halus cukup hingga bongkahan kecil-kecil saja agar mudah dicetak.
  2. Persiapkan wadah cetakan kaca yang terbuat dari keramik yang dibakar hingga suhu melebihi suhu bakar kaca, agar kaca dapat dibentuk menyerupai cetakan.
  3. Lapisi wadah cetakan menggunakan kaolin atau alumina yang dicairkan agar pada saat meleleh kaca tidak menempel pada wadah keramik dan mudah dilepas dari cetakan.
  4. Bakar kaca yang telah dimasukkan dalam cetakan ke dalam tungku yang terbuat dari keramik. Bakar hingga suhu mencapai  650-9000C tergantung ketebalan  dari kaca.
  5. Siapkan tempat sebagai tatanan untuk aksesoris seperti cincin atau kalung. Masukkan kaca yang sudah dicetak dalam tatanan cincin atau kalung.
Banyak benda lain selain aksesoris,  batu-batu hiasan yang indah dari kaca ini dapat pula dijadikan manik-manik yang digunakan sebagai penghias benda seperti tas, sandal, buku, guci, kap lampu dan sebagainya
Back to Content ^

Baca juga
Peluang Kerja Membuat Kerajinan Tangan

Kemasan untuk Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Anorganik

Definisi dari kemasan  secara umum merupakan bagian terluar yang membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungi produk dari kontaminasi lingkungan, guncangan dan benturan­benturan, terhadap benda lain. Setiap bentuk kemasan yang membungkus suatu benda di dalamnya dapat disebut dengan wadah sejauh hal tersebut memang bermanfaat untuk melindungi isinya. Untuk menarik minat konsumin kemasan harus berkesan dan memikat pandangan terhadap suatu isi produk, maka bentuk bungkusannya biasanya dibentuk atau di desain sedemikian rupa, sehingga pesan yang akan disampaikan akan dapat ditangkap oleh pemakai produk dengan baik.


Modifikasi Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Anorganik

Pada paragraf ini kita akan mempelajari mengenai pengembangan penciptaan dari produk kerajinan tangan dari bahan limbah anorganik lunak dan keras. Diharapkan kalian dapat mengembangkan kreatifitas dan ide-ide baru agar produk kerajinan bahan limbah anorganik lunak dan keras yang ada dapat diolah sedemikian rupa menjadi karya kerajinan tangan  yang lebih unik dan memiliki nilai ekonomis. Kita harus melakukan pengamatan serta mencari informasi dari berbagai sumber mengenai produk kerajinan bahan limbah anorganik lunak dan anorganik keras yang telah dimodifiasi akan dapat mempermudah kita dalam memahaminya.

Definisi dari modifikasi adalah merubah, menggayakan, menambah atau kegiatan  menyederhanakan bentuk, memadukan aneka bahan, mengatur ulang komposisi warna, motif, dapat pula menciptakan hal baru yang sangat berbeda dari asalnya.
Apa yang sudah kamu lakukan sebelumnya?
Apakah memadukan aneka bahan?
Kalian harus mencoba melakukan  menyederhanakan bentuk atau menggayakan bentuk kerajinan. Dengan demikian akan didapatkan kemampuan mencipta yang meningkat ke tingkat yang lebih tinggi. Untuk dapat memahami karya modifikasi, kita harus memperbanyak latihan, agar pemahaman kita terhadap karya modifikasi dapat semakin baik.
Back to Content ^

Demikian Penjelasan tentang Pengertian Limbah Lunak Anorganik atau Pengertian Limbah Anorganik Lunak,  Pengolahan Limbah Lunak Anorganik, Pengolahan Limbah Anorganik Lunak.
Share:

Apa Yang Dimaksud Dengan Limbah?

Apa Yang Dimaksud Dengan Limbah? - Pada kesempatan kali ini kami akan membahas jawaban sebuah pertanyaan  "Apa yang dimaksud dengan limbah?" Apabila kalian sedang mencari pertanyaan tersebut pada mesin pencari dan menemukan halaman ini, mungkin koleksi artikel kami tentang  pengertian limbah organik akan sedikit membantu menambah referensi untuk menjawab pertanyaan diatas.

Apa Yang Dimaksud Dengan Limbah?

Pertanyaan tentang pengertian limbah sering di tanyakan oleh tenaga pendidik kepada  pelajar, dosen kepada mahasiswa dan mungkin sorang anak kepada orangtuanya, besar kemungkinan beberapa orang belum mengetahui dan memahami pengertian limbah. Nah, untuk itu simak baik-baik artikel untuk menjawab pertanyaan tersebut. Pada dasarnya limbah merupakan barang atau bahan buangan atau bahan-bahan sisa yang dihasilkan dari proses atau kegiatan manusia baik dari industri maupun domestik (rumah tangga). Pada PP. Nomor 101 tahun 2014, definisi limbah merurut peraturan tersebut adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan.

Pengertian Limbah yang bersumber dari wikipedia,  Limbah adalah bahan-bahan sisa atau bahan-bahan buangan yang dihasilkan dari suatu proses kegiatan produksi,  baik dari kegiatan produksi industri maupun kegiatan produksi domestik (rumah tangga). Apabila terdapat sekumpulan masyarakat tinggal, maka ditempat tersebut terdapat berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Akan  muncul berbagai jenis limbah serta sampah, baik limbah darir kakus (black water), dan ada limbah berasal air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).

Limbah-Limbah tersebut ada yang berwujud padat lebih dikenal dengan sebutan sampah, yang seringkali menimbulkan banyak masalah dan memiliki nilai ekonomis maka dari itu sampah tersebut tidak dikehendaki kemunculannya. Apabila dilihat dari segi  kimiawi, jenis-jenis limbah tersebut terdiri dari bahan kimia yang merupakan senyawa organik dan senyawa anorganik. Apabila dalam volume dan  konsentrasi dan kuantitas tertentu, adanya sampah ataupun  limbah dapat memberikan pengaruh buruk bagi lingkungan alam disekitar kita, terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu adanya penanggunalangan terhadap limbah. Dampak negative dari sampah dan limbah akan menyebabkan bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah yang ada dilingkungan sekitar kita.

Limbah berbeda dengan sampah, sampah adalah bahan  yang dianggap sudah digunakan serta dibuang oleh orang yang memiliki sebelumnya, namun masih dapat digunakan kembali apabila di olah dengan prosedur yang benar. Sedangkan Pengertian Organik adalah fase yang kuat dan relatif cepat, oleh karena itu tanda apa yang kita punya untuk menyatakan bahwa bahan-bahan pokok kehidupan, sebutlah molekul organik, dan planet-planet sejenis, ada juga di suatu tempat di jagad raya? Menurut referensi dari internet, beberapa penemuan baru memberikan rasa optimis yang cukup penting.

Sampah organik adalah bahan yang bisa mengalami pelapukan atau disebut dekomposisi, dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak memiliki bau disebut dengan kompos. Apa itu Kompos, Kompos adalah hasil pelapukan dari bahan organik seperti daun, batang jerami, rumput atau alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dapat dipercepat dengan bantuan manusia.

