Tutorial, Trik, Tips, Cara melakukan sesuatu

Cara Memegang Bola Basket

Pada post kali ini adalah cara memegang bola basket yang benar, teknik dasar permainan bola basket yang perlu dikuasai oleh setiap pemain bola basket. Banyak pemain yang baru bermain permainan bola basket menyepelekan teknik cara memegang bola basket, padahal ini adalah teknik dasar bola basket yang paling mendasar, yang perlu dikuasai oleh setiap pemain bola basket sebelum mempelajari teknik basket yang lain. Teknik cara memegang bola basket dipelajari bukan hanya karena peraturan permainan bola basket, namun juga merupakan salah satu cara untuk mencegah cidera akibat memegang bola dengan cara yang salah.

Cara Memegang Bola Basket

Dalam permainan bola basket, teknik cara memegang bola yang benar akan mendukung seorang pemain yang akan mendominasi jalannya permainan sehingga strategi dapat dijalankan sesuai yang ditetapkan.
Jelaskan cara memegang bola basket yang benar? 
Langkah awal yang harus dikuasai untuk memegang bola basket pertama dengan sikap tangan membentuk mangkok besar. Bola berada di antara kedua telapak tangan. Telapak tangan memegang bagian samping bola agak ke belakang, jari-jari terentang melekat pada bola. Posisi bagian ibu jari terletak dekat dengan badan pada bagian belakang bola yang menghadap ke arah tengah depan. Langkah kedua sikap kaki membentuk kuda-kuda dengan salah satu kaki di depan.
Posisi badan sedikit condong ke arah depan dan posisi lutut rileks. Walaupun sepertinya agak sulit untuk dipraktekkan, namun kalau teknik ini sudah dilakukan setiap hari dan terbiasa cukup mudah dilakukan.

Cara Memegang Bola Basket
Jelas Cara Memegang Bola Basket ?

Teknik Dasar Bola Basket

Satu lagi yang membuat teknik cara memegang bola basket itu penting adalah karena dalam
cara memegang bola basket permainan bola basket bola hampir selalu dipegang. Bola basket selalu dipegang sebelum melakukan passing teman se tim, disamping itu pemain juga memegang bola basket ketika meangkap atau menerima operan dari rekannya. Begitu juga jika kita ingin melakukan tembakan (shooting), sebelumnya kita harus memegang bola basket dengan benar agar bola dapat dikendalikan dan akhirnya masuk ke ring basket.
  
Teknik Permainan Bola Basket ketika menangkap bola yang perlu diperhatikan agar bola tepat berada dalam penguasaan seorang pemain. Bola ditangkap dengan bagian telapak tangan dengan jari-jari tangan terentang dan posisi pergelangan tangan harus rileks. Ketika posisi  bola basket berada diantara kedua telapak tangan, jari tangan segera melekat ke bola dan ditarik ke belakang atau mengikuti arah datangnya bola. Teknik untuk menangkap bola basket atau yang biasa disebut dengan catching ball terdiri dari dua macam cara yaitu pertama menangkap bola di atas kepala dan menangkap bola di depan dada.
Ketika menangkap bola, cara ini bisa dilakukan dengan dua atau satu tangan. Menanggkapan bola menggunakan dua tangan adalah sebagai berikut:
Berdiri menghadap sasaran
Kedua kaki dibuka selebar bahu dan lutut ditekuk
Posisi badan sedikit mengarahcondong ke arah depan, kedua tangan siap di depan dada
Tangan diluruskan  ke depan menjangkau bola dengan telapak terbuka, ibu jari berdekatan. Ketika bola tertangkap oleh tangan segera ditarik ke belkang mendekati dada.
Memegang bola basket memang tidak sembarangan, ada tekniknya juga dan itu penting untuk dipelajari oleh setiap pemain bola basket.

Share:

Permainan Bola Basket

Salah satu cabang olahraga yang banyak digemari dan diminati oleh pemuda adalah Permainan Bola Basket. Tidak hanya anak-anak, remaja bahkan orang tua pun sangat menggemarinya.  Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, permainan bola basket juga lebih kompetitif karena tempo permainan cenderung lebih cepat jika dibandingkan dengan olahraga bola yang lain, seperti voli dan sepak bola. 

Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar, sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut.
Permainan Bola Basket
Permainan Bola Basket

Ada 3 posisi utama dalam bermain basket, yaitu : 
1) Forward, pemain yang tugas utamanya adalah mencetak poin dengan memasukkan bola ke keranjang lawan, 
2) Defense, pemain yang tugas utamanya adalah menjaga pemain lawan agar pemain lawan kesulitan memasukkan bola, dan 
3) Playmaker, pemain yang menjadi tokoh kunci permainan dengan mengatur alur bola dan strategi yang dimainkan oleh rekan-rekan setimnya

Lapangan bola basket berbentuk persegi panjang dengan dua standar ukuran, yakni panjang 28,5 meter dan lebar 15 meter untuk standar National Basketball Association dan panjang 26 meter dan lebar 14 meter untuk standar Federasi Bola Basket Internasional. Tiga buah lingkaran yang terdapat di dalam lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 meter.
Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu dengan cadangan 5 orang. Sedangkan jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah 2 orang. Wasit 1 disebut Referee sedangkan wasit 2 disebut Umpire.
Waktu permainan 4 X 10 menit. Di antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam yaitu 5 detik.
Keliling bola yang digunakan dalam permainan bola basket adalah 75 cm - 78 cm. Sedangkan berat bola adalah 600 - 650 gram. Jika bola dijatuhkan dari ketinggian 1,80 meter pada lantai papan, maka bola harus kembali pada ketinggian antara 1,20 - 1,40 meter.
Panjang papan pantul bagian luar adalah 1,80 meter sedangkan lebar papan pantul bagian luar adalah 1,20 meter. Dan panjang papan pantul bagian dalam adalah 0,59 meter sedangkan lebar papan pantul bagian dalam adalah 0,45 meter.
Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah adalah 2,75 meter. Sementara jarak papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket adalah 0,30 meter. Ring basket memiliki panjang yaitu 0,40 meter. Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis akhir adalah 1 meter.
Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80 meter dengan ukuran lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6 meter. Sedangkan panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.

Sejarah bola basket

Kisah basket dimulai saat 1891, guru Pendidikan Jasmani Kanada bernama James Naismit yang bekerja di sebuah sekolah di Springfield, Mass, Harus membuat olahraga baru atas perintah kepala sekolah untuk menjadi alternatif bagi American Football and Baseball yang Jika mereka berlatih di luar negeri dan di musim dingin tidak mungkin berlatih (sangat dingin dan salju).Saat itulah ia memutuskan untuk membuat olahraga yang tidak memiliki kontak fisik karena kemungkinan luka, terutama karena lantai kayu dan yang menggunakan kaki,Dia memutuskan untuk menggantung dua keranjang buah persik ke 3,05 meter dari tanah (ukuran yang belum pernah diubah sampai hari ini) dan permainannya terdiri dari meletakkan bola ke keranjang lawan. Logo Startup membuat aturan utama 13 dimana game diperintah.Beberapa perubahan segera muncul untuk memotong bagian bawah keranjang sehingga orang tidak akan selalu harus mengganggu permainan saat seseorang menandainya. Tabel diimplementasikan, yang memunculkan rebound, antara lain.Permainan ini sangat populer dan di 1936 sudah memulai debutnya sebagai modalitas Olimpiade.

