Tutorial, Trik, Tips, Cara melakukan sesuatu

Showing posts with label Dampak Limbah. Show all posts
Showing posts with label Dampak Limbah. Show all posts

Ciri Ciri Atau Tanda Air Tanah Yang Tercemar

Konsumsi air secukupnya sangat penting menjaga kesehatan. Karena untuk dapat  dengan sehat tubuh membutuhkan cairan yang cukup. Namun konsumsi air yang baik harus menggunakan air sumber atau air tanah yang bersih dan bebas dari pencemaran. 


Ada banyak ciri-ciri  yang menunjukkan tingkat pencemaran air tanah, yang harus dilakukan di laboratorium. Namun dengan cara yang sangat  sederhana air tanah yang tercemar juga bisa diketahui lewat pengamatan fisik. Usaha yang dilakukan agar mendapatkan air tanah atau air sumber dengan kualitas baik, maka sumur harus dibuat dengan tingkat kedalaman tertentu. Sumur yang yang kedalamannya terlalu dangkal akan terisi air permukaan, yang lebih mudah terkontaminasi oleh cemaran atau polutan.

Penyebab utama pencemaran air terdiri dari polutan alami (mineral dan mikroorganisme) serta polutan buatan. Sedangkan polutan buatan berasal dari manusia seperti residu (sisa) bahan kimia umumnya lebih berbahaya dibandingkan polutan alami.

Sumber polutan buatan dapat diakibatkan dari limbah rumah tangga, industri maupun pertanian. Sumber yang dating dari rumah tangga antara lain berupa air sabun bekas cucian. Sumber limbar yang berasal dari industri lebih beragam, sementara dari pertanian antara lain pupuk dan pestisida.
 
Ciri Ciri Atau Tanda Air Tanah Yang Tercemar
Ciri Ciri Atau Tanda Air Tanah Yang Tercemar
Air sumber yang bersih dan layak untuk dikonsumsi seharusnya tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Adanya pencemaran menyebabkan perubahan pada sifat tersebut. Tanda-tanda yang timbul pada air tanah sudah tercemar dapat dilihat melalui pengamatan fisik.
  1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.
  2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.
  3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.
  4. Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.
  5. Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.
  6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.

Semoga dengan informasi diatas kita dapat mengenali air tanah atau air sumber yang berbaya untuk dikonsumsi
Share:

Beberapa Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengontrol Pembuangan Limbah Gas Ke Udara

Dapat email masuk dari kontak blog yang menanyakan tentang " Sebut cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol pembuangan limbah gas ke udara?". Dari pertanyaan tersebut, ternyata hampir sama dengan sebuah pertanyaan yang ada pada website : brainly.co.id, yang bunyi pertanyaannya "Jelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol pembuangan limbah gas ke udara?".

Beberapa Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengontrol Pembuangan Limbah Gas Ke Udara

Untuk jawaban pada website tersebut dan dapat dipertanggung jawabkan adalah sebagai berikut :
Pada umumnya dilakukan dengan dua cara yaitu mengontrol emisi gas buang yaitu mengurangi sulfur oksida, nitrogen oksida dan kandungan karbon monoksida. Cara lain dengan menghilangkan materi partikulat dari udara dapat dilakukan dengan cara filter udara, dan pengendap siklon, pengendap sistem gravitasi, filter basah, serta pengendap elektrostatik.

Selain itu terdapat jawaban yang menurut saya lebih jelas tentang langkah  yang dapat dilakukan untuk mengontrol pembuangan limbah gas ke udara dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu meliputi : 
1. Mengontrol emisi gas buang, yaitu dengan mengurangi kandungan pada limbah gas

  • Mengurangi sulfur oksida : desulfurisasi, yaitu memasang filter basah (wet scrubber).
  • Mengurangi nitrogen oksida : menurunkan suhu pembakaran mesin.
  • Mengurangi karbon monoksida : memasang alat pengubah katalitik (catalytic converter) untuk menyempurnakan pembakaran.

2. Menghilangkan materi partikulat dari udara pembuangan, antara lain dengan cara memasang beberapa alat seperti berikut ini:

  • Filter udara, Filter ini digunakan pada ventilasi ruangan, cerobong pabrik, dan mesin kendaraan bermotor.
  • Pengendap siklon, yaitu alat pengendap materi partikulat yang ikut dalam gas atau udara buangan dengan memanfaatkan gaya sentrifugal gas buang yang sengaja dihembuskan melalui tepi dinding tabung siklon sehingga partikel yang realtif berat akan terjatung ke bawah
  • Filter basah, yaitu bahan penyaring udara yang bekerja dengan cara menyalurkan udara ke dalam fillter kemudian menyemprotkan air ke dalamnya. Saat udara kontak dengan air, partikel padat dan senyawa lain yang larut dalam air akan ikut terbawa air turun ke bagian bawah sedangkan udara bersih dikeluarkan dari filter.
  • Pengendap sistem gravitasi, Cara kerja : mengalirkan udara kotor ke dalam alat yang dapat memperlambat kecepatan gerak udara, sehingga saat terjadi perubahan kecepatan, materi partikulat akan jatuh dan terkumpul di bagian bawah akibat gaya gravitasi.
  • Pengendap elektrostatik, Cara kerja : udara kotor disalurkan ke dalam alat dan elektroda akan menyebabkan materi partikulat dalam udara mengalami ionisasi. Ion-ion dalam gas buang tersebut akan tertarik ke bawah, sedangkan udara bersih akan keluar. 

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/2701509#readmore
Beberapa Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengontrol Pembuangan Limbah Gas Ke Udara
Beberapa Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengontrol Pembuangan Limbah Gas Ke Udara

Sangat penting peran serta masyarakat untuk ikut mengawasi dan mengontrol pembuangan limbah gas ke udara oleh pabrik-pabrik yang ada disekitar masyarakat. Dengan melapor kepada pihak-pihak terkait penanganan limbah diharapkan masalah limbah dapat di cegah dan ditanggulangi.
Perhatikan Pasal 65 Ayat (6) UU Nomor 32/2009 dibawah ini
Bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 65 ayat (6) UU No 32 /2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup tentang Tata Cara Pengaduan dan Penanganan Pengaduan Akibat Dugaan Pencemaran dan/atau Perusakan Lingkungan Hidup.

Tata Cara Melapor atau Mengadukan Permasalahan Pencemaran Lingkungan Hidup

Pengaduan merupakan informasi yang disampaikan dengan  lisan maupun tulisan dari setiap pengadu kepada instansi yang bertanggung jawab, tentang permasalaan atau  dugaan terjadinya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup dari usaha dan/atau kegiatan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan/atau pasca pelaksanaan.

Pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Dimana perusakan lingkungan hidup adalah tindakan orang yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia, dan/atau hayati lingkungan hidup sehingga melampaui kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

Pengaduan Permasalahan Lingkungan Hidup melalui Lisan

Pengaduan secara lisan disampaikan dengan cara antara lain :
a. langsung kepada petugas penerima pengaduan; dan/atau
b. melalui telepon.
Catatan :
Jika pengaduan secara lisan langsung kepada petugas penerima pengaduan, Pengadu mengisi formulir isian pengaduan sesuai format Lampiran I Peraturan Menteri No 09 Tahun 2010.
Jika pengaduan secara lisan melalui telepon, Petugas penerima pengaduan harus mengisi formulir isian pengaduan Lampiran I Peraturan Menteri No 09 Tahun 2010.

Pengaduan Permasalahan Lingkungan Hidup secara Tertulis

Pengaduan secara tertulis disampaikan melalui antara lain:

  1. Surat;
  2. Surat elektronik;
  3. Faksimile;
  4. Layanan pesan singkat; dan/atau
  5. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Pengaduan tertulis memuat informasi :

  1. Identitas pengadu yang paling sedikit memuat informasi nama, alamat, dan nomor telepon yangbisa dihubungi;
  2. Lokasi terjadinya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup;
  3. Dugaan sumber pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup;
  4. Waktu terjadinya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup; dan
  5. Media lingkungan hidup yang terkena dampak.

Mudah-mudahan beberapa paparan berikut dapat menjawab pertanyaan dan  menambah referensi.
Share:

Contoh Limbah Organik Lunak

Pada Pembahasan kali ini akan membahas tentang pengertian dan Contoh Limbah Organik Lunak, seperti apa proses pengolahan Contoh Limbah Organik Lunak.

Definisi Limbah Organik

Kata limbah organik berasal dari kata Limbah dan Organik. Limbah adalah barang atau benda yang tidak digunakan dan dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Sedangkan Organik adalah barang atau benda yang terbuat dari alam atau makhluk hidup. Limbah Organik barang-barang atau benda  yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) kemudian terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau. Limbah Organik yang berbentuk padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali menjadi sumber masalah dan tidak memiliki nilai jual. Apabila dibedakan berdasarkan  kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Apabila pada suatu area terdapat limbah atau sampah dengan jumlah konsentrasi dan kuantitas tertentu maka akan  berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu adanya pengolahan terhadap limbah. 

Berdasarkan sifatnya limbah organik dibagi menjadi 2 yiatu :
  1. Limbah Organik Lunak
  2. Limbah OrganikKeras
Back to Content ^
Contoh Limbah Organik Lunak
Contoh Limbah Organik Lunak

Contoh Limbah Organik Lunak

Pengertian limbah organik lunak adalah mengarah pada kata sifat lunak, yaitu limbah organik yang bersifat lembut, empuk, dan mudah dibentuk. Jenis limbah bersifat lunak ini dikategorikan dalam bentuk limbah lunak organik dan limbah lunak anorganik. Apabila ingin dipelajari lebih jauh lagi bahwa limbah jenis lunak memiliki proses pelapukan yang tergolong lebih cepat dari pada limbah keras.
Back to Content ^

Proses Pengolahan Bahan Limbah Lunak

Limbah Lunak Organik

Limbah lunak organik lebih banyak didominasi asalnya dari tumbuh-tumbuhan. Bagian dari tumbuh-tumbuhan semuanya dapat dikategorikan limbah dapat diolah menjadi produk kerajinan. Namun, semua bagian-bagian tersebutharus melalui pengolahan terlebih dahulu, agar dapat dirubah menjadi bahan baku yang baik. Contoh daun, kulit buah, kulit sayuran, batang tumbuh-tumbuhan atau hasil olahan tumbuhan seperti kertas. Limbah lunak organik disebut juga dengan  limbah basah. Penyebabnya limbah lunak ini termasuk sampah yang mempunyai kadar air cukup tinggi, dan mudah akan  membusuk kondisinya jika tidak langsung diolah pada saat ingin dipergunakan kembali. 