Apabila kita membahas tentang limbah organik, kata sampah tidak lepas dari pembahasan atau sebuah obrolah. Sampah berasal dari pasar  seperti pasar sayur mayur, atau pasar ikan, jenisnya relatif seragam, pasar buah, sebagian besar (95%) berupa sampah organik sehingga lebih mudah ditangani. Tidak luput, sampah yang berasal dari pemukiman umumnya sangat banyak sekali jenisnya, tetapi dapat dikelompokkan secara umum minimal 75% terdiri dari sampah organik dan sisanya anorganik.
Apa Yang Dimaksud Dengan Limbah?
Apa Yang Dimaksud Dengan Limbah?
Back to Content ^

Jenis -Jenis Limbah Organik atau Sampah Organik

Apabila dikelompokkan berdasarkan jenisnya sampah organik dapat digolongkan menjadi 2 kelompok antara lain sampah organik basah dan kering.
1. Sampah Organik Basah
Pengertian sampah organik basah merupakan sisa bahan organik yang banyak mengadung air atau kandungan air dalam sampah tersebut intensitasnya sangat tinggi. Contoh sampah organik basah seperti sisa sayur, kulit pisang, buah yang busuk, kulit bawang dan sejenisnya. Sampah-sampah organik basah banyak kita temua di pasar sayur atau pasar buah.

Limbah organik atau atau yang disebut sebagai sampah organik dapat menimbulkan bau busuk yang menyengat tidak sedap sebab apabila dibiartkan ditempat terbuka hal tersebut disebabkan kandungan air tinggi yang menyebabkan sampah jenis ini cepat membusuk. Apabila dibiarkan tanpa ada penanggunalangan secara intensif akan dapat menyebabkan banyak timbul masalah atau penyakit.

2. Sampah Organik Kering
Pengelompokan organik yang kedua adalah sampah organik kering, dikatakan sampah organik kering karena sampah organik ini jumlah kandungan atau intensitas kandungan air jumlahnya sedikit apabila dibandingkan sampah organik basah.

Contoh Jenis sampah organik kering adalah kayu, ranting pohon, kayu dan daun – daun kering. Kebanyakan sampah organik sulit diolah kembali jadi lebih sering dibakar untuk memusnahkannya.
Back to Content ^

Contoh Limbah atau Sampah Organik

Contoh-Contoh Sampah Organik

Berikut ini adalah contoh sampah organik adalah sisa nasi, hasil konsumsi buah atau kulit buah, bua-buahan dan sayur-sayuran yang telah membusuk, ampas teh atau kopi, bangkai binatang atau hewan, dan kotoran hewan atau manusia

Contoh - Contoh Sampah Anorganik

Berikut ini adlaah merupakan contoh dari sampah anorganik adalah  plastic bekas, botol atau kaleng bekas minuman, tas kresek atau tas plastik, ban bekas yang sudah tidak digunakan, besi, kaca, kabel, barang elektronik, bohlam lampu dan plastik. Jenis sampah anorganik merupakan jenis sampah anorganik yang sulit terurai. Namun, dapat anda manfaatkan kembali menjadi barang-barang yang bermanfaat dan bernilai ekonomis tinggi, apabila di daur ulang kembali menjadi bahan kerajinan.

Banyak orang yang sukses dan menjadi seseorang milyader karena dapat mengolah kembali sampah anorganik menjadi bahan-bahan yang bermanfaat. Contohnya adalah pengerajin kursi yang dibuat dari ban bekas yang dibuat menjadi sebuah kursi berbentuk boneka lucu atau dengan motif yang lain. Miniature-miniatur pesawat, mobil dan bangunan yang berasal dari botol dan keleng bekas.

Sampah anorganik merupakan jenis sampah yang sulit terurai dan akan menjadi masalah serius bagi manusia apabila dibiarkan begitu saja. Gali penjelsan lebih lengkap mengenai sampah, pengertian sampah, manfaat sampah dan dampak sampah
Back to Content ^

Jenis-Jenis Limbah


Back to Content ^

Jenis limbah ada 5 berdasarkan sifatnya

Limbah korosif, pengertian limbah korosif adalah limbah apabila mengenai kulit dapat  menyebabkan iritasi, apabila mengenai benda-benda yang terbuat dari besi dapat  membuat benda tersebut menjadi berkarat
Limbah beracun adalah limbah yang mengandung racun berbahaya bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Dampak dari Limbah beracun bisa mengakibatkan kematian jika masuk ke dalam laut.
Limbah reaktif adalah bahan sisa yang sifat sifatnya  mudah bereaksi terhadap oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi dan dapat menimnbulkan kebakaran.
Limbah dapat  meledak adalah limbah atau barang sisa apabila terkena suatu proses kimia dapat menghasilkan benda gas dengan suhu yang memiliki tekanan tinggi serta dapat merusak lingkungan.
Limbah mudah terbakar adalah limbah yang mengandung bahan yang menghasilkan gesekan atau percikan api jika berdekatan dengan api.

Contoh Limbah yang dihasilkan dari proses atau kegiatan industri antara lain:
Limbah berwujud padat: sisa tong bekas, kain bekas, sparepart, besi, dll
Limbah berwujud cair: hasil pelarut, air bekas produksi bahan kimia, , oli bekas, dll
Limbah berwujud gas: gas buangan boiler, gas buangan kendaraan bermotor, gas hasil pembakaran dll

Limbah yang dihasilkan dari proses atau kegiatan rumah tangga (domestik) antara lain:
Limbah berwujut padat: sisa makanan, tinja manusia dll
Limbah berwujut cair: urine manusia, air bekas cucian, air bekas mandi dll
Limbah berwujut gas: asap dapur, asap hasil pembakaran sampah, dll

Semakin banyak limbah yang dihasilkan akan dapat menyebabkan dampak terhadap lingkungan. Limbah yang dihasilkan bisa berdampak positif dan negatif terhadap lingkungan. Perlu dilakukan pengolahan limbah untuk mengurangi dampaknya terhadap lingkungan. Beberapa penyebab limbah dapat  mempengaruhi kualitas limbah antara lain kandungan bahan pencemar, volume limbah, dan frekuensi pembuangan limbah. Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah.

Bagaiman sudah mendapat jawaban tentang Apa yang dimaksud dengan limbah?,
Back to Content ^

Penanggulangan Limbah

Butuh campur tangan antara masyarakat disekitar dengan aparan pemerintah daerah setempat untuk langkah cepat penaggulangan limbah. Dari beberapa hal yang memengaruhi kualitas limbah adalah jumlah limbah, kandungan limbah pencemar, dan rata-rata pembuangan limbah. Adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah dalam menanggulangi limbah sangat diperlukan untuk mencegah dan mengantisipasi bertambahnya limbah.
Apabila dicermati lebih lanjut  pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi:
  1. pengolahan menurut tingkatan perlakuan
  2. pengolahan menurut karakteristik limbah

video pengolahan limbah
sumber : www.youtube.com

Cara mengatasi berbagai jenis limbah dan air limpasan (hujan), pada sebuah permukiman, pada  pada pemukiman tersebut harus meningkatkan stuktur sanitasi yang lebih bagus. Pembuatan sanitasi ini tidak harus menunggu uluran tangan, atau  bentuk  layanan yang disediakan pihak lain. Ada juga layanan sanitasi yang harus disediakan sendiri oleh masyarakat, khususnya pemilik atau penghuni rumah, seperti jamban misalnya.
Back to Content ^

Semoga dapat bermanfaat artikel tentang Apa yang dimaksud dengan limbah?. 
Share:

Pengertian, tujuan dan cara Pengelolaan Sampah

Pengelolan Sampah – Apabila kita memperhatikan kondisi lingkungan sekitar kita mulai dihalaman rumah, lingkungan masyarakat dan tempat-tempat umum, kondisinya sangat memprihatinkan, apabila dibandingkan dengan kawasan yang penduduknya sudah maju atau memiliki pendidikan yang lebih tinggi sangat jauh sekali perbedaanya. Banyak sekali terlihat sampah menumpuk dan dibiarkan pada alam terbuka. Sampah tersebut baik sampah organik dan sampah non organik menjadi satu tanpa dipisah.