Peraturan Permainan Bola Basket

Aturan dasar pada permainan Bola Basket adalah sebagai berikut:
Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
Bola harus dipegang di dalam atau di antara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh ainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.
Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
Pihak yang berhasil memasukkan bola ke ring terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang

Teknik dasar bola basket

Ada beberapa teknik dasar dalam olahraga bola basket yakni: passing dan catching,dribbling, shooting, pivot, jump stop,dan rebound. Seorang pemain dalam usia dini atau dari pemula, mereka harus kuat dalam segi teknik dasar. Apabila seorang pelatih tidak memberikan sebuah materi latihan dasar penguatan teknik, maka untuk melakukan sebuah gerakan atau sistem latihan yang lebih rumit pemain tersebut tidak akan bisa mengikuti instruksi dari pelatih. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat rebound yaitu make contact, box out, dan jump to the ball. Dalam era basket modern sekarang ini diperlukan gerakan rebound dalam suatu pertandingan. Apabila sebuah tim tidak mempunyai keinginan untuk melakukan defensive rebound maupun offensive rebound, dapat dipastikan tim itu akan kehilangan banyak kesempatan kedua untuk melakukan score pada saat pertandingan.

Maka untuk menambah sedikit wawasan dalam teknik permainan bola basket, dengan ini saya coba memberikan beberapa teknik dasar dalam olahraga bola basket agar menjadi lebih mudah dimengerti dan bisa dipelajari sendiri, diantaranya sebagai berikut:

1. Passing dan Catching
Passing berarti mengoper, sedangkan catching artinya menangkap. Setiap pemula harus belajar mengenai cara mengoper dan menangkap bola dengan temannya. Ingat, kemampuan mengoper dan menangkap harus sama baiknya, tidak boleh hanya mahir sebagian. Dalam passing terdapat beberapa teknik antara lain :
A.Chest pass (operan setinggi dada)
Operan ini dimulai dari memegang bola di depan dada,  kemudian bola dilempar lurus dengan telapak tangan ke arah luar.
B. Bounce pass (operan pantul)
Sama dengan chest pass, bedanya hanya lemparan diarahkan ke lantai, usahakan titik pantulnya berada di 3/4 jarak dari pengoper bola.
C. Overhead pass (operan diatas kepala)
Operan dilakukan dengan kedua tangan berada di atas. Penerima bola juga menangkap dengan posisi tangan di atas.
D. Baseball pass 
Operan ini dilakukan di atas/belakang kepala, bertujuan agar passing melambung dan melewati lawan. Operan jarak jauh yang dilakukan biasanya lebih dari setengah panjang lapangan. Operan ini tidak terlalu akurat namun berguna pada fast break.
E. Behind the back pass
Teknik gerakan behind the back pass merupakan gerakan yang rumit untuk para pemula. Butuh latihan tekun dan berulang-ulang untuk bisa melakukan gerakan ini dengan baik dan benar. Operan ini sekarang sudah menjadi senjata menyerang yang umum. Keunggulan umpan ini yaitu lawan tidak mengetahui sasaran yang ingin dituju.

2. Dribbling (menggiring bola)


Prinsip dalam mengajarkan teknik dribble antara lain:

•    Kontrol pada jari-jari tangan
•    Mempertahankan tubuh tetap rendah
•    Kepala tegak
•    Melatih kedua tangan agar sama-sama memiliki dribble yang bagus
•    Lindungi bola (protect the ball)
Macam-macam dribble :
·         Change of pace dribble
·         Low or control dribble
·         High or speed dribble
·         Crossover dribble
·         Behind the back dribble
·         Between the legs dribble

3. Shooting (menembak bola ke arah keranjang)


A.  Set shoot
Tembakan ini jarang dilakukan pada permainan biasa. Karena jika penembak tidak melompat, maka tembakannya akan mudah dihalangi. Umumnya tembakan ini dilakukan saat lemparan bebas atau bila memungkinkan untuk menembak tanpa rintangan (free throw).
B. Lay-up shoot
Lay-up dilakukan di akhir dribble. Pada jarak beberapa langkah dari ring, penggiring bola secara serentak mengangkat tangan dan lutut ke atas ketika melompat ke arah keranjang.

C. Jump shoot
Tembakan ini sering dilakukan saat pemain menyerang tidak bisa mendekati keranjang. Tembakan ini sangat sulit dihalangi karena dilakukan pada titik tertinggi lompatan vertical penembak.

4. Cara berputar (Pivot)
Pivot adalah gerakan memutar badan dengan menggunakan salah satu kaki sebagai poros putaran (setelah kita menerima bola). Ada tiga alternatif gerakan yang bisa dilakukan:
A. Pivot kemudian dribble (membawa bola)
B. Pivot kemudian passing (melempar bola)
C. Pivot kemudian shooting (menembakan bola)
5. Jump stop
Jump stop merupakan sebuah gerak berhenti terkendali dan dengan menggunakan dua kaki. Jump stop bisa digunakan pemain penyerang untuk memantapkan kaki yang akan dipakai untuk pivot (poros), menghindari traveling, dan mempertahankan keseimbangan tubuh dengan baik.

6. Rebound
Dalam permainan bola basket terdapat beberapa teknik dasar seperti Passing, Dribbling, Shooting, Pivot, Rebound berikut penjelasannya:

Atau Lebih sederhana 
1. Passing
Passing adalah tiknik yang digunakan pemain basket untuk mengopor ketemanya yang tidak dijaga pemain lawan.Dalam permainan bola basket, terdapat beberapa teknik mengoper (passing) yang berbeda:
a. Chest Pass (operan setinggi dada)
Operan ini dilakukan dengan memegang bola didepan dada, kemudian bola dilempar lurus kedepan.
b. Bounce Pass (operan pantul)
Untuk melakukan operan ini, bola berawal pada posisi sejajar dengan dada, lalu dioper dengan cara memantulkan bola kearah lantai.
c. Overhead Pass (operan diatas kepala)
Operan ini dilakukan dengan kedua tangan berada diatas dan penerima bola pun juga harus menerimanya dengan posisi tangan diatas
d. Behind the Back Pass
Operan ini dilakukan dengan cara mengoper bola dari tangan yang berposisi dibelakang punggung, sehingga lawan tidak mengetahui posisi sasaran yang dituju.
2. Dribbling (Menggiring bola)
Prinsip dasar menggiring bola dalam permainan bola basket yaitu kontrol pada jari-jari, kepala tegak, mempertahankan tubuh yang rendah, melindungi bola, dan melatih kedua tangan agar sama-sama dapat menggiring bola dengan baik.
Berikut beberapa tips dribbling yang benar:
Anda harus bisa menggiring bola dengan tangan kanan maupun kiri sampai benar-benar dapat menguasainya.
Jangan menundukkan kepala pada saat sedang menggiring bola karena pandangan Anda harus selalu mencari posisi yang tepat untuk menghindari sergapan lawan dan jangan sampai mengoper ke tim lawan.
Setelah Anda menguasai dribbling, Anda juga harus belajar melakukan pertahanan, karena kalau tidak bola akan mudah direbut oleh lawan. Cara melakukan pertahanan adalah dengan memposisikan lengan kiri sejajar dengan dada, menjulur kearah lawan sehingga lawan tidak bisa merebut bola.
3. Shooting (Menembak bola)
Gerakan ini adalah menembakkan bola kearah keranjang lawan untuk mendapatkan poin.
Beberapa tips shooting yang benar:
Pegang bola dengan 2 tangan agar bola bisa terarah dengan baik.
Dalam pegangan, buat sudut 90 derajat antara tangan kiri dan kanan atau sebaliknya.
Setelah itu angkat bola sampai diatas kepala dan arahkan bola ke ring. Posisi kedua kaki mengarah ke ring basket. Buat tekukan sehingga ada gaya pegas otot kaki. Lengan di tekukkan untuk melontarkan dan bukan mendorong.
Shooting yang baik adalah dengan satu tangan, dan yang satu lagi untuk mengarahkan.
Saat melempar bola, tenaga harus datang dari kedua kaki dan bukan dari tangan, dan badanpun harus mengikuti gerakan menembak.
4. Pivot (Cara berputar)
Pivot adalah gerakan memutar badan dengan menggunakan salah satu kaki sebagai poros putaran. Pivot dapat dilakukan sebelum melakukan dribbling, passing ataupun shooting.
5. Rebound
Rebound merupakan suatu usaha untuk mengambil atau menangkap bola yang datangnya memantul dari papan atau keranjang akibat dari tembakan yang tidak berhasil.Sama seperti olahraga lainnya, untuk dapat mahir bermain basket, tentunya Anda harus banyak berlatih. Coba praktekkan teknik-teknik yang disebutkan diatas dan terus berlatih hinga dapat benar-benar menguasainya.
Video Permainan Bola Basket
Semoga Bermanfaat
Share:

Teknik Dasar Bola Basket dan Pengertiannya

Bola basket adalah olahraga bola yang menggunakan keranjang atau ring sebagai tempat untuk mencetak angka. Olahraga ini dilakukan oleh dua tim yang masing-masingnya terdiri dari 5 orang sehingga disebut sebagai olahraga bola berkelompok. Kedua tim ini saling bertanding antara satu sama lain untuk memasukkan bola ke ring/keranjang lawan. Bola basket dapat dilakukan di dalam ruangan ataupun di luar ruangan. Menurut Ahmadi (2007:2) permainan bola basket adalah permainan yang sederhana, mudah dipelajari dan dikuasai dengan sempurna yang juga menuntut perlunya melakukan suatu latihan baik (disiplin) dalam rangka pembentukan kerja sama tim.

Teknik Dasar Bola Basket dan Penjelasannya

Setiap cabang olahraga memiliki teknik-teknik dasar yang harus dikuasai agar bisa memainkannya dengan benar. Bagi seorang atlet khususnya, mereka harus menjalani beberapa tahapan pembinaan dan pelatihan. Dalam masa pembinaan dan pelatihan ini mereka diajarkan bagaimana cara melakukan teknik dasar tersebut dengan benar. Adapun teknik dasar dalam permainan bola basket, yaitu sebagai berikut :

Cara Bermain Bola Basket

1. Cara Memegang Bola
Meski tampaknya sesuatu yang sederhana dan sering disepelekan tetapi memegang bola basket tidak sembarangan, ada teknik yang harus dilakukan agar bola tersebut benar-benar berada dalam kontrol tangan kita dan tidak terlepas.
Adapun teknik dasar memegang bola basket yang benar, adalah sebagai berikut :
  1. Pegang bola basket dengan kedua tangan
  2. Untuk memegang bola kedua telapak tangan harus dibuka lebar seperti halnya memegang mangkok besar
  3. Kedua telapak tangan berada di sisi kanan dan kiri bola serta berada agak di belakang
  4. Jari-jari tangan direntangkan semua dan melekat di bagian tengah sisi kanan dan kiri bola
  5. Kedua kaki dibuka lebar, posisi salah satu kaki agak ke depan
  6. Badan sedikit condong ke depan dan lutut tidak kaku (rileks)

2. Passing dan Catching (Melempar dan Menangkap Bola)
Melempar dan menangkap bola (passing and catching) adalah suatu gerakan yang merujuk pada memberi dan menerima umpan antar pemain dalam satu tim. Bola basket memiliki ritme permainan yang sangat cepat oleh karena itu kerja sama tim yang baik sangat dibutuhkan dalam permainan ini agar dapat mencetak angka. Memberi dan menerima umpan akan berjalan lancar seperti yang direncanakan hanya jika tim yang bersangkutan telah memiliki kerja sama yang solid.
Cara menangkap bola (catching) :
Raih bola dengan telapak tangan yang terbuka lebar dan jari-jari terentang
Begitu bola berada di telapak tangan, genggam bola tersebut dengan merentangkan jari tangan selebar mungkin ke sisi bola sambil ditarik ke belakang mendekat ke badan
Melempar bola (passing) terdiri dari 5 cara, antara lain :
Chest Pass : melempar bola dari posisi dada
Overhead Pass : melempar bola dari posisi di atas kepala
Bounce Pass : melempar bola dengan cara memantulkan bola ke lantai
Baseball Pass : melempar bola dari posisi diatas atau di belakang kepala
Behind Back Pass : melempar bola dari belakang tubuh dengan memantulkan ke lantai

3. Dribbling (Menggiring Bola)
Menurut Ambler Vic (1990:10) menggiring bola dalam permainan bola basket adalah gerakan membawa bola dengan cara memantul-mantulkannya ke lantai. Berdasarkan pengertian yang dikemukakan oleh Ambler Vic tersebut, dapat disimpulkan bahwa dribbling atau menggiring bola adalah cara membawa bola dengan memantul-mantulkannya ke lantai yang dapat dilakukan dengan dua tangan atau satu tangan secara bergantian baik sambil berlari cepat maupun setengah berlari. Satu poin penting yang harus diperhatikan dalam gerakan menggiring bola ini adalah menjaga kontrol tangan terhadap bola sehingga bola tersebut tidak direbut oleh tim lawan.
Menggiring bola terdiri dari dua cara yakni menggiring bola rendah (posisi dibawah lutut) dan menggiring bola tinggi (posisi lebih tinggi dari lutut). Kedua teknik ini memiliki tujuan masing-masing yakni menggiring bola rendah untuk melindungi bola dari jangkauan lawan sedangkan menggiring bola tinggi sebagai persiapan untuk melakukan serangan ke daerah pertahanan lawan.