Jenis limbah lunak organik yang dapat dibentuk dan diolah menjadi kerajinan tangan antara lain kulit kacang, kulit buah/bijibijian, jerami, kertas, kulit jagung, kulit bawang, dan pelepah pisang. Contoh limbah organik  kulit jagung, kulit bawang, kulit kacang, kulit buah-biji-bijian, jerami, kertas, dan pelepah pisang. Proses pembuatan  limbah organik basah dapat dilakukan dengan cara dikeringkan terlebih dahulu, metode pengeringan dapat menggunakan sinar matahari langsung  agar kandungan kadar air dalam bahan limbah organik habis. Limbah lunak organik yang sudah kering merupakan bahan dasar atau  bahan baku yang nanti dapat dibuat berbagai macam produk kerajinan. Dalam pengolahan bahan baku menjadi bahan yang siap pakai ditentukan oleh pengrajin, sesuai tujuan si pembuat karya kerajinan.
Agar bahan limbah dapat diubah menjadi kerajinan tangan maka perlu melalui tahapan-tahapan pengolahan menjadi bahan dasar atau bahan baku. Untuk proses pengolahan limbah lunak membutuhkan pengetahuan yang memadai, karena apabila tidak dilakukan dengan benar makan akan menghasilkan limbah baru yang justru semakin menambah masalah baru dalam kehidupan. Cara tepat agar limbah hasil daur ulang ini dapat dikelola dengan benar secara efsien dan efektif agar barang bekas  yang dihasilkan dari proses pemanfaatan ini dapat diminimalisasi. 


Berikut ini adalah prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan sebutan  3R. 
Back to Content ^

Contoh Kerajinan Limbah Organik Lunak

Apa Saja 3R?

3R adalah prinsip-prinsip yang dipakai untuk mengolah limbah organik dan limbah anorganik, 3R  terdiri dari
  1. Mengurangi (Reduce)
  2. Menggunakan kembali (Reuse)
  3. Mendaur ulang (Recycle) 
Dengan penerapan 3R dengan benar, maka masalah tentang limbah yang ada dilingkungan akan berkurang dan bahkan tidakan muncul permasalahan tentang limbah atau tentang sampah. Simak penjelasan sederhana tentang 3R berikut ini
a. Mengurangi (Reduce)
Menggunakan lebih sedikit barang atau material yang kita pergunakan. Apabila kita semakin banyak kita menggunakan barang-barang material, maka akan  semakin banyak juga limbah atau sampah yang dihasilkan. Pemakaian barang-barang yang sulit diolah kembali akan menambah permalsaahan baru yang akan menambah volume limbah.


b. Menggunakan kembali (Reuse)
Sebagai mahluk hidup kita harus bijak sana dalam  penggunaan dan pemilihan barang, kita harus dapat meghindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, karena dapat menambah jumlah limbah yang ada dilinkungan dan menambah masalah. Kita harus lebih efektif dan efisien dengan pemilihan barang atau benda yang akan kita gunakan dan kita konsumsi.


c. Mendaur ulang (Recycle)
Ada banyak keuntungan yang kita peroleh dari mengolah barang-barang yang ada dilingkungan sekitar. Pada umumnya orang-orang enggan berhubungan dengan barang sisa atau limbah, jadi apabila kita menggunakan barang tersebut kita tidak sebagai bahan baku kita tidak perlu mengeluarkan biaya lebih mahal untuk mendapatkannya, bahkan beberapa barang ada yang dapat kita peroleh dengan gratis. 


Banyak orang menggunakan barang-barang dengan tidak bijak sana merka hanya menggunakan barang yang sekali pakai, suatu contoh minuman kaleng atau minuman botol, makanan instan yang kemasannya dari barang-barang yang suit untuk mengalami pembusukan. Namun ditangan-tangan orang kreatif barang-barang tersebut akan menjadi sumber penghasilan bahkan akan menjadi komoditas eksport yang menghasilkan keungungan yang luar biasa. Pengunaan barang kembali atau daur ulang biasa banyak dimanfaatkan untuk  untuk bahan kerajinan. Pengolahan Bahan Limbah Lunak - Mengurangi - Menggunakan kembali - Mendaur ulang

Dengan mendaur ulang limbah (recycle) menjadi karya kerajinan tangan, ini merupakan prinsip yang harus disosialikan kepada masyarakat luas, karena dengan prinsip ini dapatmengatasi masalah lingkungan yang mengganggu kehidupan. Ada juga komunitas yang sering melakukan kegiatan ini, dan dimanfaatkan sebagai wadah penyaluran hobi keterampilan, kreativitas, dan menumbuhkan jiwa wirausaha.



Contoh Kerajinan Limbah Organik Lunak

Dengan prinsip 3R  permasalahan tentang limbah dan sampah yang ada dilingkungan sekitar pasti akan berkurang, dan sesuai dengan prinsip 3R Recycle atau mendaur ulang limbah dan sampah yang ada dilingkungan sekitar baik limbah organik maupun limbah non organik maka turut mengurangi permasalah limbah dan sampah dan tidak hanya itu kita juga akan mendapat berkah dengan melakukan kegiatan recycle tersebut, ada banyak orang yang sukses karena sampah, bahkan mereka rela membeli sampah untuk dijadikan barang-barang lain. Barang hasil recycle atau daur ulang selain banyak manfaatnya juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Simak penjelasan dibawah ini tentang contoh kegiatan recycle yang dapat menghasilkan keuntungan.

Beberapa kerajinan dari bahan limbah organik lunak di bawah ini yaitu:
1. Limbah Kulit Jagung
Siapa sangkan dan siapa yang juga menduga bahwa kulit jagung yang biasa hanya dibakar dan dibuat untuk kulit pembungkus tembau untuk merokok ternyata dapat menjadi karya kerajinan yang artistik. Kulit jagung adalah limbah organik yang banyak ditemui di pasar tradisional. Banyak pedagang sayuran membuang kulit jagung di tempat sampah. Tidak hanya dipasar kita juga dapat menemukan kulit jagung pada rumah-rumah petani didesa yang menanam jagung.

Dengan memanfaatkan limbah organik kulit jagung, maka sampah yang mencemari lingkungan dapat dikurangi. Kulit jagung termasuk kedalam golongan limbah organik basah, maka kulit jagung memiliki kandungan air yang tinggi.

Cara pengolahan bahan dasar menjadi bahan baku adalah dengan proses sederhana dan relatif mudah yaitu dengan panas matahari hingga kering. Apabila bahan dasar pembuatan kerajinan kering kulit jagung dapat dipoles dengan beri warna, lalu dikeringkan, dan diseterika agar lembarannya dapat terlihat lebih halus dan rata agar mudah dibentuk. Dalam membentuk kulit jagung menjadi sebagau bahan dasar atau bahan baku pembuatan karya memang perlu ketekunan, sehingga akan dapat dihasilkan karya kerajinan yang bagus dan menarik.

Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan  kerajinan dari limbah kulit jagung : kulit jagung cat lem tembak gunting seterika. Bahan dasar dari kulit jagung dapat dibuat menjadi berbagai karya seperti bunga, 
, penghias wadah, bingkai foto, sandal, anyaman untuk keranjang atau tas boneka, hiasan pensil, dan bentuk kerajinan lainnya.
Back to Content ^

Bagaimana pendapatmu tentang limbah kulit jagung?

Apakah masih terdapat  jenis limbah seperti daun di lingkungan tempat tinggalmu yang serupa dan dapat dimanfaatkan pula sebagai bahan dasar untuk membuat produk kerajinan? Sebut saja limbah pelepah pisang, limbah daun nangka, limbah kulit pete cina, kulit bawang dan masih banyak lagi yang lainnya. Apabila ingin sukses coba berpikir kreatif, kalian harus memiliki pemikiran yang berbeda dengan orang lain,  untuk dapat menciptakan produk baru dan kesempatan peluang usaha.

2. Limbah Kertas
Banyak sekali perusahaan, kantor-kantor dan lembaga yang menhgasilkan limbah kertas, biasanya limbah tersebut hanya dipertimbangkan ke tukang loak, ada juga yang memanfaatkan sebagai bungkus makan. Coba kamu perhtaikan setelah dibaca barang media cetak seperti korat atau surat kabar, majalan kadang  hanya menjadi tumpukan limbah rumah tangga. Dengan pengolahan yang tepat barang-barang sisa tersebut dapat bermanfaat kembali, hasil dari produk kerajinan dari kertas bekas ini pun dapat menjadi peluang usaha.

Kami menemukan pertanyaan tentang kertas yang berbuyi bahwa kertas merupakan bagian dari limbah organik kering.Karena kertas dapat terurai dalam tanah. Meskipun kertas mudah hancur jika terkena air, namun jika digunakan sebagai bahan baku atau dasar sebagai pembuatan kerajinan kertas dapat diolah sedemikian rupa agar tidak mudah hancur, langkah yang dapat kita tempuh yaitu dengan menambah kandungan lem atau zat pelindung anti air seperti melanin/politur, dapat pula dengan dilapisi plastik.

Fungsi dari bahan pelapis atau kandungan lain tersebut adalah agar produk kerajinan yang dihasilkan dari kertas dapat tahan lama, tidak mudah rusak, dan terlihat lebih kuat sehingga kita dapat mengatasi unsur kelemahan yang ada pada kertas tidak nampak, sedangkan keunikan lain dari limbah kertasnya dapat dipertahankan. Alat dan bahan untuk  pembuatan kerajinan dari limbah organik kertas : majalah bekas koran bekas pilox clear lem kertas gunting Limbah kertas tidak perlu penanganan khusus seperti halnya limbah jenis organik lainnya.

Dengan pengolahan bahan dasar menjadi bahan baku yang tepat ini akan memperlancar proses pembuatannya pun tidak menemui kendala. Berbeda dengan limbah dari kulit,  limbah kertas  yang tersedia di lingkungan langsung dapat dimanfaatkan segera karena kandungan sifatnya yang kering, dengan berbagai teknik seperti teknik bubur, 
anyaman, teknik sobek, teknik lipat, teknik gulung (pilin),dan masih banyak teknik lainnya yang dapat ditemukan.

Berbagai kerajinan tangan yang dapat dihasilkan dari limbah kertas diantaranya keranjang,  wadah tisu, taplak, boneka, 
vas bunga, sandal, wadah serbaguna, bunga, hiasan dinding, baik bentuk manusia atau pun hewan, dan masih banyak lagi.

3. Limbah Jerami
Perlu kamu ketahui bahwa batang padi yang biasa disebut jerami merupakan limbah orgnaik dari bidang pertanian yang sangat banyak didapat di daerah persawahan. Selama ini batang padi atau jerami biasa dipergunakan sebagai media tanam jamur merang, dan campuran makanan ternak dan bahkan hanya digunakan sebagai bahan bakar saat pembakaran batu bata atau genteng yang dilakukan di areal sawah. Berbeda lagi fungsinya untuk pedagang telur dan buah, batang tanaman jerami juga dapat dimanfaatkan sebagai alas, agar barang dagangan mereka tidak mudah rusak akibat goncangan.