Banyak juga dijumpai mereka yang masih suka membuang sampah sembarangan ditempat-tempat umum seperti pasar, halte, dan terminal. Entah sadar atau tidak, sengaja maupun tidak disengaja mereka membuang sampah di sembarang tempat, banyak juga kami jumpai mereka membuang sampah dari dalam kendaraan berupa bungkus rokok, tisu atau bungkus makaran ringan. Kurangnya kesadaran akan pengaruh buruk atau dampak sampah terhadap lingkungan membuat kebiasaan-kebiasaan buruk ini tetap dilakukan dengan tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.

Pengertian Pengelolaan Sampah

Apabila dicermati Pengelolaan sampah merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengumpulkan sampah, mengangkut sampah untuk dilakukan pemrosesan yang disebut sebagai daur ulang, atau pembuangan dari material-material sampah. Benda atau barang-barang material sampah yang ditumbulkan dari aktifitas atau kegiatan manusia, dan biasanya dikelola kembali untuk mengurangi dampaknya buruk bagi  kesehatan, lingkungan, atau estetika. Tindakan Pengelolaan berbagai jenis sampah juga dilakukan untuk mengembalikan dan memulihkan sumber daya alam (resources recovery). Tidakan pengelolaan sampah tersebut bisa melibatkan beberapa zat diantaranya zat padat, cair, gas, atau radioaktif dengan tindakan pengolahan atau  metode dan serta keterampilan khusus untuk masing-masing jenis zat.
Pengelolaan Sampah

Apabila melihat cara mengelola sampah di negara maju dan negara berkembang tampak berbeda cara mengelolanya, berbeda pula pada daerah perkotaan dengan daerah yang ada dipedesaan dan antara daerah-daerah yang ada diperumahan dengan daerah kawasan industri. Pengelolaan sampah yang benar, maka dampak sampak tersebut tidak berbahaya. Pengelolaan limbah dan sampah yang ada pada pemukiman dan institusi, serta  dikawasan  metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan untuk mengelola sampah pada area komersial dan industri biasanya ditangani sendiri oleh perusahaan pengolah sampah dan harus mendapat pengawasan.  Metode pengelolaan sampah berbeda-beda tergantung banyak hal, di antaranya tipe zat sampah, lahan yang digunakan untuk mengolah, dan ketersediaan lahan.
Back to Content ^

Tujuan Mengelola Sampah

Pada dasarnya kegiatan mengelola sampah merupakan proses yang diperlukan dengan tujuan:
Merubah sampah menjadi barang-barang yang memiliki nilai ekonomis (pemanfaatan sampah), atau
mengolah limbah dan sampah agar menjadi barang yang tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan hidup. Apabila dilakukan dengan cara yang benar maka dampak buruk yang ditumbulkan akibat sampah akan berkurang sedikit demi sedikit. Selain itu pemandangan yang ada pada lingkungan sekitar akan berubah menjadi lebih asri.
Back to Content ^

Metode Pembuangan Sampah

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negative atau pengaru buruk bagi kesehatan manusia dan linkungan hidup (mahluk hidup). Dengan cara dan langkah yang tepat maka akan lebih efektif dan efiesien dalam pengelolaanya. Nah, beberapa cara yang mungkin bisa dicoba dirumah, untuk mengelola sampah antara lain :
Back to Content ^

Metode Pembuangan

Pembuangan sampah dengan cara penimbunan darat atau yang biasa disebut mengubur sampah untuk membuang sampah, lankah atau cara ini adalah metode paling sering digunakan dikawasan pedesaan yang umumnya memiliki lahan luas dan lokasi penimbungan tersebut jauh dari rumah.
Kegiatan mengubur sampah biasanya dilakukan pada lokasi tanah yang tidak digunakan, lubang bekas pegerukan pasir yang dalam dan lubang yang sengaja diambil tanahnya sebagai uruk. Sebuah lokasi  penimbunan darat yang sengaja di rencanakan dan dikelola dengan baik dan benar akan menjadi tempat penimbunan sampah yang ramah dengan lingkungan serta higienis dan murah. Sedangkan metode kelola sampah dengan penimbunan darat yang tidak direncanakan dan tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai permasalahan, di antaranya angin berbau menyengat akibat dari sampah, menarik berkumpulnya binatang lalat dan sebagainya, dan adanya genangan air yang bercampur dengansampah. Dampak lain yang ditumbulkan dari sampah adalah gas metana dan karbon dioksida yang juga sangat berbahaya.
Back to Content ^

Daur ulang Sampah

Ciri khas dari desain penimbunan darat yang lebih modern antara lain metode pengumpulan air sampah menggunakan bahan sederhana seperti tanah liat atau plastik pelapis. Limbah dan sampah yang dikubur biasanya dipadatkan untuk mengurangi jumlah volume dan menambah kestabilannya, dan ditutup rapat dengan tujuan untuk tidak menarik hama (biasanya, lalat dan tikus). Banyak pengelolaan sampah modern pada penimbunan sampah memiliki sistem pengekstrasi gas yang dipasang untuk mengeluarkan gas. Hasil dari sampah berupa gas yang sudah  terkumpul akan dikeluarkan dari tempat penimbunan sampah dan dibakar pada ujung  menara pembakar atau dibakar pada mesin berbahan bakar gas untuk membangkitkan listrik.
Back to Content ^

Pengolahan Kembali Secara Fisik Sampah

Daur ulang atau proses pemanfaatan kembali, merupkan tindakan yang dilakukan untuk pemilahan sampah yang masih memiliki nilai ekonimis, yang dapat digunakan kembali menjadi barang-barang yang bermanfaat, atau  disebut sebagai daur ulang (reuse). Terdapat beberapa cara  atau kegiatan yang dilakukan pada daur ulang, pertama adalah mengumpulkan bahan-bahan sampahnya untuk olah kembali  atau mengambil energi dari sampah-sampah yang bisa dibakar untuk membangkitkan energi listrik.