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menggiring bola, adalah sebagai berikut :
  1. Memantulkan bola ke lantai dengan satu tangan
  2. Mengontrol bola dalam genggaman jari-jari tangan, menjaga agar bola tidak bergerak tanpa arah
  3. Ketika bola dipantulkan, tangan harus mengikuti arah bola lalu sesegera mungkin menempelkan telapak tangan pada bola
  4. Saat menggiring bola, siku tangan harus lurus sementara pergelangan tangan dilenturkan
  5. Tubuh tidak boleh terlalu tegak melainkan harus dalam keadaan setengah membungkuk, hal ini bertujuan agar lebih mudah menggiring bola
  6. Kepala tegak lurus menghadap ke depan, hal ini untuk melihat lawan yang ada di depan mata
  7. Memanfaatkan kedua tangan dalam melakukan dribbling bola, agar bola yang berada di tangan kita tak mudah direbut oleh lawan main
  8. Dalam menggiring bola, pemain hanya boleh memantulkan bola ke lantai setelah melakukan tiga langkah pergerakan. Jika hal ini dilanggar maka akan dianggap sebagai pelanggaran, dan bola berpindah ke bawah penguasaan tim lawan.

4. Pivot
Pivot adalah gerakan penyelamatan bola dari jangkauan lawan dengan melakukan gerakan memutar menggunakan satu kaki sementara kaki yang lainnya sebagai poros. Biasanya gerakan pivot ini diikuti dengan melakukan 3 gerakan lainnya yakni dribble, passing dan shooting.

5. Shooting
Shooting merupakan gerakan inti dari permainan bola basket yakni gerakan untuk mencetak angka/poin. Shooting atau menembak adalah gerakan memasukkan bola langsung kedalam ring/keranjang tim lawan. Gerakan ini dapat dilakukan dengan menggunakan kedua tangan maupun satu tangan saja. Selanjutnya hasil dari gerakan shooting ini dapat menghasilkan jumlah poin yang berbeda yakni 1, 2 atau 3 angka.

6. Lay Up
Lay-up bukan merupakan satu gerakan tapi rangkaian gerakan untuk memasukkan bola ke dalam ring lawan. Gerakan ini dilakukan dengan cara melangkah sebanyak dua kali kemudian memasukkan bola ke dalam ring lawan. Lay-up dilakukan di sebelah kanan atau kiri sisi keranjang. Gerakan ini merupakan gerakan tembakan dari jarak dekat. Lay-up disebut juga dengan istilah tembakan melayang.

 7. Rebound
Rebound adalah gerakan mengambil bola yang gagal masuk kedalam ring. Gerakan rebound dilakukan dengan cara menangkap atau mendapatkan hasil pantulan dari bola yang sebelumnya gagal masuk ring/keranjang oleh pemain lain, baik pemain dari satu tim maupun pemain tim lawan. Pemain dari tim manapun boleh melakukan gerakan ini, baik dari tim yang sama dengan yang memasukkan bola sebelumnya maupun dari tim lawan. Rebound dibagi menjadi 2 jenis, antara lain :
Ofensif rebound : shoot ulang bola yang gagal dimasukkan oleh rekan satu tim
Defensif rebound : merebut bola yang gagal dimasukkan oleh tim lawan

8. Slam Dunk
Slam dunk adalah gerakan memasukkan bola ke dalam ring/keranjang dengan tubuh melayang. Secara teknik, gerakan slam dunk ini adalah improvisasi dari gerakan shooting. Tidak semua pemain basket mampu melakukannya dengan sempurna hingga menghasilkan poin. Untuk bisa melakukan gerakan ini diperlukan proporsi tubuh dengan tinggi minimal 180 cm karena gerakan ini membutuhkan lompatan yang tinggi.

9. Screen
Screen merupakan gerakan dari pemain yang bertindak sebagai penyerang dalam upaya membebaskan teman satu timnya dari penjagaan tim lawan. Gerakan screen ini dilakukan dengan cara menutup arah pergerakan pemain tim lawan yang menjaga teman satu tim. Kemudian membuka ruang pergerakan teman satu tim tersebut yakni dengan memberi jalan melewati belakang pemain yang melakukan screen.

Ketentuan Dasar Permainan Bola Basket

Pemain
Bola basket dimainkan oleh 2 tim, masing-masing tim terdiri dari 5 orang pemain utama dan 7 orang pemain cadangan. Sehingga total pemain dalam satu tim adalah 12 orang. Dalam permainan bola basket, formasi pemain dibagi menjadi 3 yaitu : 2 orang sebagai penjaga belakang, 2 orang sebagai pemain depan dan satu orang pemain tengah.
Pemain depan berfungsi sebagai penyerang yang bertugas untuk menyerang pertahanan tim lawan. Pemain depan juga membantu pemain belakang menghalangi tim lawan menyerang area pertahanan sendiri.
Pemain tengah bertugas untuk menghalangi atau memblok tembakan dari tim lawan, melakukan rebound, menangkap bola atau umpan tembakan dari teman satu tim ketika berada di area pertahanan tim lawan.
Pemain belakang bertugas untuk menjaga area pertahanan sendiri dari serangan tim lawan. Meski berfungsi sebagai pemain belakang namun pemain ini juga bisa maju ke depan untuk membantu timnya melakukan serangan pada tim lawan. Pemain belakang juga bisa memberi umpan tembakan kepada teman satu tim atau melakukan shooting ke ring/keranjang tim lawan. Namun tetap saja tugas utama dari pemain belakang adalah sebagai guard atau penjaga area belakang pertahanan sendiri.

Tempat Bermain
Bola basket dapat dimainkan di rungan terbuka dan ruangan tertutup. Yang menjadi keharusan adalah bermain di suatu lapangan yang memang khusus diperuntukkan untuk bermain basket. Lapangan yang harus dilengkapi dengan tiang yang terpasang ring/keranjang serta pembagian area pertahanan yang jelas.

Cara Bermain
Dalam permainan bola basket terdapat 3 jenis teknik yang merupakan gerakan dasar yakni melempar dan menangkap bola (passing and catching), menggiring bola (dribbling), dan menembak/memasukkan bola ke dalam ring (shooting). Kedua tim memiliki hak yang sama untuk memasukkan bola ke dalam ring/keranjang.

Durasi Waktu Bermain
Durasi normal pertandingan bola basket adalah selama 2x 20 menit bersih, tanpa terhitung waktu istirahat. Waktu istirahat selama 10 menit, time out sebanyak 2 kali untuk masing-masing tim di tiap babaknya selama 1 menit. Sementara dalam pertandingan profesional (bukan pertandingan persahabatan) jika dalam masa 2 babak poin kedua tim sama, maka akan diperpanjang. Perpanjangan waktu ini dapat terjadi lebih dari satu kali, sampai tercipta selisih poin. Pemberian waktu perpanjangan ini adalah tiap 5 menit sekali.