Limbah organik padi ternyata dapat digunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku kerajinan yang cukup unik dan artistik. Proses pembuatan  kerajinan dari jerami masih tergolong langka, sehingga sangat berpotensi untuk dapat dikembangkan. Bagian tanaman jerami memiliki keunikan masing-masing, yaitu dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku atau bahan dasar kerajinan, dari mulai batang padi, ranting padi, selongsong padi dan gabah kosong yang telah dirontokkan dari ranting padi.

Bahan dasar pembuatan kerajianan dari batang padi atau disebut jerami sangat cocok digunakan pada bagian pembentuk wadah pensil atau frame foto. Sedangkan bahan dasar atau bahan baku ranting jerami yang lebih halus, dapat dimanfaatkan untuk membuat bunga-bunga. Bahan dasar jerami dapat pula diberi warna dengan menggunakan pewarna tekstil untuk menambah nilai seni dan daya tarik.

Langkah untuk pewarnaan pun hampir sama dengan mewarnai kulit jagung, yaitu dengan rebus dengan cairan yang sudah diberi zat warna makanan dengan komposisi yang diinginkan. Setelah bahan-bahan tersebut  direndam beberapa saat, lalu jerami dijemur di bawah panas sinar matahari langsung hingga benar-benar kering.

Alat dan bahan untuk mengubah bahan dasar dan bahan baku menjadu  produk kerajinan tangan dari limbah jerami : kulit jagung lem uhu lem tembak gunting pisau. Dengan modal  keterampilan, kreatifitas, dan hanya menggunakan alat sederhana, produk kerajinan dari limbah jerami ini dapat diolah menjadi berbagai bentuk seperti hiasan dinding, bunga, bingkai foto, wadah serbaguna, wadah pensil, dan sebagainya.

4. Limbah Sisik Ikan
Indonesia adalah Negara Maritin dengan penghasil ikan yang sangat besar, konsumi penduduk untuk lauk dari ikan juga sangat besar, sehingga menyumbang limbah dari hasil komsumsi. Limbah yang berasal dari sisik ikan itu bisa menghasilkan produk kerajinan tangan yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis tinggi jika dapat mengolahnya. Setiap ikan menghasilkan sisik yang berbeda ukuran dan ketebalannya.

Limbah yang sering digunakan biasanya adalah sisik ikan kakap untuk produk kerajinan tangan karena sisiknya ini lebih terliat kokoh, tebal, dan besar dibanding sisik ikan mas atau mujair. Berikut ini adalah cara mengolah sisik-sisik ikan agar dapat dipakai menjadi bahan baku produk kerajinan, yaitu;

  1. Sisik-sisik ikan direndam selama 2 jam dengan air detergen dan bilaslah dengan air bersih selama 3 kali hingga benar-benar bersih dari detergen.
  2. Rendam kembali sisik-sisik ikan dengan campuran air jeruk nipis dan air selama 2 jam, agar bau amisnyadapat hilang.
  3. Pisahkan sisik ikan sesuai ukuran dan ketebalan dan tiriskan dengan saringan.
  4. Memberi warna pada sisik-sisik ikan diperlukan kehatihatian. Rebuslah air hingga hangat dengan ditambahkan larutan benzoat sebagai pengawet.
  5. Masukkan pewarna wantex atau cat tekstil pada panci dan masukkan pula sisik-sisik ikannya. Perlu diperhatikan jangan sampai air menjadi mendidih, karena sisik ikan akan menjadi matang dan menempel satu sama lain.
  6. Matikan kompor dan biarkan sisik-sisik ikan itu terendam zat warna selama 20 menit.
  7. Tiriskan sisik-sisik ikan dan keringkan dengan cara diangin-anginkan, agar permukaan tidak melengkung.

5. Limbah Cangkang Kerang
Pada zaman dahulu limbah cangkang kerang dibuat untuk mainan anak, anak-anak pada jaman dulu sangat senang menggunakan mainan dari bahan limbah kerang yang berbentuk aneka hewan lucu dengan pembuatan teknik tempel. Namun pada saat ini dengan berkembangnya teknologi, kerang tidak hanya dibuat dengan cara disusun dan ditempel tetapi limbah kerang  juga dibor bahkan dipadukan dengan bahan logam.

Dengan teknik yang tepat serta  kreativitas dan inovasi dengan cangkang kerang dapat dihasilkan kerajinan tangan yang luar biasa indah dan unik. Adapun proses pengolahan cangkang kerang setelah diambil dari pantai adalah :
Cangkang kerang dipilah-pilah sesuai ukuran dan bentuknya.
Dicuci dengan menggunakan air mengalir dan direndam dalam larutan natrium soda, agar sisa-sisa daging kerang dan kotoran, serta bau yang ada di dalam cangkang kerang dapat larut.
Dikeringkan dengan pengering, tidak menggunakan sinar matahari langsung, agar kualitas kerang tetap terjaga baik.
Persiapan bahan baku cangkang kerang dengan cara dikikir, diamplas, ataupun dipotong sesuai kebutuhan.
Cangkang kerang siap dibuat produk kerajinan sesuai desain yang telah dibuat.


Berikut ini Video kreasi anak negeri tentang kerajinan limbah organik lunak

Back to Content ^

Semoga artikel tentan Limbah Organik Lunak dapat bermanfaat, terima kasih sudah membaca artikel di blog kami.

Baca juga
Peluang Kerja Membuat Kerajinan Tangan
Share:

Limbah Lunak Anorganik atau Limbah Anorganik Lunak

Pada kesempatan kali ini kami ingin memaparkan tentang Limbah Lunak Anorganik atau Limbah Anorganik Lunak, selalu kunjungi blog limbahorganiks untuk selalu mendapatkan informasi terbaru tentang limbah organik.

Pengertian Limbah Anorganik

Limbah anorganik, merupakan jenis limbah yang wujutnya padat, yang mana limbah ini merupakan limbah akan sulit atau bahkan tidak bisa untuk di uraikan, limbah anorganik tidak bisa membusuk dan tidak mengandung unsur karbon. Contoh limbah anorganik adalah baja, plastik, beling dan lain sebagainya. Limbah atau Sampah anorganik berasal dari sumber daya alam dan kimia yang tak dapat diperbarui. Limbah-limbah yang menumpuk merupakan sisa hasil buangan yang akan menyebabkan  polusi. Maka dari itu, proses daur ulang limbah anorganik mendapat perhatian khusus dan penanganan yang semaksimal mungkin agar tidak menyebabkan masalah yang serius.
Limbah Anorganik Lunak
Limbah Anorganik Lunak

Jenis limbah anorganik hampir semua jenisnya sulit terurai, dan mungkin hanya terdapat beberapa jenis saja  bisa terurai tetapi proses untuk terurai limbah tersebut akan memerlukan waktu yang lama. Limbah tersebut berasal dari sumber daya alam yang sumbernya banyak dari pertambangan seperti minyak bumi, batubara, besi, timah, dan nikel. Hasil dari limbah anorganik umumnya berasal dari kegiatan industri, pertambangan, dan domestik yaitu dari sampah yang berasal dari rumah tangga, contohnya;  plastik, karet sintetis, kaleng bekas, botol,potongan atau pelat dari logam, berbagai jenis batu-batuan, pecah-pecahan gelas, tulang-belulang, karton/kardus yang tebal, dan lain-lain
Back to Content ^

Limbah Lunak Anorganik atau Limbah Anorganik Lunak

Limbah Lunak Anorganik
Limbah Lunak Anorganik
Untuk mengolah limbah Anorganik di lingkungan masyarakat harus melalui tahapan-tahapan, dengan berbagai cara tertentu agar tidak menimbulkan masalah yang mengganggu dilingkungan sekitar.

  • Sanitasi (Sanitary landfill)Sanitary landfill merupakan suatu cara untuk pengolahan sampah terkontrol dengan sistem sanitasi yang baik.
  • Pembakaran (Incineration),pada metode ini adalah dengan cara sampah dibakar di dalam alat yang disebut insinerator. Hasilnya adalah pembakarannya berupa gas dan residu pembakaran.
  • Penghancuran (Pulverisation ). Penggunaan cara pulverisation, atau penghancuran sampah dilakukan di dalam mobil pengumpul sampah yang telah dilengkapi dengan alat pengaduk sampah. Sampah-sampah tersebut langsung dihancurkan menjadi potongan-potongan kecil yang dapat dimanfatkan untuk menimbun tanah yang letaknya rendah.
Sedangkan limbah anorganik yang dapat didaur ulang yaitu sampah plastik yang berasal dari rumah tanggal dan tempat-tempat lain, logam, kaca, plastik, dan kaleng. Limbah-limbah anorganik dapat dipilah-pilah sesuai kebutuhan. Pada dasarnya Limbah organik yang bersifat lunak merupakan sisa-sisa barang atau sampah yang dapat dimanfaatkan lagi sebagai bahan kerajinan dan bahan-bahan lain yang dapat bermanfaat.

Bahan dan Proses Limbah Anorganik

Penggolongan Limbah anorganik yang digunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku kerajinan dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu;

1. Limbah anorganik lunak
Limbah Anorganik lunak yang terdiri dari kandungan bahan yang lentur dan mudah dibentuk atau diolah secara sederhana. Contohnya dari bahan limbah anorganik lunak adalah tambangan, dan domistik yaitu dari sampah rumah tangga, contohnya; kaleng bekas, botol, plastik, karet sintetis, potongan atau pelat dari logam, berbagai jenis batu-batuan, pecah-pecahan gelas, tulang-belulang, karton/kardus yang tebal, dan lain-lain.

2. Limbah anorganik keras
Jenis Limbah yang terdiri dari kandungan bahan yang kuat dan tidak mudah dihancurkan dengan alat biasa, melainkan harus menggunakan teknologi tertentu seperti pemanasan, pembakaran dan penghancuran dan sebagainya. Berikut ini merupakan contoh limbah anorganik keras adalah pelat-pelat dari logam, pecah-pecahan keramik, botol kaca, kaleng, dan sebagainya

Back to Content ^

Prinsip Pengolahan Limbah Anorganik

Prinsip-prinsi yang digunakan untuk mengolahan limbah anorganik maupun organik memiliki prinsip yang sama yaitu dengan sistem 3R;
  1. reduce, 
  2. reuse, dan 
  3. recycle. 
Apa saja itu 3R dan penjelasannya? silahkan baca penjelasan tentang 3R pada artikel Limbah Lunak Organik . Berbagai langkah dan kegiatan untuk melakukan recycle; mendaur ulang limbah anorganik menjadi karya kerajinan tangan, berarti sudah dapat mengatasi masalah lingkungan yang mengganggu kehidupan. Reduce, reuse, dan recycle dalam proses pembuatan produk kerajinan harus selalu dijalankan, sehingga dapat meminimalisir sampah yang terjadi setelah hasil produk kerajinan diperoleh, dan tidak hanya itu kita akan mendapatkan berkah lain dari proses kegiatan tersebut.