Langkah ini adalah cara paling populer dari kegiatan daur ulang, yaitu mengambil dan menyatukan dan menggunakan kembali jenis-jenis sampah yang dibuang, contohnya sampah tersebut adalah botol bekas kemasan, atau bunkus yang sudah tidak terpakai yang dikumpulkan kembali dengan tujuan untuk digunakan kembali. Pengumpulan sampah dapat dilakukan dari sampah yang sudah dipisahkan sejak awal melalui penempatan kotak sampah yang jenisnya berbeda seperti sampah organik dan sampah anorganik disendirikan ketika awal pembuangan sampah, atau dari sampah yang sudah tercampur.

Barang-barang bekas yang biasa dikumpulkan adalah bungkus minum aluminium, kaleng yang terbuat dari bahan baja, sisa dari  makanan atau minuman, kertas karton, koran, majalah, Botol HDPE dan PET, botol kaca, dan kardus. Jenis bahan yang berbahan dasar plastik lain seperti (PVC, LDPE, PP, dan PS) juga bisa didaur ulang. Daur ulang dari barang-barang produksi yang bersifat kompleks seperti komputer atau mobil lebih susah, karena bagian-bagiannya dari komponen-komponen tersebut harus diurai dan dikelompokkan menurut jenis bahannya.
Back to Content ^

Ada banyak pengelolaan sampah dan pengelolaan limbah yang dapat dilakukan. Semoga apa yang telah kami bahas tentang  Pengelolaan Sampah dapat bermanfaat.
Share:

Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya

Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya – Limbah yang ada disekitar kita apabila dibiarkan begitu saja maka akan  banyak menimbulkan masalah yang mengganggu  kesehatan mahluk hidup dan mengganggu ekosistem. Limbah paling banyak dihasilkan oleh aktivitas atau kegiatan manusia, maka sudah sepantasnya mereka harus bertanggung jawab. Dalam kehidupan sehari-hari pembuangan limbah yang dilakukan tidak benar. Agar dapat diolah kembali, seharusnya limbah tersebut harus dikelompok-kelompokkan menurut jenisnya. Hal demikian dilakukan agar daur ulang  lebih mudah dilakukan. Dan limbah tidak berdampak buruk pada  lingkungan.

Termukan penjelasan tentang Apa yang dimaksud dengan limbah?. Pada dasarnya Limbah dapat dikelompokkan menjadi limbah organik dan limbah anorganik, limbah lunak dan limbah padat. Jadi apabila dikelola kembali harus dikelompokkan menurut jenis-jenisnya. Pengelolaan limbah yang tepat dapat menghasilkan keuntungan bagi manusia yang mengolah dan bagi lingkungan tempat pembuangan limbah. Banyak kerajinan tangan yang terbuat dari limbah. Pada kesempatan sebelumnya kami sudah membahasnya, banyak rupiah yang dapat kita dapat dari mengolah limbah. Berikut ini artikel tentang Contoh Kerajinan dari Limbah Organik, dimana  barang-barang sisa atau yang biasa disebut limbah disulap menjadi barang-barang dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya
Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya


Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya

Pada kesempatan kali ini kami ingin membahas tentang Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya, dengan harapan dapat membah pengetahuan dan juga dapat digunakan sebagai referensi untuk mengerjakan tugas. Sebagai tambahan referensi berikut baca juga tentang Pengelompokan Limbah Berdasarkan Senyawa
Apabila dikelompokan limbah berdasarkan Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya adalah sebagai beriktu :

1. Limbah Pemukiman

Limbah yang berasal atau bersumber dari pemukiman disebut juga limbah rumah tangga atau limbah domestik. Limbah pemukiman/limbah rumah tangga merupakan limbah yang berasal dari kamar mandi, air cucian, dapur, dan kotoran manusia.
Limbah domestik sendiri juga dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu:
a) Limbah cair domestik yang berasal dari air cucian.
Contohnya sabun deterjen, minyak dan pestisida.
b) Limbah cair domestik yang berasal dari kakus.
Contohnya sabun, shampo, kotoran manusia, dan air seni.

2. Limbah Industri

Limbah yang bersumber dari industri meliputi:
a) Limbah industri pangan
Pengertian limbah indrustri pangan Yaitu limbah yang berasal dari kegiatan manusia atau usaha dalam mencukupi kebutuhan pengan manusia baik dalam skala atau jumlah yang besar maunpun jumlah yang kecil, dan kegiatan tersebut  dapat mencemari lingkungan. Limbah yang bersumber dari industri pangan banyak mengandung karbohidrat, protein lemak, garam-garam, mineral, dan sisa bahan kimia yang dihasilkan akibat proses pengolahan dan proses pembersihan.
Contohnya limbah Indrustri Limbah industri tahu, limbah indrustri tempe, dan pengolahan ikan.
b) Limbah industri kimia dan bahan bangunan
Limbah yang bersumber dari industri kimia merupakan limbah yang bersumber dari kegiatan indrustri pembuatn atau penggunakan aktivitas bahan – bahan kimia, aktivas tersebut dapat  menimbulkan limbah yang cukup besar  kareana memerlukan air dalam jumlah besar baik untuk prosesnya maupun untuk  mencuci alat yang digunakan selama proses berlangsung. Terdapat beberapa macam-macam limbah menurut sumbernya dari kegiatan indrustri, diantaranya limbah cair, limbah padat yang berupa           endapan (CaSO4) dan gas buangan (uap alkohol). Limbah Anorganik tersebut tergolong limbah B3  kepanjangan dari Bahan Beracun Berbahaya.
c) Limbah Industri logam dan elektronika
Limbah bersumber dari indrustri logam dan eletronika. Contoh limbah dari Industri logam hasil dari kegiatan atau proses kerja industri baja, limbah anorganik pada indrustri baja sebagian besar tidak menggunakan zat-zat kimia yang limbahnya berbahaya bagi kesehatan. Namun hasil limbah tersebut sulit dan  tidak dapat untuk mengalami pelapukan atau dekomposisi. Namaun beberapa kegiatan dari proses indrustri elektronika sebagian besar limbah yang dihasilkan sangat berbahaya atau tergolong B3 (Bahan Beracun Berbaha).   

 3) Limbah Pertanian

Sebagian besar  limbah yang bersumber dari kegiatan pertanian berasal dari aktivitas kegiatan pemberian pupuk  dan pembasmian hama. Kegiatan pemberian pupuk yang  seharusnya kegiatan tersebut berfungsi untuk menyuburkan tanah. Namun, praktek pelaksanaanya penggunaan pupuk yang berlebihan  mengakibatkan pertumbuhan gulma yang semakin cepat dan merusak ekosismtem tanah tersebut.

Pembasmian hama, atau hewan yang mengganggu menggunakan pestisida yang sumber bahan-bahan tersebut beracun. Kegaiatan tersebut dilakukan dari serangkaian proses yang digunakan untuk membunuh makhluk hidup yang merusak pertumbuhan tanaman. Penggunaa pestisida yang berlebihan mengakibatkan konsumsi tanaman sayur dan buah dapat berbahaya, apabila pencucian atau kebersian dari sayur dan. Karena pestisida merupakan  bahan yang berbaya apabila digunakan berlebihan dan tidak mengikuti petunjuk yang pasti.