Terdapat perbedaan durasi bermain kelas profesional dengan permainan mini basket anak-anak dibawah umur 13 tahun. Dalam permainan mini basket, bola yang digunakan lebih kecil dan ringan serta posisi ring/keranjang lebih rendah. Durasi waktu bermain pertandingan mini basket adalah 4 x 10 menit dengan istirahat sebanyak 3 kali.

Wasit
Dalam permainan bola basket terdapat dua orang wasit yang akan menilai dan mengatur jalannya pertandingan. Wasit ini bertugas meniup peluit sebagai tanda pertandingan dimulai sekaligus sebagai tanda pertandingan telah berakhir dan lain sebagainya.

Angka/poin
Angka/poin akan diberikan hanya jika bola masuk kedalam ring/keranjang dari atas, tidak sebaliknya. Jika bola dimasukkan di area shooting, maka angka yang dihasilkan adalah 2. Sedangkan jika bola dimasukkan dari tengah lapangan atau luar area shooting (area three point), maka angka yang dihasilkan adalah 3. Sementara angka/poin 1 dihasilkan jika gol terjadi dari tembakan hukuman.

Dalam pertandingan bola basket hanya ada dua inti permainan yakni menyerang dan bertahan. Bertahan adalah tindakan yang dilakukan untuk menjaga pertahanan dari serangan tim lawan. Permainan bola basket mengenal dua pola pertahanan yakni pertahanan daerah dan pertahanan satu lawan satu antara pemain.

Sementara menyerang adalah tindakan untuk menghasilkan angka atau poin. Satu-satunya cara menyerang adalah dengan memasukkan bola ke ring/keranjang tim lawan. Agar dapat memasukkan bola ke ring/keranjang tim lawan hal yang harus dilakukan adalah memasuki dan menerobos area pertahanan lawan. Gerakan yang harus dikuasai dalam pola menyerang adalah menguasai bola, memberi dan menerima umpan tembakan dari teman satu tim, mengisi area permainan yang kosong dari tim lawan, menyerang ring/keranjang tim lawan dengan melakukan shooting.

Peraturan Permainan Bola Basket

Bola basket memiliki organisasi yang menaunginya yaitu PERBASI untuk tingkat nasional dan FIBA untuk tingkat internasional/dunia. Salah satu tugas penting dari organisasi ini adalah menetapkan peraturan-peraturan dalam permainan atau pertandingan bola basket. Peraturan yang dibuat tidak hanya untuk para pemain tapi juga untuk pelatih, petugas (seperti wasit) dan lain sebagainya. Pada dasarnya peraturan permainan bola basket dikeluarkan oleh FIBA dan kemudian PERBASI ikut mengesahkan peraturan tersebut untuk diberlakukan di Indonesia. (Baca juga : fungsi melakukan pemanasan dalam latihan senam aerobik)

Selanjutnya PB PERBASI (PERBASI, 2008:96) mengeluarkan 3 peraturan dalam permainan bola basket, yaitu sebagai berikut :

Peraturan 3 detik
Peraturan ini menyatakan bahwa seorang pemain tidak boleh berada dalam daerah terlarang lawan lebih dari 3 detik, disaat timnya sedang menguasai bola di daerah lawan dan jam permainan sedang berjalan.

Peraturan 8 detik
Peraturan ini menyatakan bahwa tim yang menguasai bola di backcourt harus membawa bola ke front court dalam waktu 8 detik. Bila dalam 8 detik ini bola keluar lapangan karena lawan, maka 8 detik akan dihitung dari waktu terjadinya gangguan.

Peraturan 24 detik
Peraturan ini menyatakan bahwa pelanggaran terjadi bila tembakan ke keranjang dilakukan mendekati waktu 24 detik dan peluit berbunyi saat bola melayang di udara dan tidak berhasil masuk. Hal ini tidak dianggap sebagai pelanggaran jika tim lawan segera mendapatkan dan menguasai bola.

Manfaat Olahraga Bola Basket

Disamping pelaksanaannya lebih dikenal untuk suatu pertandingan, sejatinya permainan bola basket ini tetaplah kegiatan olahraga. Kegiatan olahraga pastinya memiliki ragam manfaat untuk kesehatan dan kebugaran tubuh, begitu juga dengan olahraga bola basket. Adapun berbagai manfaat dari olahraga bola basket, adalah sebagai berikut :
  1. Mencegah bakteri dan virus yang bersifat patogen, yakni virus yang sering menyerang tubuh dengan kondisi lemah
  2. Membangun keseimbangan tubuh
  3. Membangun koordinasi yang baik antar organ-organ tubuh seperti tangan, kaki, mata dan anggota tubuh lainnya
  4. Membangun ketahanan tubuh
  5. Membuat tubuh jadi lebih ringan dan lincah
  6. Menambah serta memaksimalkan daya imun tubuh
  7. Meningkatkan kemampuan motorik
  8. Melatih kelenturan otot tubuh
  9. Meningkatkan ketangkasan
  10. Membantu membentuk postur tubuh jadi lebih ideal
  11. Membantu menurunkan berat badan
  12. Meningkatkan fungsi dan kinerja otak
  13. Mencegah osteoporosis
  14. Membantu menstabilkan hormon
  15. Meningkatkan kesehatan kardiovaskular
  16. Membantu meningkatkan konsentrasi
  17. Membantu mengurangi tingkat stres
Video Teknik Dasar Bola Basket

Masih ada banyak lagi sebenarnya manfaat dari bermain bola basket. Semoga artikel dapat bermanfaat..
Cara Bermain Bola Basket, Peraturan Permainan Bola Basket, Teknik Dasar Bola Basket dan Penjelasannya
Share:

Cara Mengajukan Klaim Asuransi Mobil

Hal pertama yang perlu kita ketahui tentang pengajuan klaim asuransi mobil adalah jenis klaim apa yang harus kita ajukan. Sebagian besar klaim di Michigan diajukan pada polis asuransi mobil kita sendiri karena tidak ada hukum kesalahan yang ketat. Ini berlaku tidak hanya untuk cakupan medis, tetapi juga banyak skenario kerusakan fisik. Artinya, siapa pun yang salah, kebijakan setiap orang mencakup kerusakannya sendiri. Tentu saja, cakupan hanya diberikan jika kita mengasuransikan kendaraan kita dengan cakupan yang sesuai.
Cara Mengajukan Klaim Asuransi Mobil
Cara Mengajukan Klaim Asuransi Mobil

Setiap kali kita memiliki klaim asuransi mobil untuk mengajukan, tempat terbaik untuk memulai adalah dengan agen atau agen asuransi kita sendiri. Selalu hubungi mereka jika kita tidak yakin di mana klaim kita harus diajukan.