Dalam membuat dan memproduksi bahan limbah anorganik untuk di daur ulang kembali  menjadi sebuah produk kerajinan tidaklah mudah. Kita harus memiliki tenaga ekstra serta  motivasi yang besar dalam proses kreatif dan mengatasi masalah limbah Anorganik dibandingkan limbah organik, Dengan semangat dan kerja keras dalam bekerja pastinya tidak sulit untuk melahirkan rancangan yang besar. Agar dapat memproduksi kerajinan tangan yang bagus, perlu mengetahui dan memahami prinsip dasar yang membangun kesadaran bahwa mendesain bahan limbah anorganik berbeda dengan limbah organik pada umumnya karena merupakan proses menata ulang kebermanfaatan dari sebuah produk yang telah hilang nilai gunanya.

Pada penjelasan sebelumnya sudah saya uraikan tentang sebuah desain bersifat berkelanjutan (sustainable design), tidak hanya cukup secara ekonomi saja, tetapi  juga harus memperhatikan faktor-faktor yang ada dilingkungan, sosial, dan budaya ke dalam produk. Faktor utama yang menjadi penyebabnya adalah agar desain lebih dapat bertanggung jawab dalam menjawab tantangan pada pasar global. Sama halnya dengan  seorang desainer produk harus memahami pentingnya pemahaman ini. Agar dapat bertahan dan terus berkembang di era modern.

Kreatifitas  akan datang pada seorang tekun dalam bekerja dan akan  memperoleh daya serap serta imajinasi melalui pengetahuan dan perkembangan jaman, terhadap materi bahan, alat dan proses yang akan ditekuninya. Ilmu Pengetahuan tentang bahan limbah anorganik, penggunaan alat dan kemampuan keteknikan dalam bertukang akan melahirkan sebuah proses kreatif itu sendiri. Jadi kratifitas harus diupayakan tercipta dengan banyak langkah. Setelah kreatifitas muncul maka akan melahirkan produk
Back to Content ^

Produk KerRajinan dari Bahan Limbah Anorganik

Produk hasil karya kerajinan dari bahan limbah anorganik yang kami maksud adalah limbah anorganik lunak dan keras. Tidak sedikit orang yang sudah memanfaatkan limbah anorganik ini sebagai produk kerajinan. Banyak juga yang berhasil dengan produknya, hingga dikenal di pasar manca negara karena penggunaan teknik pembuatannya pun bervariasi. Kita harus terus belajar untuk menemukan ide-ide dan kreasi baru, karena ada sekian banyak desain produk kerajinan dari limbah anorganik selalu bertambah dari masa ke masa. Ini dikarenakan semakin banyak orang yang telah melihat dan menemukan celah dari limbah anorganik serta menaruh perhatian terhadap pemanfaatan limbah anorganik sebagai produk kerajinan. Pembuatan produk kerajinan di setiap wilayah tentunya memiliki ciri khas tertentu, sesui dengan wilayah lainnya
Produk Kerajinan Limbah Anorganik Lunak
Produk Kerajinan Limbah Anorganik Lunak

Dari perbedaan daerah memiliki ciri khas kerajinan yang menjadi unggulan daerahnya. Hal ini tentu dikarenakan sumber daya semakin bertambhanya jumlah limbah anorganik dari masing-masing daerah berbeda. Limbah anorgnaik memiliki perbedaan bentuk dan jenis dari yang dihasilkan oleh kawasan industri dan domistik yaitu rumah tangga. Misalnya kawasan yang banyak  industri limbah anorganik yang ada umumnya yang bersifat keras seperti; puing-puing logam, pecahan kaca, dan sebagainya, sedangkan limbah yang berasl dari rumah tangga umumnya bersifat lunak seperti; plastik, perca, dan sebagainya. Namun keduanya bisa saja memproduksi bahan limbah anorganik yang serupa.

Proses daur ulang  masing-masing bahan limbah anorganik secara umum sama. Proses-proses pengolahan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin. Pada paragraf dibawah ini akan kami paparkan pengolahan sederhana yang dapat dilakukan untuk bahan limbah anorganik lunak. Prosesnya yaitu :
  1. Proses pemilahan bahan limbah anorganik, memilih dan memilah limbah anorganik perlu dilakukan sebelum proses produksi.
  2. Proses Pembersihan limbah organik: Pada saat Limbah anorganik dikumpulkan dan dipilah keadaannya tidak cukup bersih, maka perlu dilakukan pencucian dengan menggunakan detergen, agar zat bekas makanan atau minuman dapat larut dan limbah anorganik menjadi bersih.
  3. Proses Pengeringan: Dalam proses pengeringan dilakukan secara konvensional yaitu menggunakan sinar matahari langsung, atau dapat juga secara langsung dengan pengelapan dengan lap kering.
  4. Proses Pewarnaan: Pada taham pewarnaan limbah anorganik dapat dilakukan dengan cara disemprot atau di kuas dengan cat.
  5. Proses Pengeringan setelah pewarnaan: Setelah diberi warna, bahan limbah anorganik harus dikeringkan kembali dengan sinar matahari langsung atau dengan di angin-anginkan.
  6. Proses Penghalusan bahan agar siap pakai: Bahan limbah anorganik yang sudah kering dapat di finishing agar mudah diproses menjadi karya. Proses finishing juga berbagai macam caranya, seperti dipotong, ditempa, di lem, di gerinda, di amplas, dan sebagainya
Back to Content ^

Mengenal Kerajinan dari Bahan Anorganik

Limbah Plastik

Apabila kalian memperhatikan lingkungan sekitar di daerah perkotaan, banyak orang berjualan di pinggir jalan atau di trotoar sebagai pedagang kaki lima, contohnya di terminal atau di pinggir stasiun dan hampir seluruh kawasan industri dan perkantoran tersedia banyak pedagang musiman. Untuk kelangsungan kehidupan,  manusia membutuhkan air untuk minuman. Minuman yang dijual pedagang pun berbagai macam bentuk dan ukurannya. Biasanya minuman ini dikemas dalam botol plastik atau gelas plastik. Botol-botol dan gelas plastik yang memiliki warna warni dengan berbagai bentuknya yang bermacam-macam terkadang hanya dibuang langsung ditempat sampah  sebagai limbah. Kemasan botol dan gelas plastik bekas minuman ditempat sampah terlihat tidak lagi berguna bagi mereka. Namun, perlu adanya proses pembelajaran bahwa  barang-barang tersebut seperti botol dan gelas plastik tersebut dimanfaatkan menjadi karya kerajinan.

Limbah Kemasan Minuman atau Makanan

Definisi kemasan merupakan tempat atau  bagian terluar yang berfungsi untuk membungkus sebuah produk agar sebagai pelindung produk dari kontaminasi lingkungan luar. Sebetulnya kemasan yang digunakan adalah untuk  kemasan  yang berasal dari limbah pangan dan minuman. Jika diperhatikan bentuk-bentuknya kemasan biasanya berbentuk  monoton seperti bentuk kotak. Kemasan atau wadah yang lebih banyak berbentuk kotak ternyata dapat diolah dan diproses menjadi produk kerajinan yang tidak menjemukan.

Kotak tempat  makanan atau  minuman, atau obat-obatan biasanya setelah dimanfaatkan isinya lalu kemasannya dibuang. Jenis limbah ini sangat menantang apabila di proses menjadi sebuah karya kerajinan tangan, maka dibutuhkan penanganan yang terampil. Kotak kemasan biasanya terbuat dari kardus yang dilapisi aluminium foil di bagian dalam.


Limbah Kain Perca


Kebutuhan akan  pakaian merupakan kebutuhan primer sehari-hari yang harus dipenuhi, tidak sedikit dari mereka yang berlebih dalam penggunaan pakaian. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut produksi pakaian yang dilakukan oleh para penjahit atau konveksi sebagai perusahaan pakaian jadi, menghasilkan banyak limbah dari sisa sisa kain yang biasa disebut kain perca. Kain-kain perca yang dihasilkan dari kegiatan tersebut sangat banyak jenis bahannya dan bervariasi corak dan warnanya, ada bergambar atau berbatik kotak-kotak, bunga, dan sebagainya. Terkadang limbah kain perca dapat diaur ulang menjadi barang-barang yang bermanfaat misalnya  ini bisa dijadikan lap pel atau lap tangan dengan cara dijahit.

Peluang usaha ini mulai banyak di tekuni, banyak  limbah kain perca sebagai bahan dasar kerajinan, telah dimanfaatkan, menjadi berbagai kerajinan yang bermanfaat, tidak hanya itu dengan merangkai bahan limbah kain perca menjadi berbagai bentuk hiasan dengan bentuk yang unik dan berbagai macam warna. Ada juga model baju dengan rangkaian dari kain-kain perca yang dijahit bersambung-sambungan dengan berbagai model dan kombinasi warna, dengan komposisi warna yang tempat dari sisa-sisa kain dapat menghasilkan baju dengan model dan warna yang menarik, bahkan apabila dijual harganya sangat menguntungkan, dan banyak juga merekan yang berminat pada busana jenis ini karena unik.

Dengan alasan mudah didapat, dan mudah dibentuk banyak mereka yang menekuni produk kerajinan tangan berbahan kain perca, karena selain murah juga desainnya selalu berkembang dari waktu ke waktu.

Limbah Kaleng

Limbah kaleng banyak dihasilkan dari dari produk minuman dan beberapa makanan yang diawetkan. Sebetulnya minuman dan makanan dengan kemasan kaleng terutama yang mengandung bahan pengawet sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi, namun dengan alasan kesibukan dan waktu yang padat, banyak diantara mereka mengkonsimsi makanan dan minuman yang dikemas dari kaleng. Contoh makanan dan minuman penyegar, manisan buah, daging kornet, dan sebagainya. Limbah kaleng biasanya banyak terdapat pada lingkungan yang ada diperkotaan. Untuk menangani limbah - limbah kaleng memang tidak semudah yang dibayangkan. Namun, apabila dilandasi dengan semangat kerja keras dan usaha yang tekun, hal ini bukanlah suatu kendala,  selain alat tradisional yang digunakan untuk membentuk kaleng juga terdapat alat teknologi mesin. Dalam membentuk limbah kaleng menjadi produk yang diinginkan dapat digunakan alat manual yaitu gunting seng.

Note :
Apabila akan mengolah limbah kaleng, perhatikan keselamatan kerja, agar ketajaman kaleng tidak membahayakan pengguna. Perhatikan juga bahan dasar limbah kaleng tersebut apakah sudah berkarat, apabila kaleng tersebut berkarat, maka kita harus lebih berhati-hati.