4) Limbah Pertambangan

Pada kegiatan penambangan misalnya pada penambangan batu bara, emas dan perak,  untuk kegiatan penambangan emas dan perak diperlukan cairan raksa atau  mercury untuk memisahkan logam emas dan perak tersebut dari batu-batuan dan tanah. Pada aktivias kegiatan tersebut menimbulkan limbah logam berat cair yang harus diperhatikan dalam pembuangannya. Pada lokasi atau kawasan tertentu limbah tersebut dalam jumlah yang sedikit belum terlihat dampak negatifnya bagi ekositem dan lingkungan tersebut. Namun, apabila jumlah logam dan air raksa sisa limbah tersebu cukup banyak maka akan mudah terlihat pada lokasi atau kawasan tempat  pembuatan limbah tersebut dan juga akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh manusia.

5) Limbah Pariwisata

Kegiatan manusia untuk mencari hiburan, atau berwisata, juga sangat banyak menyumbang limbah pada lokasi tersebut,  menimbulkan limbah dari kegiatan konsimsi makanan dan juga dari sarana transportasi yang membuang limbah ke udara,   dan adanya tumpahan minyak dan oli yang dibuang oleh kapal atau perahu motor didaerah wisata. Nah, apabila tidak dilakukan pembinaan  dan pengolahan maka Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya dari kegiatan pariwisata akan banyak menyebabkan kerusakan lingkungan atau kawasan wisata tersebut.

6) Limbah Medis

Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya   berasal dari limbah medis, atau berasal berasal dari aktivitas kesehatan medis dengan sampah domestik pada umumnya. Kemasan obat-obatan dan beberapa sisa zat kimia pada alat-alat injeksi adalah contoh limbah medis atau limbah yang berasal dari limbah medis.  Limbah jenis ini harus mendapatkan perhatian yang cukup serius karena dampaknya akan sangat berbaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan, dalam praktek pengolahannya limbah medis  memerlukan biaya yang cukup tinggi. Misalnya limbah yang berpotensi untuk menimbulkan penularan inveksi virus, maka perlu cara khusus untuk mengolah limbah tersebut  yaitu dengan non-insinerator sehingga mampu mendisinfeksi limbah medis.

Jenis-jenis Limbah 
Berikut ini video jenis-jenis limbah yang mungkin akan menambah referensi kalian 

Semoga artikel tentang Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya dapat memberikan manfaat untuk menambah pengetahuan dan referensi mengerjakan tugas.
Share:

Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya

Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya – Limbah yang ada disekitar kita apabila dibiarkan begitu saja maka akan  banyak menimbulkan masalah yang mengganggu  kesehatan mahluk hidup dan mengganggu ekosistem. Limbah paling banyak dihasilkan oleh aktivitas atau kegiatan manusia, maka sudah sepantasnya mereka harus bertanggung jawab. Dalam kehidupan sehari-hari pembuangan limbah yang dilakukan tidak benar. Agar dapat diolah kembali, seharusnya limbah tersebut harus dikelompok-kelompokkan menurut jenisnya. Hal demikian dilakukan agar daur ulang  lebih mudah dilakukan. Dan limbah tidak berdampak buruk pada  lingkungan.

Termukan penjelasan tentang Apa yang dimaksud dengan limbah?. Pada dasarnya Limbah dapat dikelompokkan menjadi limbah organik dan limbah anorganik, limbah lunak dan limbah padat. Jadi apabila dikelola kembali harus dikelompokkan menurut jenis-jenisnya. Pengelolaan limbah yang tepat dapat menghasilkan keuntungan bagi manusia yang mengolah dan bagi lingkungan tempat pembuangan limbah. Banyak kerajinan tangan yang terbuat dari limbah. Pada kesempatan sebelumnya kami sudah membahasnya, banyak rupiah yang dapat kita dapat dari mengolah limbah. Berikut ini artikel tentang Contoh Kerajinan dari Limbah Organik, dimana  barang-barang sisa atau yang biasa disebut limbah disulap menjadi barang-barang dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya
Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya


Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya

Pada kesempatan kali ini kami ingin membahas tentang Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya, dengan harapan dapat membah pengetahuan dan juga dapat digunakan sebagai referensi untuk mengerjakan tugas.
Apabila dikelompokan limbah berdasarkan Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya adalah sebagai beriktu :

1. Limbah Pemukiman

Limbah yang berasal atau bersumber dari pemukiman disebut juga limbah rumah tangga atau limbah domestik. Limbah pemukiman/limbah rumah tangga merupakan limbah yang berasal dari kamar mandi, air cucian, dapur, dan kotoran manusia.
Limbah domestik sendiri juga dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu:
a) Limbah cair domestik yang berasal dari air cucian.
Contohnya sabun deterjen, minyak dan pestisida.
b) Limbah cair domestik yang berasal dari kakus.
Contohnya sabun, shampo, kotoran manusia, dan air seni.

2. Limbah Industri

Limbah yang bersumber dari industri meliputi:
a) Limbah industri pangan
Pengertian limbah indrustri pangan Yaitu limbah yang berasal dari kegiatan manusia atau usaha dalam mencukupi kebutuhan pengan manusia baik dalam skala atau jumlah yang besar maunpun jumlah yang kecil, dan kegiatan tersebut  dapat mencemari lingkungan. Limbah yang bersumber dari industri pangan banyak mengandung karbohidrat, protein lemak, garam-garam, mineral, dan sisa bahan kimia yang dihasilkan akibat proses pengolahan dan proses pembersihan.
Contohnya limbah Indrustri Limbah industri tahu, limbah indrustri tempe, dan pengolahan ikan.
b) Limbah industri kimia dan bahan bangunan
Limbah yang bersumber dari industri kimia merupakan limbah yang bersumber dari kegiatan indrustri pembuatn atau penggunakan aktivitas bahan – bahan kimia, aktivas tersebut dapat  menimbulkan limbah yang cukup besar  kareana memerlukan air dalam jumlah besar baik untuk prosesnya maupun untuk  mencuci alat yang digunakan selama proses berlangsung. Terdapat beberapa macam-macam limbah menurut sumbernya dari kegiatan indrustri, diantaranya limbah cair, limbah padat yang berupa           endapan (CaSO4) dan gas buangan (uap alkohol). Limbah Anorganik tersebut tergolong limbah B3  kepanjangan dari Bahan Beracun Berbahaya.
c) Limbah Industri logam dan elektronika
Limbah bersumber dari indrustri logam dan eletronika. Contoh limbah dari Industri logam hasil dari kegiatan atau proses kerja industri baja, limbah anorganik pada indrustri baja sebagian besar tidak menggunakan zat-zat kimia yang limbahnya berbahaya bagi kesehatan. Namun hasil limbah tersebut sulit dan  tidak dapat untuk mengalami pelapukan atau dekomposisi. Namaun beberapa kegiatan dari proses indrustri elektronika sebagian besar limbah yang dihasilkan sangat berbahaya atau tergolong B3 (Bahan Beracun Berbaha).   

Baca juga
Peluang Kerja Membuat Kerajinan Tangan

 3) Limbah Pertanian

Sebagian besar  limbah yang bersumber dari kegiatan pertanian berasal dari aktivitas kegiatan pemberian pupuk  dan pembasmian hama. Kegiatan pemberian pupuk yang  seharusnya kegiatan tersebut berfungsi untuk menyuburkan tanah. Namun, praktek pelaksanaanya penggunaan pupuk yang berlebihan  mengakibatkan pertumbuhan gulma yang semakin cepat dan merusak ekosismtem tanah tersebut.