Klaim yang Diajukan pada Polis Asuransi Mobil

Berbagai kerusakan akibat menabrak hewan, palang pintu dan lain sebagainya. Semua klaim ini akan diajukan pada polis asuransi mobil kita sendiri. Tidak masalah siapa yang bersalah. Yang penting adalah apa jenis cakupan yang kita bawa di kendaraan kita.

Perlindungan yang komprehensif akan melindungi kendaraan kita dari banyak kerugian yang berbeda. Cukup banyak, apa pun selain tabrakan.
Kerusakan Kaca Depan
Memukul Hewan
Kerusakan Badai
Kerusakan Api
Pencurian

Perlindungan tabrakan memberikan perlindungan ketika kita berada dalam tabrakan yang melibatkan kendaraan lain. Jenis cakupan tabrakan yang tercantum pada kendaraan kita menentukan apakah kita memiliki cakupan dan apakah kita memiliki deductible atau tidak.

Pertanyaan Umum yang Diminta Oleh Perusahaan Asuransi Untuk Mengajukan Klaim:
Verifikasi Nama kita, Alamat, Nomor Telepon, dan Nomor Kebijakan
Waktu, Tanggal, dan Lokasi Kecelakaan
Kendaraan apa yang kita Mengemudi
Jelaskan Kecelakaan itu
Apakah Kendaraan Bisa Dikerjakan
Dimana Kerusakan Terletak di Kendaraan
Nomor Laporan Polisi
Info Kendaraan Lain yang Terlibat (nama, nomor telepon, tahun pembuatan kendaraan dan model, operator asuransi, nomor polis asuransi)
Di mana kita Ingin Kendaraan kita Diperbaiki

Informasi yang diperlukan untuk mengajukan kerusakan properti adalah sama dengan klaim stkitar, hanya saja akan diajukan pada kebijakan kendaraan pengemudi yang salah. Tentunya untuk mengajukan klaim atas kebijakan kendaraan pengemudi yang salah, kita perlu mengetahui siapa pengemudi yang salah, di mana kendaraan mereka diasuransikan, dan nomor polis mereka.

Klaim Cedera
Setiap kali kita terluka dalam kecelakaan mobil, polis asuransi kita melindungi kita. Dan maksud saya meliputi kita sepenuhnya! Biaya  membuatnya begitu pengemudi tertutup tanpa batas untuk biaya medis. Tergantung pada bagaimana kita memiliki pengaturan kebijakan kita.

Untuk mengajukan klaim cedera, hubungi agen atau agen asuransi kita dan berikan info yang sama sebagai klaim stkitar. Plus, sertakan daftar cedera kita dan di mana kita mencari atau berencana untuk mencari perawatan medis.

Klaim Rasa Sakit dan Penderitaan
Jika kita terluka parah dalam kecelakaan mobil yang disebabkan oleh pengemudi yang lalai, kita mungkin ingin dan memenuhi syarat untuk kompensasi atas rasa sakit dan penderitaan. Pakaian hukum asuransi mobil diminimalkan oleh hukum tidak ada kesalahan. Mintalah saran dari penyedia asuransi kita atau seorang pengacara kecelakaan mobil untuk informasi lebih lanjut.

* Saya mengacu pada kebijakan pengemudi pengemudi yang salah di seluruh artikel karena klaim diajukan terhadap kendaraan bukan pengemudi. Artinya jika pengemudi bukan pemilik kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan, klaim tersebut masih diajukan terhadap polis asuransi kendaraan.
asuransi perjalanan axa, asuransi perjalanan allianz, asuransi perjalanan aca, asuransi perjalanan ke eropa, asuransi perjalanan zurich, asuransi perjalanan terbaik, asuransi perjalanan chubb, pengertian asuransi perjalanan, kode promo axa travel insurance, chubb travel insurance traveloka, asuransi perjalanan prudential, asuransi perjalanan tokio marine, harga travel insurance, asuransi cermati, jenis asuransi perjalanan, asuransi perjalanan ke turki
Share:

Makalah Pengertian Sosiologi Dan Ciri-Ciri Serta Haikat Sosiologi

Berikut ini kami bagikan file tentang makalah Sosiologi yang berjudul Pengertian Sosiologi Dan Ciri-Ciri Serta Haikat Sosiologi. Download file lengkap dengan lengkap gratis dibagian akhir.
Makalah Pengertian Sosiologi Dan Ciri-Ciri Serta Haikat Sosiologi
Makalah Pengertian Sosiologi Dan Ciri-Ciri Serta Haikat Sosiologi

Cover

MAKALAH

Pengertian Sosiologi Dan Ciri-Ciri Serta Haikat Sosiologi


Oleh :
Antin Fitriani (02)
Dilla Martila Ayu (06)
Sindi Nandita (28)
Tria Agustin (32)


SMA NEGERI  1 CLURING
Jln. Huzaeni  Cluring

Kabupaten Banyuwangi
Back to Content ^

Kelengkapan

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih  lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.

Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada  Bapak/Ibu Guru  serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moriil maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan  dalam waktu yang telah ditentukan.

Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya, baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal penyajian  kepada Bapak/Ibu guru serta teman-teman sekalian, yang kadangkala hanya  menturuti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran  yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah-makah kami dilain waktu.

Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari judul ini  sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.

Cluring, ____________

Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman Judul  i
Kata Pengantar  ii
Daftar Isi  iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 1
C. Tujuan Masalah  1

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Sosiologi
B. Ciri dan Hakikat Sosiologi

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan 
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

Back to Content ^

Isi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dinamika perubahan didalam masyarakat menunjukkan bahwa masyarakat sangat cepat, maju dan memperlihatkan adanya gejala desintegratif.
Perubahan sosial yang sangat itu meliputi berbagai bidang kehidupan, dan merupakan masalah bagi semua institusi soaial, seperti: industri, agama, perekonomian, pemerintahan, keluarga, perkumpulan-perkumpulan dan pendidikan. Masalah sosial dalam masyarakat itu juga dirasakan oleh dunia pendidikan. Jadi yang ,elatar belakangi timbulnya sosiologi pendidikan adalah perubahan sosial yang dialami oleh masyarakat yang begitu cepat.
Perubahan sosial itu menimbulkan cultural lag. Cultural lag ini merupakan sumber masalah-masalah sosial dalam masyarakat masalah-masalah itu dialami oleh dunia pendidikan. Lembaga-lembaga pendidikan tidak mampu mengatasinya. Kemudian ahli-ahli sosiologi menyumbangkan pemikiran-pemikirannya untuk memecahkan masalah itu, maka lahirlah sosiologi pendidikan.
Pada pembahasan dimakalah ini yaitu pengertian sosiologi  serta ruang lingkupnya, akan membahas pengertian dari sosiologi dan ciri-ciri serta hakikat sosiologi.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pegertian sosiologi
2. Bagaimana cirri-ciri serta hakikat sosiologi

C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahuai  pengertian sosiologi
2. Untuk mengetahui cirri-ciri serta hakikat sosiologi