Bahan yang untuk membuat kaleng yang digunakan pada kemasan minuman dan makanan biasanya mengandung bahan dan zat yang tidak membahayakan kesehatan. Produk kerajinan tangan dari daur ulang limbah  kaleng yang sudah banyak dibuat oleh orang adalah kaleng yang dilukis menggunakan cat akrilik selain itu, terdapat berbagai miniatur kendaraan atau robot, gedung, perahu pesawat berbahan dasar limbah kaleng. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kerajinan tangan yang terbuat dari limbah kaleng cukup mudah untuk didapatkan di lingkungan sekitar.  Sedangkan bahan dan alat pendukung proses pembuatan adalah lem tembak, lem putih, gergaji besi, gunting seng, dan gunting.

Limbah Kaca

Limbah Lunak Organik selanjutnya adalah Limbah  kaca, baik yang berasal dari botol, piring, gelas dan berbagai benda lainnya yang merupakan salah satu limbah rumah tangga. Apabila diperhatikan limbah botol kaca memiliki warna warni yang banyak sekali, seperti botol bekas minuman air keras ada yang berwarna hijau, coklat, biru, kuning, atau merah. Tapi sekarang juga sudah banyak produk yang menggunakan botol kaca dengan warna yang beragam untuk menarik perhatian dan minat pembeli dan tidak hanya warna bening, contohnya botol minuman kesehatan yang berwarna coklat, botol kecap yang berwarna hijau. Lalu apa yang dapat dimanfaatkan dari warna warni botol kaca tersebut?

Coba amati kegiatan para pengumpul botol bekas, mereka mengumpulkan botol dari berbagai tempat sampah, atau dari limbah rumah, dan jika Botol kaca dijual ke penadah hanya dapat menghasilkan beberapa  rupiah saja, tetapi jika diolah dengan teknologi tinggi seperti pemanasan, botol kaca ini akan berubah menjadi batu batu cantik yang berkilau dan dapat dibuat menjadi berbagai macam aksesoris atau hiasan lainnya. Pencairan kaca dapat menggunakan tungku keramik yang berderajat tinggi hingga 9000C
Kaca bekas dapat diambil dari botol maupun piring, mangkuk, gelas sebagai limbah rumah tangga. Pengolahan limbah kaca dilakukan dengan cara sebagai berikut;

  1. Pengumpulan pecahan limbah kaca, kemudian dimasukkan  dalam karung dan dipukul-pukul dari luar menggunakan kayu atau benda lain yang keras. Jadikan limbah kacara tersebut menjadi ukuran serpihan kaca tidak terlalu halus cukup hingga bongkahan kecil-kecil saja agar mudah dicetak.
  2. Persiapkan wadah cetakan kaca yang terbuat dari keramik yang dibakar hingga suhu melebihi suhu bakar kaca, agar kaca dapat dibentuk menyerupai cetakan.
  3. Lapisi wadah cetakan menggunakan kaolin atau alumina yang dicairkan agar pada saat meleleh kaca tidak menempel pada wadah keramik dan mudah dilepas dari cetakan.
  4. Bakar kaca yang telah dimasukkan dalam cetakan ke dalam tungku yang terbuat dari keramik. Bakar hingga suhu mencapai  650-9000C tergantung ketebalan  dari kaca.
  5. Siapkan tempat sebagai tatanan untuk aksesoris seperti cincin atau kalung. Masukkan kaca yang sudah dicetak dalam tatanan cincin atau kalung.
Banyak benda lain selain aksesoris,  batu-batu hiasan yang indah dari kaca ini dapat pula dijadikan manik-manik yang digunakan sebagai penghias benda seperti tas, sandal, buku, guci, kap lampu dan sebagainya
Back to Content ^

Baca juga
Peluang Kerja Membuat Kerajinan Tangan

Kemasan untuk Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Anorganik

Definisi dari kemasan  secara umum merupakan bagian terluar yang membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungi produk dari kontaminasi lingkungan, guncangan dan benturan­benturan, terhadap benda lain. Setiap bentuk kemasan yang membungkus suatu benda di dalamnya dapat disebut dengan wadah sejauh hal tersebut memang bermanfaat untuk melindungi isinya. Untuk menarik minat konsumin kemasan harus berkesan dan memikat pandangan terhadap suatu isi produk, maka bentuk bungkusannya biasanya dibentuk atau di desain sedemikian rupa, sehingga pesan yang akan disampaikan akan dapat ditangkap oleh pemakai produk dengan baik.


Modifikasi Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Anorganik

Pada paragraf ini kita akan mempelajari mengenai pengembangan penciptaan dari produk kerajinan tangan dari bahan limbah anorganik lunak dan keras. Diharapkan kalian dapat mengembangkan kreatifitas dan ide-ide baru agar produk kerajinan bahan limbah anorganik lunak dan keras yang ada dapat diolah sedemikian rupa menjadi karya kerajinan tangan  yang lebih unik dan memiliki nilai ekonomis. Kita harus melakukan pengamatan serta mencari informasi dari berbagai sumber mengenai produk kerajinan bahan limbah anorganik lunak dan anorganik keras yang telah dimodifiasi akan dapat mempermudah kita dalam memahaminya.

Definisi dari modifikasi adalah merubah, menggayakan, menambah atau kegiatan  menyederhanakan bentuk, memadukan aneka bahan, mengatur ulang komposisi warna, motif, dapat pula menciptakan hal baru yang sangat berbeda dari asalnya.
Apa yang sudah kamu lakukan sebelumnya?
Apakah memadukan aneka bahan?
Kalian harus mencoba melakukan  menyederhanakan bentuk atau menggayakan bentuk kerajinan. Dengan demikian akan didapatkan kemampuan mencipta yang meningkat ke tingkat yang lebih tinggi. Untuk dapat memahami karya modifikasi, kita harus memperbanyak latihan, agar pemahaman kita terhadap karya modifikasi dapat semakin baik.
Back to Content ^

Demikian Penjelasan tentang Pengertian Limbah Lunak Anorganik atau Pengertian Limbah Anorganik Lunak,  Pengolahan Limbah Lunak Anorganik, Pengolahan Limbah Anorganik Lunak.
Share:

Apa Yang Dimaksud Dengan Limbah?

Apa Yang Dimaksud Dengan Limbah? - Pada kesempatan kali ini kami akan membahas jawaban sebuah pertanyaan  "Apa yang dimaksud dengan limbah?" Apabila kalian sedang mencari pertanyaan tersebut pada mesin pencari dan menemukan halaman ini, mungkin koleksi artikel kami tentang  pengertian limbah organik akan sedikit membantu menambah referensi untuk menjawab pertanyaan diatas.

Apa Yang Dimaksud Dengan Limbah?

Pertanyaan tentang pengertian limbah sering di tanyakan oleh tenaga pendidik kepada  pelajar, dosen kepada mahasiswa dan mungkin sorang anak kepada orangtuanya, besar kemungkinan beberapa orang belum mengetahui dan memahami pengertian limbah. Nah, untuk itu simak baik-baik artikel untuk menjawab pertanyaan tersebut. Pada dasarnya limbah merupakan barang atau bahan buangan atau bahan-bahan sisa yang dihasilkan dari proses atau kegiatan manusia baik dari industri maupun domestik (rumah tangga). Pada PP. Nomor 101 tahun 2014, definisi limbah merurut peraturan tersebut adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan.

Pengertian Limbah yang bersumber dari wikipedia,  Limbah adalah bahan-bahan sisa atau bahan-bahan buangan yang dihasilkan dari suatu proses kegiatan produksi,  baik dari kegiatan produksi industri maupun kegiatan produksi domestik (rumah tangga). Apabila terdapat sekumpulan masyarakat tinggal, maka ditempat tersebut terdapat berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Akan  muncul berbagai jenis limbah serta sampah, baik limbah darir kakus (black water), dan ada limbah berasal air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).

Limbah-Limbah tersebut ada yang berwujud padat lebih dikenal dengan sebutan sampah, yang seringkali menimbulkan banyak masalah dan memiliki nilai ekonomis maka dari itu sampah tersebut tidak dikehendaki kemunculannya. Apabila dilihat dari segi  kimiawi, jenis-jenis limbah tersebut terdiri dari bahan kimia yang merupakan senyawa organik dan senyawa anorganik. Apabila dalam volume dan  konsentrasi dan kuantitas tertentu, adanya sampah ataupun  limbah dapat memberikan pengaruh buruk bagi lingkungan alam disekitar kita, terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu adanya penanggunalangan terhadap limbah. Dampak negative dari sampah dan limbah akan menyebabkan bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah yang ada dilingkungan sekitar kita.

Limbah berbeda dengan sampah, sampah adalah bahan  yang dianggap sudah digunakan serta dibuang oleh orang yang memiliki sebelumnya, namun masih dapat digunakan kembali apabila di olah dengan prosedur yang benar. Sedangkan Pengertian Organik adalah fase yang kuat dan relatif cepat, oleh karena itu tanda apa yang kita punya untuk menyatakan bahwa bahan-bahan pokok kehidupan, sebutlah molekul organik, dan planet-planet sejenis, ada juga di suatu tempat di jagad raya? Menurut referensi dari internet, beberapa penemuan baru memberikan rasa optimis yang cukup penting.

Sampah organik adalah bahan yang bisa mengalami pelapukan atau disebut dekomposisi, dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak memiliki bau disebut dengan kompos. Apa itu Kompos, Kompos adalah hasil pelapukan dari bahan organik seperti daun, batang jerami, rumput atau alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dapat dipercepat dengan bantuan manusia.

Apabila kita membahas tentang limbah organik, kata sampah tidak lepas dari pembahasan atau sebuah obrolah. Sampah berasal dari pasar  seperti pasar sayur mayur, atau pasar ikan, jenisnya relatif seragam, pasar buah, sebagian besar (95%) berupa sampah organik sehingga lebih mudah ditangani. Tidak luput, sampah yang berasal dari pemukiman umumnya sangat banyak sekali jenisnya, tetapi dapat dikelompokkan secara umum minimal 75% terdiri dari sampah organik dan sisanya anorganik.
Apa Yang Dimaksud Dengan Limbah?
Apa Yang Dimaksud Dengan Limbah?
Back to Content ^

Jenis -Jenis Limbah Organik atau Sampah Organik

Apabila dikelompokkan berdasarkan jenisnya sampah organik dapat digolongkan menjadi 2 kelompok antara lain sampah organik basah dan kering.
1. Sampah Organik Basah
Pengertian sampah organik basah merupakan sisa bahan organik yang banyak mengadung air atau kandungan air dalam sampah tersebut intensitasnya sangat tinggi. Contoh sampah organik basah seperti sisa sayur, kulit pisang, buah yang busuk, kulit bawang dan sejenisnya. Sampah-sampah organik basah banyak kita temua di pasar sayur atau pasar buah.