Pembasmian hama, atau hewan yang mengganggu menggunakan pestisida yang sumber bahan-bahan tersebut beracun. Kegaiatan tersebut dilakukan dari serangkaian proses yang digunakan untuk membunuh makhluk hidup yang merusak pertumbuhan tanaman. Penggunaa pestisida yang berlebihan mengakibatkan konsumsi tanaman sayur dan buah dapat berbahaya, apabila pencucian atau kebersian dari sayur dan. Karena pestisida merupakan  bahan yang berbaya apabila digunakan berlebihan dan tidak mengikuti petunjuk yang pasti.

4) Limbah Pertambangan

Pada kegiatan penambangan misalnya pada penambangan batu bara, emas dan perak,  untuk kegiatan penambangan emas dan perak diperlukan cairan raksa atau  mercury untuk memisahkan logam emas dan perak tersebut dari batu-batuan dan tanah. Pada aktivias kegiatan tersebut menimbulkan limbah logam berat cair yang harus diperhatikan dalam pembuangannya. Pada lokasi atau kawasan tertentu limbah tersebut dalam jumlah yang sedikit belum terlihat dampak negatifnya bagi ekositem dan lingkungan tersebut. Namun, apabila jumlah logam dan air raksa sisa limbah tersebu cukup banyak maka akan mudah terlihat pada lokasi atau kawasan tempat  pembuatan limbah tersebut dan juga akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh manusia.

5) Limbah Pariwisata

Kegiatan manusia untuk mencari hiburan, atau berwisata, juga sangat banyak menyumbang limbah pada lokasi tersebut,  menimbulkan limbah dari kegiatan konsimsi makanan dan juga dari sarana transportasi yang membuang limbah ke udara,   dan adanya tumpahan minyak dan oli yang dibuang oleh kapal atau perahu motor didaerah wisata. Nah, apabila tidak dilakukan pembinaan  dan pengolahan maka Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya dari kegiatan pariwisata akan banyak menyebabkan kerusakan lingkungan atau kawasan wisata tersebut.

6) Limbah Medis

Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya   berasal dari limbah medis, atau berasal berasal dari aktivitas kesehatan medis dengan sampah domestik pada umumnya. Kemasan obat-obatan dan beberapa sisa zat kimia pada alat-alat injeksi adalah contoh limbah medis atau limbah yang berasal dari limbah medis.  Limbah jenis ini harus mendapatkan perhatian yang cukup serius karena dampaknya akan sangat berbaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan, dalam praktek pengolahannya limbah medis  memerlukan biaya yang cukup tinggi. Misalnya limbah yang berpotensi untuk menimbulkan penularan inveksi virus, maka perlu cara khusus untuk mengolah limbah tersebut  yaitu dengan non-insinerator sehingga mampu mendisinfeksi limbah medis.

Jenis-jenis Limbah 
Berikut ini video jenis-jenis limbah yang mungkin akan menambah referensi kalian 

Semoga artikel tentang Macam Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya dapat memberikan manfaat untuk menambah pengetahuan dan referensi mengerjakan tugas.
Share:

Pengertian, Contoh, Sifat dan Karakteristik Limbah B3, dan Cara Pengolahan Limbah B3

Pengertian, Contoh, Sifat dan Karakteristik Limbah B3, dan Cara Pengolahan Limbah B3 - Usaha pemerintah bersama anggota masyarakat terhadap penanganan limbah yang menumpuk dan berdampak buruk bagi kehidupan dan kesehatan mahluk hidup terus menerus dijalankan. Berbagai macam limbah baru muncul akibat perkembangan teknologi dan aktivitas yang dilakukan oleh  manusia. Pentingnya pengetahuan yang harus dimiliki oleh setiap manusia akan dampak limbah bagi kehidupan dan kesehatan. Tidak hanya itu kesadaran untuk tidak membuat sampah atau limbah berbaya di lingkungan umum atau daerah disekiktar pemukiman

Pengertian, Contoh, Sifat dan Karakteristik Limbah B3, dan Cara Pengolahan Limbah B3

Apabila kita melihat lingkungan yang ada disekitar kita, terutama di tempat-tempat umum seperti stasiun, terminal, pasar dan tempat-tempat lainnya, masih banyak ditemui orang membuang sampah atau limbah disembarang tempat. Sampah serta limbah tersebut dibuang disembarang tempat, dan biasanya diselitpkan ditempat-tempat yang tidak terlihat.
  • Apakah yang dimaksud dengan limbah B3?
  • Apa saja contoh limbah B3?
  • Bagaimana teknik penanganan limbah B3?
Baca juga artikel tentang Contoh Limbah B3

Agar tidak menimbulkan dampak negatife dari bahaya Limbah  B3, maka pada artikel berikut ini akan membahas tentang semua pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Pengertian Limbah B3

Kata B3 merupakan kepanjangan dari bahan beracun dan berbahaya. Sedangkan kata limbah sendiri artinya adalah   limbah Organik merupakan sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan akan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos). Pengertian dari Kompos sendiri  merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya pada waktu tertentu dapat dapat  juga dipercepat oleh bantuan manusia. Sampah pasar khusus seperti pasar sayur mayur, pasar buah, atau pasar ikan, jenisnya relatif seragam, sebagian besar (95%) berupa sampah organik sehingga lebih mudah ditangani. Maka, pengertian limbah B3 dapat diartikan sebagai barang sisa atau barang-barang yang dibuangan yang memiliki sifat-sifat dan konsentrasinya mengandung zat beracun dan berbahaya bagi kesehatan mahluk hidup,  sehingga dampak secara langsung maupun dampak secara tidak langsung dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, dan mengancam kelangsungan hidup manusia serta organisme dalam sebuah ekosistem.



Limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) bukan hanya bersumberdari kegiatan dan aktivitas dari industri. Aktivitas rumah tangga ternyata juga menyumbang beberapa limbah bahan beracun dan berbahaya. Beberapa contoh limbah bahan beracun dan berbahaya (B3)  yang dihasilkan rumah tangga domestik) di antaranya bekas pengharum ruangan, pemutih pakaian, deterjen pakaian, pembersih kamar mandi, pembesih kaca/jendela, pembersih lantai, pengkilat kayu, pembersih oven, pembasmi serangga, lem perekat, hair spray, dan batu baterai.
Back to Content ^

Macam Macam Limbah B3

Berdasarkan sumbernya, limbah bahan beracun dan berbahaya (B3)  B3 dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:
  1. Limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) dari sumber nya tidak jelas atau tidak spesifik. Limbah bukan kegiatan utama, melainkan limbah berasal dari proses pemeliharaan alat, pelarutan kerak, pencucian, inhibitor korosi,  pengemasan dan lain-lain. 
  2. Limbah bahan beracun dan berbahaya (B3)  dari sumbernya jelas atau bersumber spesifik. Limbah  bahan beracun dan berbahaya (B3)  ini berasal dari proses suatu industri (kegiatan utama). 
  3. Limbah B3 dari sumber lain. Limbah dan bahan-bahan beracun ini berasal dari sumber yang tidak diduga munculnya tidak tentu, misalnya prodak kedaluwarsa, sisa kemasan, tumpahan, dan buangan produk yang tidak memenuhi spesifikasi.
Back to Content ^