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pegertian Sosiologi
Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyakdefinisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. ]Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, social
Sejarah perkembangan sosiologi :
1842: Istilah Sosiologi sebagai cabang Ilmu Sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis, bernama August Comte tahun 1842 dan kemudian dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat lahir di Eropa karena ilmuwan Eropa pada abad ke-19 mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia. Comte membedakan antara sosiologi statis, dimana perhatian dipusatkan pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanyamasyarakat dan sosiologi dinamis dimana perhatian dipusatkan tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan. Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas, tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. Mereka antara lain Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, Ferdinand Tönnies, Georg Simmel, Max Weber, dan Pitirim Sorokin(semuanya berasal dari Eropa). Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi.
Émile Durkheim — ilmuwan sosial Perancis — berhasil melembagakan Sosiologi sebagai disiplin akademis. Emile memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial.
1876: Di Inggris Herbert Spencer mempublikasikan Sosiology dan memperkenalkan pendekatan analogi organik, yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.
Karl Marx memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis, yang menganggap konflik antar-kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat.
Max Weber memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman), yang berupaya menelusuri nilai, kepercayaan, tujuan, dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia.
Di Amerika Lester F. Ward mempublikasikan Dynamic Sosiology.
Pokok Bahasan dalam Sosiologi
Pokok bahasan sosiologi ada empat:
1. Fakta sosial sebagai cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunyai kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut.
Contoh, di sekolah seorang murid diwajibkan untuk datang tepat waktu, menggunakan seragam, dan bersikap hormat kepada guru. Kewajiban-kewajiban tersebut dituangkan ke dalam sebuah aturan dan memiliki sanksi tertentu jika dilanggar. Dari contoh tersebut bisa dilihat adanya cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di luar individu (sekolah), yang bersifat memaksa dan mengendalikan individu (murid).
2. Tindakan sosial sebagai tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain.
Contoh, menanam bunga untuk kesenangan pribadi bukan merupakan tindakan sosial, tetapi menanam bunga untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba sehingga mendapat perhatian orang lain, merupakan tindakan sosial.
3. Khayalan sosiologis sebagai cara untuk memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia. Menurut Wright Mills, dengan khayalan sosiologi, kita mampu memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan hubungan antara keduanya. Alat untuk melakukan khayalan sosiologis adalah permasalahan (troubles) dan isu (issues). Permasalahan pribadi individu merupakan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi. Isu merupakan hal yang ada di luar jangkauan kehidupan pribadi individu.
Contoh, jika suatu daerah hanya memiliki satu orang yang menganggur, maka pengangguran itu adalah masalah. Masalah individual ini pemecahannya bisa lewat peningkatan keterampilan pribadi. Sementara jika di kota tersebut ada 12 juta penduduk yang menganggur dari 18 juta jiwa yang ada, maka pengangguran tersebut merupakan isu, yang pemecahannya menuntut kajian lebih luas lagi.
4. Realitas sosial adalah pengungkapan tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga oleh sosiolog dengan mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi, dan pengamatan tabir secara jeli serta menghindari penilaian normatif.



B. Ciri-Ciri dan Hakikat Sosiologi
Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sosiologi sebagai ilmu telah memenuhi semua unsur ilmu pengetahuan. Menurut Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut.
Empiris, yaitu didasarkan pada observasi (pengamatan) dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga).
Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.
Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan sebagai berikut.[2]
Sosiologi adalah ilmu sosial, bukan ilmu pengetahuan alam atau ilmu pasti (eksakta) karena yang dipelajari adalah gejala-gejala kemasyarakatan.
Sosiologi termasuk disiplin ilmu kategori, bukan merupakan disiplin ilmu normatif karena sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi, bukan apa yang seharusnya terjadi.
Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) dan dalam perkembangannya sosiologi menjadi ilmu pengetahuan terapan (applied science).
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret. Artinya yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya peristiwa itu sendiri.
Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Hal ini menyangkut metode yang digunakan.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum, artinya sosiologi mempunyai gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antara manusia.
Kegunaan Sosiologi
Kegunaan Sosiologi dalam masyarakat,antara lain:
Untuk pembangunan
Sosiologi berguna untuk memberikan data-data sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan maupun penilaian pembangunan
Untuk penelitian
Tanpa penelitian dan penyelidikan sosiologis tidak akan diperoleh perencanaan sosial yang efektif atau pemecahan masalah-masalah sosial dengan baik

Ruang Lingkup Kajian Sosiologi
Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi mengkaji lebih mendalam pada bidangnya dengan cara bervariasi. Misalnya seorang sosiolog mengkaji dan mengamati kenakalan remaja di Indonesia saat ini, mereka akan mengkaji mengapa remaja tersebut nakal, mulai kapan remaja tersebut berperilaku nakal, sampai memberikan alternatif pemecahan masalah tersebut. Hampir semua gejala sosial yang terjadi di desa maupun di kota baik individu ataupun kelompok, merupakan ruang kajian yang cocok bagi sosiologi, asalkan menggunakan prosedur ilmiah. Ruang lingkup kajian sosiologi lebih luas dari ilmu sosial lainnya. Hal ini dikarenakan ruang lingkup sosiologi mencakup semua interaksi sosial yang berlangsung antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok di lingkungan masyarakat. Ruang lingkup kajian sosiologi tersebut jika dirincikan menjadi beberapa hal, misalnya antara lain:
1) Ekonomi beserta kegiatan usahanya secara prinsipil yang berhubungan dengan produksi, distribusi,dan penggunaan sumber-sumber kekayaan alam;
2) Masalah manajemen yaitu pihak-pihak yang membuat kajian, berkaitan dengan apa yang dialami warganya;
3) Persoalan sejarah yaitu berhubungan dengan catatan kronologis, misalnya usaha kegiatan manusia beserta prestasinya yang tercatat, dan sebagainya.
Sosiologi menggabungkan data dari berbagai ilmu pengetahuan sebagai dasar penelitiannya. Dengan demikian sosiologi dapat dihubungkan dengan kejadian sejarah, sepanjang kejadian itu memberikan keterangan beserta uraian proses berlangsungnya hidup kelompok-kelompok, atau beberapa peristiwa dalam perjalanan sejarah dari kelompok manusia. Sebagai contoh, riwayat suatu negara dapat dipelajari dengan mengungkapkan latar belakang terbentuknya suatu negara, faktor-faktor, prinsip-prinsip suatu negara sampai perjalanan negara di masa yang akan datang. Sosiologi mempertumbuhkan semua lingkungan dan kebiasaan manusia, sepanjang kenyataan yang ada dalam kehidupan manusia dan dapat memengaruhi pengalaman yang dirasakan manusia, serta proses dalam kelompoknya. Selama kelompok itu ada, maka selama itu pula akan terlihat bentuk-bentuk, cara-cara, standar, mekanisme, masalah, dan perkembangan sifat kelompok tersebut. Semua faktor tersebut dapat memengaruhi hubungan antara manusia dan berpengaruh terhadap analisis sosiologi.