Limbah organik atau atau yang disebut sebagai sampah organik dapat menimbulkan bau busuk yang menyengat tidak sedap sebab apabila dibiartkan ditempat terbuka hal tersebut disebabkan kandungan air tinggi yang menyebabkan sampah jenis ini cepat membusuk. Apabila dibiarkan tanpa ada penanggunalangan secara intensif akan dapat menyebabkan banyak timbul masalah atau penyakit.

2. Sampah Organik Kering
Pengelompokan organik yang kedua adalah sampah organik kering, dikatakan sampah organik kering karena sampah organik ini jumlah kandungan atau intensitas kandungan air jumlahnya sedikit apabila dibandingkan sampah organik basah.

Contoh Jenis sampah organik kering adalah kayu, ranting pohon, kayu dan daun – daun kering. Kebanyakan sampah organik sulit diolah kembali jadi lebih sering dibakar untuk memusnahkannya.
Back to Content ^

Contoh Limbah atau Sampah Organik

Contoh-Contoh Sampah Organik

Berikut ini adalah contoh sampah organik adalah sisa nasi, hasil konsumsi buah atau kulit buah, bua-buahan dan sayur-sayuran yang telah membusuk, ampas teh atau kopi, bangkai binatang atau hewan, dan kotoran hewan atau manusia

Contoh - Contoh Sampah Anorganik

Berikut ini adlaah merupakan contoh dari sampah anorganik adalah  plastic bekas, botol atau kaleng bekas minuman, tas kresek atau tas plastik, ban bekas yang sudah tidak digunakan, besi, kaca, kabel, barang elektronik, bohlam lampu dan plastik. Jenis sampah anorganik merupakan jenis sampah anorganik yang sulit terurai. Namun, dapat anda manfaatkan kembali menjadi barang-barang yang bermanfaat dan bernilai ekonomis tinggi, apabila di daur ulang kembali menjadi bahan kerajinan.

Banyak orang yang sukses dan menjadi seseorang milyader karena dapat mengolah kembali sampah anorganik menjadi bahan-bahan yang bermanfaat. Contohnya adalah pengerajin kursi yang dibuat dari ban bekas yang dibuat menjadi sebuah kursi berbentuk boneka lucu atau dengan motif yang lain. Miniature-miniatur pesawat, mobil dan bangunan yang berasal dari botol dan keleng bekas.

Sampah anorganik merupakan jenis sampah yang sulit terurai dan akan menjadi masalah serius bagi manusia apabila dibiarkan begitu saja. Gali penjelsan lebih lengkap mengenai sampah, pengertian sampah, manfaat sampah dan dampak sampah
Back to Content ^

Jenis-Jenis Limbah


Back to Content ^

Jenis limbah ada 5 berdasarkan sifatnya

Limbah korosif, pengertian limbah korosif adalah limbah apabila mengenai kulit dapat  menyebabkan iritasi, apabila mengenai benda-benda yang terbuat dari besi dapat  membuat benda tersebut menjadi berkarat
Limbah beracun adalah limbah yang mengandung racun berbahaya bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Dampak dari Limbah beracun bisa mengakibatkan kematian jika masuk ke dalam laut.
Limbah reaktif adalah bahan sisa yang sifat sifatnya  mudah bereaksi terhadap oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi dan dapat menimnbulkan kebakaran.
Limbah dapat  meledak adalah limbah atau barang sisa apabila terkena suatu proses kimia dapat menghasilkan benda gas dengan suhu yang memiliki tekanan tinggi serta dapat merusak lingkungan.
Limbah mudah terbakar adalah limbah yang mengandung bahan yang menghasilkan gesekan atau percikan api jika berdekatan dengan api.

Contoh Limbah yang dihasilkan dari proses atau kegiatan industri antara lain:
Limbah berwujud padat: sisa tong bekas, kain bekas, sparepart, besi, dll
Limbah berwujud cair: hasil pelarut, air bekas produksi bahan kimia, , oli bekas, dll
Limbah berwujud gas: gas buangan boiler, gas buangan kendaraan bermotor, gas hasil pembakaran dll

Limbah yang dihasilkan dari proses atau kegiatan rumah tangga (domestik) antara lain:
Limbah berwujut padat: sisa makanan, tinja manusia dll
Limbah berwujut cair: urine manusia, air bekas cucian, air bekas mandi dll
Limbah berwujut gas: asap dapur, asap hasil pembakaran sampah, dll

Semakin banyak limbah yang dihasilkan akan dapat menyebabkan dampak terhadap lingkungan. Limbah yang dihasilkan bisa berdampak positif dan negatif terhadap lingkungan. Perlu dilakukan pengolahan limbah untuk mengurangi dampaknya terhadap lingkungan. Beberapa penyebab limbah dapat  mempengaruhi kualitas limbah antara lain kandungan bahan pencemar, volume limbah, dan frekuensi pembuangan limbah. Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah.

Bagaiman sudah mendapat jawaban tentang Apa yang dimaksud dengan limbah?,
Back to Content ^

Penanggulangan Limbah

Butuh campur tangan antara masyarakat disekitar dengan aparan pemerintah daerah setempat untuk langkah cepat penaggulangan limbah. Dari beberapa hal yang memengaruhi kualitas limbah adalah jumlah limbah, kandungan limbah pencemar, dan rata-rata pembuangan limbah. Adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah dalam menanggulangi limbah sangat diperlukan untuk mencegah dan mengantisipasi bertambahnya limbah.
Apabila dicermati lebih lanjut  pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi:
  1. pengolahan menurut tingkatan perlakuan
  2. pengolahan menurut karakteristik limbah

video pengolahan limbah
sumber : www.youtube.com

Cara mengatasi berbagai jenis limbah dan air limpasan (hujan), pada sebuah permukiman, pada  pada pemukiman tersebut harus meningkatkan stuktur sanitasi yang lebih bagus. Pembuatan sanitasi ini tidak harus menunggu uluran tangan, atau  bentuk  layanan yang disediakan pihak lain. Ada juga layanan sanitasi yang harus disediakan sendiri oleh masyarakat, khususnya pemilik atau penghuni rumah, seperti jamban misalnya.
Back to Content ^

Semoga dapat bermanfaat artikel tentang Apa yang dimaksud dengan limbah?. 
Share:

Pengertian, tujuan dan cara Pengelolaan Sampah

Pengelolan Sampah – Apabila kita memperhatikan kondisi lingkungan sekitar kita mulai dihalaman rumah, lingkungan masyarakat dan tempat-tempat umum, kondisinya sangat memprihatinkan, apabila dibandingkan dengan kawasan yang penduduknya sudah maju atau memiliki pendidikan yang lebih tinggi sangat jauh sekali perbedaanya. Banyak sekali terlihat sampah menumpuk dan dibiarkan pada alam terbuka. Sampah tersebut baik sampah organik dan sampah non organik menjadi satu tanpa dipisah.

Banyak juga dijumpai mereka yang masih suka membuang sampah sembarangan ditempat-tempat umum seperti pasar, halte, dan terminal. Entah sadar atau tidak, sengaja maupun tidak disengaja mereka membuang sampah di sembarang tempat, banyak juga kami jumpai mereka membuang sampah dari dalam kendaraan berupa bungkus rokok, tisu atau bungkus makaran ringan. Kurangnya kesadaran akan pengaruh buruk atau dampak sampah terhadap lingkungan membuat kebiasaan-kebiasaan buruk ini tetap dilakukan dengan tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.

Pengertian Pengelolaan Sampah

Apabila dicermati Pengelolaan sampah merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengumpulkan sampah, mengangkut sampah untuk dilakukan pemrosesan yang disebut sebagai daur ulang, atau pembuangan dari material-material sampah. Benda atau barang-barang material sampah yang ditumbulkan dari aktifitas atau kegiatan manusia, dan biasanya dikelola kembali untuk mengurangi dampaknya buruk bagi  kesehatan, lingkungan, atau estetika. Tindakan Pengelolaan berbagai jenis sampah juga dilakukan untuk mengembalikan dan memulihkan sumber daya alam (resources recovery). Tidakan pengelolaan sampah tersebut bisa melibatkan beberapa zat diantaranya zat padat, cair, gas, atau radioaktif dengan tindakan pengolahan atau  metode dan serta keterampilan khusus untuk masing-masing jenis zat.
Pengelolaan Sampah

Apabila melihat cara mengelola sampah di negara maju dan negara berkembang tampak berbeda cara mengelolanya, berbeda pula pada daerah perkotaan dengan daerah yang ada dipedesaan dan antara daerah-daerah yang ada diperumahan dengan daerah kawasan industri. Pengelolaan sampah yang benar, maka dampak sampak tersebut tidak berbahaya. Pengelolaan limbah dan sampah yang ada pada pemukiman dan institusi, serta  dikawasan  metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan untuk mengelola sampah pada area komersial dan industri biasanya ditangani sendiri oleh perusahaan pengolah sampah dan harus mendapat pengawasan.  Metode pengelolaan sampah berbeda-beda tergantung banyak hal, di antaranya tipe zat sampah, lahan yang digunakan untuk mengolah, dan ketersediaan lahan.
Back to Content ^

Tujuan Mengelola Sampah

Pada dasarnya kegiatan mengelola sampah merupakan proses yang diperlukan dengan tujuan:
Merubah sampah menjadi barang-barang yang memiliki nilai ekonomis (pemanfaatan sampah), atau
mengolah limbah dan sampah agar menjadi barang yang tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan hidup. Apabila dilakukan dengan cara yang benar maka dampak buruk yang ditumbulkan akibat sampah akan berkurang sedikit demi sedikit. Selain itu pemandangan yang ada pada lingkungan sekitar akan berubah menjadi lebih asri.
Back to Content ^

Metode Pembuangan Sampah

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negative atau pengaru buruk bagi kesehatan manusia dan linkungan hidup (mahluk hidup). Dengan cara dan langkah yang tepat maka akan lebih efektif dan efiesien dalam pengelolaanya. Nah, beberapa cara yang mungkin bisa dicoba dirumah, untuk mengelola sampah antara lain :
Back to Content ^

Metode Pembuangan

Pembuangan sampah dengan cara penimbunan darat atau yang biasa disebut mengubur sampah untuk membuang sampah, lankah atau cara ini adalah metode paling sering digunakan dikawasan pedesaan yang umumnya memiliki lahan luas dan lokasi penimbungan tersebut jauh dari rumah.
Kegiatan mengubur sampah biasanya dilakukan pada lokasi tanah yang tidak digunakan, lubang bekas pegerukan pasir yang dalam dan lubang yang sengaja diambil tanahnya sebagai uruk. Sebuah lokasi  penimbunan darat yang sengaja di rencanakan dan dikelola dengan baik dan benar akan menjadi tempat penimbunan sampah yang ramah dengan lingkungan serta higienis dan murah. Sedangkan metode kelola sampah dengan penimbunan darat yang tidak direncanakan dan tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai permasalahan, di antaranya angin berbau menyengat akibat dari sampah, menarik berkumpulnya binatang lalat dan sebagainya, dan adanya genangan air yang bercampur dengansampah. Dampak lain yang ditumbulkan dari sampah adalah gas metana dan karbon dioksida yang juga sangat berbahaya.
Back to Content ^