Sifat dan Klasifikasi Limbah B3

Bahan atau zat pada limbah termasuk sebagai bahan berbahaya dan beracun jika ia memiliki sifat tertentu, antaralain mudah mudah menyala, mengandung racun, meledak, mudah teroksidasi,  bersifat korosifmenyebabkan iritasi, atau menimbulkan gejala-gejala kesehatan seperti karsinogenik, mutagenik, dan lain sebagainya.
  • Mudah meledak (explosive)
Limbah yang mudah meledak adalah limbah buangan pada suhu tertentu dan tekanan standar dapat meledak dengan  sedang dan keras, karena dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi apabila mendapatkan reaksi fisika atau kimia sederhana. Limbah ini sangat berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan, baik melalui penanganannya, pengangkutan, hingga pembuangannya karena bisa menyebabkan ledakan besar tanpa diduga-duga. Sebagai contoh limbah B3 dengan karakteristik  mudah meledak misalnya limbah bahan eksplosif dan limbah laboratorium seperti asam prikat.
  • Pengoksidasi (oxidizing)
Limbah jenis pengoksidasi adalah limbah bahan beracun berbaya yang dapat melepaskan panas karena teroksidasi sehingga akan menghasilkan api saat mendapatkan reaksi dengan bahan lainnya. Limbah bahan beracun berbaya ini jika tidak ditangani dengan khusus dapat menyebabkan kebakaran besar pada lingkungan atau sebuah ekosistem. Contoh limbah bahan beracun berbaya b3 dengan sifat pengoksidasi misalnya kaporit.
  • Mudah menyala (flammable)
Limbah bahan beracun berbaya yang memiliki sifat mudah sekali menyala adalah limbah yang mudah terbakar karena tersalur dengan udara, nyala api, air, atau bahan-bahan lainnya meski dalam suhu dan tekanan normal. Contoh barang sisa atau sampah bahan beracun berbaya (B3) yang gampang menyala misalnya pelarut toluena atau pelarut aseton yang berasal dari industri cat, tinta, pelarut benzena, pembersihan logam, dan laboratorium kimia.
  • Beracun (moderately toxic)
Limbah beracun adalah limbah yang mengandung zat yang bersifat mrugikan atau dapat menyebabkan kematian akibat racun bagi manusia atau hewan, sehingga menyebabkan keracunan, sakit, atau kematian baik melalui kontak pernafasan, kulit, maupun mulut. Contoh bahan beracun berbaya (B3) ini adalah limbah pertanian seperti buangan pestisida.

  • Berbahaya (harmful)

Limbah berbahaya adalah limbah yang berbentuk padat, cair maupun gas yang dapat menimbulkan dapak buruk bagi kesehatan mahluk hidup sampai tingkat tertentu melalui kontak inhalasi ataupun oral. Limbah berbahaya ini juga perlu campur tangan  orang ahli dibidangnya untuk mengolahnya.
  • Korosif (corrosive)
Jenis Limbah bahan beracun berbaya (B3)  yang bersifat korosif adalah limbah yang memiliki ciri-ciri dapat menyebabkan timbulnya iritasi pada kulit, menyebabkan karat pada benda besi dan baja, mempunyai pH ≥ 2 (bila bersifat asam) dan pH ≥ 12,5 (bila bersifat basa). Contoh bahan beracun berbaya (B3) dengan ciri korosif misalnya, limbah pembersih sodium hidroksida pada industri logam, sisa asam sulfat yang digunakan dalam industri baja, limbah asam dari baterai dan accu.
  • Bersifat iritasi (irritant)
Limbah Limbah bahan beracun berbaya (B3)  yang dapat menyebabkan iritasi adalah limbah yang menimbulkan iritasi pada kulit, peradangan, maupun menyebabkan iritasi pernapasan, pusing, dan mengantuk bila terhirup. Contoh limbah Limbah bahan beracun berbaya (B3)  ini adalah asam formiat yang dihasilkan dari industri karet.
  • Berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment)

Pada dasarnya semua limbah berdampak buruk bagi lingkungan dan sangat berbaya bagi kesehatan namun, limbah yang dapat menyebabkan kerusakan pada suatu kawasan atau ekosistem, misalnya limbah CFC atau Chlorofluorocarbon yang dihasilkan dari mesin pendingin
  • Karsinogenik (carcinogenic), Teratogenik (teratogenic), Mutagenik (mutagenic)
Limbah Limbah bahan beracun berbaya (B3)  karsinogenik adalah limbah yang dapat menyebabkan timbulnya sel kanker, teratogenik adalah limbah yang mempengaruhi pembentukan embrio, sedangkan limbah mutagenik adalah limbah yang dapat menyebabkan perubahan kromosom.

Dengan memiliki dasar-dasar pemikiran dan ilmu pengetahuan tentang limbah B3 diharapkan kita dapat lebih bijaksana dan berhati-hati khususnya dalam membuang limbah yang berbahaya tersebu. Agar kita semua dapat selamat dari dampak buruk  dari  setiap materi yang mengandung B3 dan membahayakan manusia, mahluk hidup dan lingkungan, apapun jenis sisa bahannya.
Back to Content ^

Tujuan pengelolaan limbah B3

Adanya kegiatan atau aktifias untuk pengolahan limbah dengan tujuan menanggulangi atau mengurangi dampak negatife yang ditimbulkan. Sedangkan Tujuan pengelolaan bahan beracun dan berbahaya B3 adalah untuk mencegah dan menanggulangi dapak buruk berupa pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup yang diakibatkan oleh limbah bahan beracun dan berbahaya B3 serta melakukan perbaikan dan pemulihan kualitas lingkungan yang sudah tercemar limbah B3 sehingga sesuai dengan fungsinya kembali.

Dengan ini jelas bahwa tujuan pengolahan limbah B3 ataupun usata atau aktifitas  yang berhubungan dengan bahan beracun dan berbahaya B3, baik penghasil, pengumpul, pengangkut, pemanfaat, pengolah dan penimbun limbah bahan beracun dan berbahaya B3, harus memperhatikan aspek lingkungan dan menjaga ekosistem tetap seperti pada kondisi semula. Dan apabila terjadi pencemaran akibat tertumpah, tercecer dan rembesan limbah bahan beracun dan berbahaya B3, harus dilakukan upaya masimal agar kualitas lingkungan kembali kepada fungsi semula.