Daur ulang Sampah

Ciri khas dari desain penimbunan darat yang lebih modern antara lain metode pengumpulan air sampah menggunakan bahan sederhana seperti tanah liat atau plastik pelapis. Limbah dan sampah yang dikubur biasanya dipadatkan untuk mengurangi jumlah volume dan menambah kestabilannya, dan ditutup rapat dengan tujuan untuk tidak menarik hama (biasanya, lalat dan tikus). Banyak pengelolaan sampah modern pada penimbunan sampah memiliki sistem pengekstrasi gas yang dipasang untuk mengeluarkan gas. Hasil dari sampah berupa gas yang sudah  terkumpul akan dikeluarkan dari tempat penimbunan sampah dan dibakar pada ujung  menara pembakar atau dibakar pada mesin berbahan bakar gas untuk membangkitkan listrik.
Back to Content ^

Pengolahan Kembali Secara Fisik Sampah

Daur ulang atau proses pemanfaatan kembali, merupkan tindakan yang dilakukan untuk pemilahan sampah yang masih memiliki nilai ekonimis, yang dapat digunakan kembali menjadi barang-barang yang bermanfaat, atau  disebut sebagai daur ulang (reuse). Terdapat beberapa cara  atau kegiatan yang dilakukan pada daur ulang, pertama adalah mengumpulkan bahan-bahan sampahnya untuk olah kembali  atau mengambil energi dari sampah-sampah yang bisa dibakar untuk membangkitkan energi listrik.

Langkah ini adalah cara paling populer dari kegiatan daur ulang, yaitu mengambil dan menyatukan dan menggunakan kembali jenis-jenis sampah yang dibuang, contohnya sampah tersebut adalah botol bekas kemasan, atau bunkus yang sudah tidak terpakai yang dikumpulkan kembali dengan tujuan untuk digunakan kembali. Pengumpulan sampah dapat dilakukan dari sampah yang sudah dipisahkan sejak awal melalui penempatan kotak sampah yang jenisnya berbeda seperti sampah organik dan sampah anorganik disendirikan ketika awal pembuangan sampah, atau dari sampah yang sudah tercampur.

Barang-barang bekas yang biasa dikumpulkan adalah bungkus minum aluminium, kaleng yang terbuat dari bahan baja, sisa dari  makanan atau minuman, kertas karton, koran, majalah, Botol HDPE dan PET, botol kaca, dan kardus. Jenis bahan yang berbahan dasar plastik lain seperti (PVC, LDPE, PP, dan PS) juga bisa didaur ulang. Daur ulang dari barang-barang produksi yang bersifat kompleks seperti komputer atau mobil lebih susah, karena bagian-bagiannya dari komponen-komponen tersebut harus diurai dan dikelompokkan menurut jenis bahannya.
Back to Content ^

Ada banyak pengelolaan sampah dan pengelolaan limbah yang dapat dilakukan. Semoga apa yang telah kami bahas tentang  Pengelolaan Sampah dapat bermanfaat.
Share:

Pengertian, Contoh, Sifat dan Karakteristik Limbah B3, dan Cara Pengolahan Limbah B3

Pengertian, Contoh, Sifat dan Karakteristik Limbah B3, dan Cara Pengolahan Limbah B3 - Usaha pemerintah bersama anggota masyarakat terhadap penanganan limbah yang menumpuk dan berdampak buruk bagi kehidupan dan kesehatan mahluk hidup terus menerus dijalankan. Berbagai macam limbah baru muncul akibat perkembangan teknologi dan aktivitas yang dilakukan oleh  manusia. Pentingnya pengetahuan yang harus dimiliki oleh setiap manusia akan dampak limbah bagi kehidupan dan kesehatan. Tidak hanya itu kesadaran untuk tidak membuat sampah atau limbah berbaya di lingkungan umum atau daerah disekiktar pemukiman

Pengertian, Contoh, Sifat dan Karakteristik Limbah B3, dan Cara Pengolahan Limbah B3

Apabila kita melihat lingkungan yang ada disekitar kita, terutama di tempat-tempat umum seperti stasiun, terminal, pasar dan tempat-tempat lainnya, masih banyak ditemui orang membuang sampah atau limbah disembarang tempat. Sampah serta limbah tersebut dibuang disembarang tempat, dan biasanya diselitpkan ditempat-tempat yang tidak terlihat.
  • Apakah yang dimaksud dengan limbah B3?
  • Apa saja contoh limbah B3?
  • Bagaimana teknik penanganan limbah B3?
Baca juga artikel tentang Contoh Limbah B3

Agar tidak menimbulkan dampak negatife dari bahaya Limbah  B3, maka pada artikel berikut ini akan membahas tentang semua pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Pengertian Limbah B3

Kata B3 merupakan kepanjangan dari bahan beracun dan berbahaya. Sedangkan kata limbah sendiri artinya adalah   limbah Organik merupakan sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan akan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos). Pengertian dari Kompos sendiri  merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya pada waktu tertentu dapat dapat  juga dipercepat oleh bantuan manusia. Sampah pasar khusus seperti pasar sayur mayur, pasar buah, atau pasar ikan, jenisnya relatif seragam, sebagian besar (95%) berupa sampah organik sehingga lebih mudah ditangani. Maka, pengertian limbah B3 dapat diartikan sebagai barang sisa atau barang-barang yang dibuangan yang memiliki sifat-sifat dan konsentrasinya mengandung zat beracun dan berbahaya bagi kesehatan mahluk hidup,  sehingga dampak secara langsung maupun dampak secara tidak langsung dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, dan mengancam kelangsungan hidup manusia serta organisme dalam sebuah ekosistem.



Limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) bukan hanya bersumberdari kegiatan dan aktivitas dari industri. Aktivitas rumah tangga ternyata juga menyumbang beberapa limbah bahan beracun dan berbahaya. Beberapa contoh limbah bahan beracun dan berbahaya (B3)  yang dihasilkan rumah tangga domestik) di antaranya bekas pengharum ruangan, pemutih pakaian, deterjen pakaian, pembersih kamar mandi, pembesih kaca/jendela, pembersih lantai, pengkilat kayu, pembersih oven, pembasmi serangga, lem perekat, hair spray, dan batu baterai.
Back to Content ^

Macam Macam Limbah B3

Berdasarkan sumbernya, limbah bahan beracun dan berbahaya (B3)  B3 dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:
  1. Limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) dari sumber nya tidak jelas atau tidak spesifik. Limbah bukan kegiatan utama, melainkan limbah berasal dari proses pemeliharaan alat, pelarutan kerak, pencucian, inhibitor korosi,  pengemasan dan lain-lain. 
  2. Limbah bahan beracun dan berbahaya (B3)  dari sumbernya jelas atau bersumber spesifik. Limbah  bahan beracun dan berbahaya (B3)  ini berasal dari proses suatu industri (kegiatan utama). 
  3. Limbah B3 dari sumber lain. Limbah dan bahan-bahan beracun ini berasal dari sumber yang tidak diduga munculnya tidak tentu, misalnya prodak kedaluwarsa, sisa kemasan, tumpahan, dan buangan produk yang tidak memenuhi spesifikasi.
Back to Content ^

Sifat dan Klasifikasi Limbah B3

Bahan atau zat pada limbah termasuk sebagai bahan berbahaya dan beracun jika ia memiliki sifat tertentu, antaralain mudah mudah menyala, mengandung racun, meledak, mudah teroksidasi,  bersifat korosifmenyebabkan iritasi, atau menimbulkan gejala-gejala kesehatan seperti karsinogenik, mutagenik, dan lain sebagainya.
  • Mudah meledak (explosive)
Limbah yang mudah meledak adalah limbah buangan pada suhu tertentu dan tekanan standar dapat meledak dengan  sedang dan keras, karena dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi apabila mendapatkan reaksi fisika atau kimia sederhana. Limbah ini sangat berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan, baik melalui penanganannya, pengangkutan, hingga pembuangannya karena bisa menyebabkan ledakan besar tanpa diduga-duga. Sebagai contoh limbah B3 dengan karakteristik  mudah meledak misalnya limbah bahan eksplosif dan limbah laboratorium seperti asam prikat.
  • Pengoksidasi (oxidizing)
Limbah jenis pengoksidasi adalah limbah bahan beracun berbaya yang dapat melepaskan panas karena teroksidasi sehingga akan menghasilkan api saat mendapatkan reaksi dengan bahan lainnya. Limbah bahan beracun berbaya ini jika tidak ditangani dengan khusus dapat menyebabkan kebakaran besar pada lingkungan atau sebuah ekosistem. Contoh limbah bahan beracun berbaya b3 dengan sifat pengoksidasi misalnya kaporit.
  • Mudah menyala (flammable)
Limbah bahan beracun berbaya yang memiliki sifat mudah sekali menyala adalah limbah yang mudah terbakar karena tersalur dengan udara, nyala api, air, atau bahan-bahan lainnya meski dalam suhu dan tekanan normal. Contoh barang sisa atau sampah bahan beracun berbaya (B3) yang gampang menyala misalnya pelarut toluena atau pelarut aseton yang berasal dari industri cat, tinta, pelarut benzena, pembersihan logam, dan laboratorium kimia.
  • Beracun (moderately toxic)
Limbah beracun adalah limbah yang mengandung zat yang bersifat mrugikan atau dapat menyebabkan kematian akibat racun bagi manusia atau hewan, sehingga menyebabkan keracunan, sakit, atau kematian baik melalui kontak pernafasan, kulit, maupun mulut. Contoh bahan beracun berbaya (B3) ini adalah limbah pertanian seperti buangan pestisida.