Pengertian, Contoh, Sifat dan Karakteristik Limbah B3, dan Cara Pengolahan Limbah B3
Pengertian, Contoh, Sifat dan Karakteristik Limbah B3, dan Cara Pengolahan Limbah B3
Back to Content ^

Lankah – Langkah Pengolahan Limbah B3

Identifikasi limbah B3
Sepserti uraian pada artikel diatas bahwa  limbah B3 digolongkan ke dalam 2 (dua) kategori, Berdasarkan sumber dan Berdasarkan karakteristik. Tidak hanya itu limbah tersebut juga digolongkan menjadi beberapa golongan berdasarkan sumbernya diantaranya : Limbah B3 dari sumber spesifik; Limbah B3 dari sumber tidak spesifik; Limbah B3 dari bahan kimia kadaluarsa, tumpahan dari pengangkutan limbah untuk diolah, bekas kemasan dan buangan produk berbaya yang tidak memenuhi standar spesifikasi dari pemerintah. Apabila golongkan berdasarkan  karakteristik ditentukan dengan: mudah meledak; pengoksidasi; sangat mudah sekali menyala; sangat mudah menyala; mudah menyala;
amat sangat beracun; sangat beracun; beracun; berbahaya; korosif; bersifat iritasi; berbahayabagi lingkungan; karsinogenik;  teratogenik; mutagenik. 
Apabila kegiatan analisa sudah berhasil, dan dapat memilah dan memilih  limbah-limbah B3 berdasarkan pengelompokan atau penggolangan materi yang mengandung  bahan beracun berbaya tersebut, maka tinggal melanjutkan pada langkah berikutnya.

Pada Pengelolaan limbah B3 langkan selanjutnya setelah di identifikasi adalah  kegiatan pengumpulan, pengangkutan, pemanfatan, pengolahan dan penimbunan.  Dalam aktifitas kegiatan pengelolaan limbah B3 harus bijaksana dan berhati-hati sertamendapat izin dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan setiap aktivitas tahapan pengelolaan limbah B3 harus secara terus menerus melaporkan ke KLH. Untuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan untk mengelola limbah B3 di daerah, aktivitas kegiatan pengelolaan selain dilaporkan ke KLH juga ditembuskan ke Bapedalda setempat.

Prosedur Pengolahan limbah B3 tersebut harus mengacu kepada Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) tertanggal 5 September 1995 tentang Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Nomor Kep-03/BAPEDAL/09/1995.

Pengolahan limbah B3 harus memenuhi persyaratan:
Lokasi pengolahan
Pengolahan limbah B3 dapat dilakukan di dalam kawasan penghasil limbah atau di luar kawasan penghasil limbah itu sendiri. Syarat kawasan yang digunakan pengolahan di dalam area penghasil harus:
daerah bebas banjir; memiliki jarak jarak dengan fasilitas umum minimum 50 meter;

sedangkan syarat kawasan pengolahan di luar area penghasil harus: daerah bebas banjir; memiliki jarak dengan jalan utama atau jalan tol minimum 150 m atau 50 m untuk jalan lainnya; sedangkan jarak dengan daerah pemukiman penduduk dan pemukiman umum minimum 300 m;  dan memili batas  dengan wilayah perairan dan sumur penduduk minimum 300 m; terakhir adalah batas dengan wilayah terlindungi (spt: cagar alam,hutan lindung) minimum 300 m.

Fasilitas pengolahan
Dalam pengolahan limbah B3 ada beberapa Fasilitas pengolahan yang harus diterapkan pada sistem operasi, sitem operasi pengolahan tersebut meliputi: sistem kemanan fasilitas; sistem pencegahan terhadap kebakaran; sistem pencegahan terhadap kebakaran; sistem penanggulangan keadaan darurat;
sistem pengujian peralatan; dan pelatihan karyawan.
Keseluruhan sistem pengolahan limbah B3 tersebut harus terintegrasi dan menjadi bagian yang utuh tak terpisahkan dalam pengolahan limbah B3 mengingat macam-macam limbah yang ditangani adalah limbah bahan beracun berbaya tersebut merupkan bahan yang dalam volume kecil maupun besar namun dampaknya besar terhadap ekosisitem dan lingkungan.

Penanganan limbah B3 sebelum diolah
Sebelum aktifitas atau kegiatan pengolahan, bahan - bahan beracun berbaya tersebut harus mendapatkan pengamanan,  limbah B3 harus diidentifikasi dan dilakukan uji analisis terlebih dahulu, hasil  kandungan guna menetapkan prosedur pengolahan limbah yang tepat. Setelah uji analisis kandungan pada limbah dilaksanakan, barulah dapat ditentukan langkah-langkah atau cara paling tepat guna pengolahan limbah tersebut sesuai dengan karakteristik dan kandungan limbah.

Rekomendasi Artikel buat kamu :Tutorial Cara Merubah Kuota Videomax Menjadi Kuota Reguler
Pengolahan limbah B3
Jenis metode serta  tahapan-tahapan pengolahan limbah B3 tergantung dari hasil identifikasi karakteristik dan kandungan limbah. Perlakuan khusus limbah B3 untuk pengolahan dapat dilakukan dengan tindakan sebagai berikut:

Tindakan secara kimia, meliputi: netralisasi, pengendapan, stabilisasi, adsorpsi, redoks, elektrolisa, penukaran ion dan pirolisa.
·         Tindakan secara fisika, meliputi: pemisahan cairan dan penyisihan komponen-komponen spesifik dengan metode kristalisasi, pembersihan gas, dialisa, osmosis balik, dll.
·         Tindakan stabilisas/solidifikasi, dengan harapan untuk meminimalisasi potensi racun dan kandungan limbah B3 dengan langkah membatasi daya penyebaran,  larut, dan daya racun sebelum limbah dibuang ke tempat penimbunan akhir
·         Tindakan insinerasi, dilakukan dengan cara pembakaran materi limbah, proses tersebut dilakukan menggunakan peralatan khusus seperti insinerator dengan efisiensi pembakaran harus mencapai 99,99% atau lebih. Suatu materi limbah bahan beracun berbaya B3 bila ingin dibakar (insinerasi) dengan berat 100 kg, maka abu hasil proses pembakaran tersebut tidak boleh melebihi 0,01 kg atau 10 gr
Tidak keseluruhan tindakan harus dilakukan terhadap satu jenis limbah B3, tetapi tindakan dipilih berdasarkan cara terbaik melakukan pengolahan sesuai dengan jenis dan materi limbah.

Hasil pengolahan limbah B3
Setelah proses pengolahan melalui tahapan-tapahan diatas telah selesai. Kawasan atau  tempat khusus pembuangan akhir limbah B3 yang telah selesai dilaukan pengolahan dan dilakukan pengecekan di kawasan tempat pembuangan akhir limbah B3 tersebut dengan jangka waktu 30 tahun setelah tempat pembuangan akhir habis masa pakainya atau ditutup.

Note :
Harus ada pengawasan terhadap proses  pengelolaan, termasuk penghasil limbah B3, tenaga pengoalah limbah harus melaporkan aktivitasnya ke KLH dengan periode triwulan (setiap 3 bulan sekali).

Agar tidak menimbulkan dampak bagi kehidupan dan kesehatan manusia maka limbah tersebut harus mendapatkan pengolahan dan penanganan khusus dengan benar seperti pada video berikut ini 

Video : Alur Pengolahan Limbah
Sumber : www.youtube.com

Back to Content ^

Nah, demikianlah pengertian limbah Pengertian, Contoh, Sifat dan Karakteristik Limbah B3, dan Cara Pengolahan Limbah B3. Semoga dapat bermanfaat.
Share:

BTemplates.com