  • Berbahaya (harmful)

Limbah berbahaya adalah limbah yang berbentuk padat, cair maupun gas yang dapat menimbulkan dapak buruk bagi kesehatan mahluk hidup sampai tingkat tertentu melalui kontak inhalasi ataupun oral. Limbah berbahaya ini juga perlu campur tangan  orang ahli dibidangnya untuk mengolahnya.
  • Korosif (corrosive)
Jenis Limbah bahan beracun berbaya (B3)  yang bersifat korosif adalah limbah yang memiliki ciri-ciri dapat menyebabkan timbulnya iritasi pada kulit, menyebabkan karat pada benda besi dan baja, mempunyai pH ≥ 2 (bila bersifat asam) dan pH ≥ 12,5 (bila bersifat basa). Contoh bahan beracun berbaya (B3) dengan ciri korosif misalnya, limbah pembersih sodium hidroksida pada industri logam, sisa asam sulfat yang digunakan dalam industri baja, limbah asam dari baterai dan accu.
  • Bersifat iritasi (irritant)
Limbah Limbah bahan beracun berbaya (B3)  yang dapat menyebabkan iritasi adalah limbah yang menimbulkan iritasi pada kulit, peradangan, maupun menyebabkan iritasi pernapasan, pusing, dan mengantuk bila terhirup. Contoh limbah Limbah bahan beracun berbaya (B3)  ini adalah asam formiat yang dihasilkan dari industri karet.
  • Berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment)

Pada dasarnya semua limbah berdampak buruk bagi lingkungan dan sangat berbaya bagi kesehatan namun, limbah yang dapat menyebabkan kerusakan pada suatu kawasan atau ekosistem, misalnya limbah CFC atau Chlorofluorocarbon yang dihasilkan dari mesin pendingin
  • Karsinogenik (carcinogenic), Teratogenik (teratogenic), Mutagenik (mutagenic)
Limbah Limbah bahan beracun berbaya (B3)  karsinogenik adalah limbah yang dapat menyebabkan timbulnya sel kanker, teratogenik adalah limbah yang mempengaruhi pembentukan embrio, sedangkan limbah mutagenik adalah limbah yang dapat menyebabkan perubahan kromosom.

Dengan memiliki dasar-dasar pemikiran dan ilmu pengetahuan tentang limbah B3 diharapkan kita dapat lebih bijaksana dan berhati-hati khususnya dalam membuang limbah yang berbahaya tersebu. Agar kita semua dapat selamat dari dampak buruk  dari  setiap materi yang mengandung B3 dan membahayakan manusia, mahluk hidup dan lingkungan, apapun jenis sisa bahannya.
Back to Content ^

Tujuan pengelolaan limbah B3

Adanya kegiatan atau aktifias untuk pengolahan limbah dengan tujuan menanggulangi atau mengurangi dampak negatife yang ditimbulkan. Sedangkan Tujuan pengelolaan bahan beracun dan berbahaya B3 adalah untuk mencegah dan menanggulangi dapak buruk berupa pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup yang diakibatkan oleh limbah bahan beracun dan berbahaya B3 serta melakukan perbaikan dan pemulihan kualitas lingkungan yang sudah tercemar limbah B3 sehingga sesuai dengan fungsinya kembali.

Dengan ini jelas bahwa tujuan pengolahan limbah B3 ataupun usata atau aktifitas  yang berhubungan dengan bahan beracun dan berbahaya B3, baik penghasil, pengumpul, pengangkut, pemanfaat, pengolah dan penimbun limbah bahan beracun dan berbahaya B3, harus memperhatikan aspek lingkungan dan menjaga ekosistem tetap seperti pada kondisi semula. Dan apabila terjadi pencemaran akibat tertumpah, tercecer dan rembesan limbah bahan beracun dan berbahaya B3, harus dilakukan upaya masimal agar kualitas lingkungan kembali kepada fungsi semula.

Pengertian, Contoh, Sifat dan Karakteristik Limbah B3, dan Cara Pengolahan Limbah B3
Pengertian, Contoh, Sifat dan Karakteristik Limbah B3, dan Cara Pengolahan Limbah B3
Back to Content ^

Lankah – Langkah Pengolahan Limbah B3

Identifikasi limbah B3
Sepserti uraian pada artikel diatas bahwa  limbah B3 digolongkan ke dalam 2 (dua) kategori, Berdasarkan sumber dan Berdasarkan karakteristik. Tidak hanya itu limbah tersebut juga digolongkan menjadi beberapa golongan berdasarkan sumbernya diantaranya : Limbah B3 dari sumber spesifik; Limbah B3 dari sumber tidak spesifik; Limbah B3 dari bahan kimia kadaluarsa, tumpahan dari pengangkutan limbah untuk diolah, bekas kemasan dan buangan produk berbaya yang tidak memenuhi standar spesifikasi dari pemerintah. Apabila golongkan berdasarkan  karakteristik ditentukan dengan: mudah meledak; pengoksidasi; sangat mudah sekali menyala; sangat mudah menyala; mudah menyala;
amat sangat beracun; sangat beracun; beracun; berbahaya; korosif; bersifat iritasi; berbahayabagi lingkungan; karsinogenik;  teratogenik; mutagenik. 
Apabila kegiatan analisa sudah berhasil, dan dapat memilah dan memilih  limbah-limbah B3 berdasarkan pengelompokan atau penggolangan materi yang mengandung  bahan beracun berbaya tersebut, maka tinggal melanjutkan pada langkah berikutnya.

Pada Pengelolaan limbah B3 langkan selanjutnya setelah di identifikasi adalah  kegiatan pengumpulan, pengangkutan, pemanfatan, pengolahan dan penimbunan.  Dalam aktifitas kegiatan pengelolaan limbah B3 harus bijaksana dan berhati-hati sertamendapat izin dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan setiap aktivitas tahapan pengelolaan limbah B3 harus secara terus menerus melaporkan ke KLH. Untuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan untk mengelola limbah B3 di daerah, aktivitas kegiatan pengelolaan selain dilaporkan ke KLH juga ditembuskan ke Bapedalda setempat.

Prosedur Pengolahan limbah B3 tersebut harus mengacu kepada Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) tertanggal 5 September 1995 tentang Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Nomor Kep-03/BAPEDAL/09/1995.

Pengolahan limbah B3 harus memenuhi persyaratan:
Lokasi pengolahan
Pengolahan limbah B3 dapat dilakukan di dalam kawasan penghasil limbah atau di luar kawasan penghasil limbah itu sendiri. Syarat kawasan yang digunakan pengolahan di dalam area penghasil harus:
daerah bebas banjir; memiliki jarak jarak dengan fasilitas umum minimum 50 meter;

sedangkan syarat kawasan pengolahan di luar area penghasil harus: daerah bebas banjir; memiliki jarak dengan jalan utama atau jalan tol minimum 150 m atau 50 m untuk jalan lainnya; sedangkan jarak dengan daerah pemukiman penduduk dan pemukiman umum minimum 300 m;  dan memili batas  dengan wilayah perairan dan sumur penduduk minimum 300 m; terakhir adalah batas dengan wilayah terlindungi (spt: cagar alam,hutan lindung) minimum 300 m.

Fasilitas pengolahan
Dalam pengolahan limbah B3 ada beberapa Fasilitas pengolahan yang harus diterapkan pada sistem operasi, sitem operasi pengolahan tersebut meliputi: sistem kemanan fasilitas; sistem pencegahan terhadap kebakaran; sistem pencegahan terhadap kebakaran; sistem penanggulangan keadaan darurat;
sistem pengujian peralatan; dan pelatihan karyawan.
Keseluruhan sistem pengolahan limbah B3 tersebut harus terintegrasi dan menjadi bagian yang utuh tak terpisahkan dalam pengolahan limbah B3 mengingat macam-macam limbah yang ditangani adalah limbah bahan beracun berbaya tersebut merupkan bahan yang dalam volume kecil maupun besar namun dampaknya besar terhadap ekosisitem dan lingkungan.

Penanganan limbah B3 sebelum diolah
Sebelum aktifitas atau kegiatan pengolahan, bahan - bahan beracun berbaya tersebut harus mendapatkan pengamanan,  limbah B3 harus diidentifikasi dan dilakukan uji analisis terlebih dahulu, hasil  kandungan guna menetapkan prosedur pengolahan limbah yang tepat. Setelah uji analisis kandungan pada limbah dilaksanakan, barulah dapat ditentukan langkah-langkah atau cara paling tepat guna pengolahan limbah tersebut sesuai dengan karakteristik dan kandungan limbah.

Rekomendasi Artikel buat kamu :Tutorial Cara Merubah Kuota Videomax Menjadi Kuota Reguler
Pengolahan limbah B3
Jenis metode serta  tahapan-tahapan pengolahan limbah B3 tergantung dari hasil identifikasi karakteristik dan kandungan limbah. Perlakuan khusus limbah B3 untuk pengolahan dapat dilakukan dengan tindakan sebagai berikut:

Tindakan secara kimia, meliputi: netralisasi, pengendapan, stabilisasi, adsorpsi, redoks, elektrolisa, penukaran ion dan pirolisa.
·         Tindakan secara fisika, meliputi: pemisahan cairan dan penyisihan komponen-komponen spesifik dengan metode kristalisasi, pembersihan gas, dialisa, osmosis balik, dll.
·         Tindakan stabilisas/solidifikasi, dengan harapan untuk meminimalisasi potensi racun dan kandungan limbah B3 dengan langkah membatasi daya penyebaran,  larut, dan daya racun sebelum limbah dibuang ke tempat penimbunan akhir
·         Tindakan insinerasi, dilakukan dengan cara pembakaran materi limbah, proses tersebut dilakukan menggunakan peralatan khusus seperti insinerator dengan efisiensi pembakaran harus mencapai 99,99% atau lebih. Suatu materi limbah bahan beracun berbaya B3 bila ingin dibakar (insinerasi) dengan berat 100 kg, maka abu hasil proses pembakaran tersebut tidak boleh melebihi 0,01 kg atau 10 gr
Tidak keseluruhan tindakan harus dilakukan terhadap satu jenis limbah B3, tetapi tindakan dipilih berdasarkan cara terbaik melakukan pengolahan sesuai dengan jenis dan materi limbah.

Hasil pengolahan limbah B3
Setelah proses pengolahan melalui tahapan-tapahan diatas telah selesai. Kawasan atau  tempat khusus pembuangan akhir limbah B3 yang telah selesai dilaukan pengolahan dan dilakukan pengecekan di kawasan tempat pembuangan akhir limbah B3 tersebut dengan jangka waktu 30 tahun setelah tempat pembuangan akhir habis masa pakainya atau ditutup.

Note :
Harus ada pengawasan terhadap proses  pengelolaan, termasuk penghasil limbah B3, tenaga pengoalah limbah harus melaporkan aktivitasnya ke KLH dengan periode triwulan (setiap 3 bulan sekali).

Agar tidak menimbulkan dampak bagi kehidupan dan kesehatan manusia maka limbah tersebut harus mendapatkan pengolahan dan penanganan khusus dengan benar seperti pada video berikut ini 

Video : Alur Pengolahan Limbah
Sumber : www.youtube.com

Back to Content ^

Nah, demikianlah pengertian limbah Pengertian, Contoh, Sifat dan Karakteristik Limbah B3, dan Cara Pengolahan Limbah B3. Semoga dapat bermanfaat.
Share:

BTemplates.com