Perkembangan sosiologi dari abad ke abad
Banyak ilmuwan-ilmuwan besar pada zaman dahulu, seperti Sokrates, Plato dan Aristoteles beranggapan bahwa manusia terbentuk begitu saja. Tanpa ada yang bisa mencegah, masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran.
Pendapat itu kemudian ditegaskan lagi oleh para pemikir di abad pertengahan, seperti Agustinus, Ibnu Sina, dan Thomas Aquinas. Mereka berpendapat bahwa sebagai makhluk hidup yang fana,manusia tidak bisa mengetahui, apalagi menentukan apa yang akan terjadi dengan masyarakatnya. Pertanyaan dan pertanggungjawaban ilmiah tentang perubahan masyarakat belum terpikirkan pada masa ini.
Berkembangnya ilmu pengetahuan di abad pencerahan (sekitar abad ke-17 M), turut berpengaruh terhadap pandangan mengenai perubahan masyarakat, ciri-ciri ilmiah mulai tampak pada abad ini. Para ahli di zaman itu berpendapat bahwa pandangan mengenai perubahan masyarakat harus berpedoman pada akal budi manusia.
Pengaruh perubahan yang terjadi pada abad pencerahan[sunting | sunting sumber]
Perubahan-perubahan besar di abad pencerahan, terus berkembang secara revolusioner sapanjang abad ke-18 M. Dengan cepat struktur masyarakat lama berganti dengan struktur yang lebih baru. Hal ini terlihat dengan jelas terutama dalam revolusi Amerika, revolusi industri, dan revolusi Perancis. Gejolak-gejolak yang diakibatkan oleh ketiga revolusi ini terasa pengaruhnya di seluruh dunia. Para ilmuwan tergugah, mereka mulai menyadari pentingnya menganalisis perubahan dalam masyarakat.
Kelahiran sosiologi modern[
Sosiologi modern tumbuh pesat di benua Amerika, tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada. Mengapa bukan di Eropa? (yang notabene merupakan tempat dimana sosiologi muncul pertama kalinya).
Pada permulaan abad ke-20, gelombang besar imigran berdatangan ke Amerika Utara. Gejala itu berakibat pesatnya pertumbuhan penduduk, munculnya kota-kota industri baru, bertambahnya kriminalitas dan lain lain. Konsekuensi gejolak sosial itu, perubahan besar masyarakat pun tak terelakkan.
Perubahan masyarakat itu menggugah para ilmuwan sosial untuk berpikir keras, untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi lama ala Eropa tidak relevan lagi. Mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Maka lahirlah sosiologi modern.
Berkebalikan dengan pendapat sebelumnya, pendekatan sosiologi modern cenderung mikro (lebih sering disebut pendekatan empiris). Artinya, perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial demi fakta sosial yang muncul. Berdasarkan fakta sosial itu dapat ditarik kesimpulan perubahan masyarakat secara menyeluruh. Sejak saat itulah disadari betapa pentingnya penelitian (research) dalam sosiologi.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan 
Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan.
Pokok Bahasan Sosiologi  meliputi
1. Fakta sosial sebagai cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunyai kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut.
2. Tindakan sosial sebagai tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain.
3. Khayalan sosiologis sebagai cara untuk memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia.
4. Realitas sosial adalah pengungkapan tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga oleh sosiolog dengan mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi, dan pengamatan tabir secara jeli serta menghindari penilaian normatif.
Sosiologi menggabungkan data dari berbagai ilmu pengetahuan sebagai dasar penelitiannya. Dengan demikian sosiologi dapat dihubungkan dengan kejadian sejarah, sepanjang kejadian itu memberikan keterangan beserta uraian proses berlangsungnya hidup kelompok-kelompok, atau beberapa peristiwa dalam perjalanan sejarah dari kelompok manusia.

B. Saran
Setelah membaca makalah diharapkan siswa mampu :
1. Melihat dengan lebih jelas siapa diri kita, baik sebagai pribadi maupun (dan terutama) sebagai anggota kelompok atau masyarakat.
2. Mengkaji tempat kita dalam masyarakat, serta dapat melihat 'dunia' atau 'budaya' lain yang belum kita ketahui sebelumnya.
3. Berpengetahuan tentang berbagai bentuk interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat, baik antarindividu, antarkelompok, maupun antarindividu dan kelompok.
4. Mengontrol dan mengendalikan tindakan dan perilaku sosial tiap anggota masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
5. Semakin memahami norma, tradisi, keyakinan, dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat lain, serta memahami perbedaan-perbedaan yang ada. Tanpa hal itu perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat akan menjadi alasan untuk timbulnya konflik di antara anggota masyarakat.
6. Lebih tanggap, kritis, dan rasional menghadapi gejala-gejala sosial dalam masyarakat yang dewasa ini semakin kompleks, serta mampu mengambil sikap dan tindakan yang tepat dan akurat terhadap setiap situasi sosial yang kita hadapi sehari-hari

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi#Sejarah_istilah_sosiologi
Back to Content ^

Download File

Dapatkan file lengkap dengan gambar, tabel dan pengaturan secara lengkap pada link dibawah ini !
Dowwload Makalah Makalah Pengertian Sosiologi Dan Ciri-Ciri Serta Haikat Sosiologi Format Microsoft Word (.doc)
Cover | Halaman Pengesahan dll | Isi Makalah
Back to Content ^
Share:

Beberapa Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengontrol Pembuangan Limbah Gas Ke Udara

Dapat email masuk dari kontak blog yang menanyakan tentang " Sebut cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol pembuangan limbah gas ke udara?". Dari pertanyaan tersebut, ternyata hampir sama dengan sebuah pertanyaan yang ada pada website : brainly.co.id, yang bunyi pertanyaannya "Jelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol pembuangan limbah gas ke udara?".

Beberapa Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengontrol Pembuangan Limbah Gas Ke Udara

Untuk jawaban pada website tersebut dan dapat dipertanggung jawabkan adalah sebagai berikut :
Pada umumnya dilakukan dengan dua cara yaitu mengontrol emisi gas buang yaitu mengurangi sulfur oksida, nitrogen oksida dan kandungan karbon monoksida. Cara lain dengan menghilangkan materi partikulat dari udara dapat dilakukan dengan cara filter udara, dan pengendap siklon, pengendap sistem gravitasi, filter basah, serta pengendap elektrostatik.

Selain itu terdapat jawaban yang menurut saya lebih jelas tentang langkah  yang dapat dilakukan untuk mengontrol pembuangan limbah gas ke udara dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu meliputi : 
1. Mengontrol emisi gas buang, yaitu dengan mengurangi kandungan pada limbah gas

  • Mengurangi sulfur oksida : desulfurisasi, yaitu memasang filter basah (wet scrubber).
  • Mengurangi nitrogen oksida : menurunkan suhu pembakaran mesin.
  • Mengurangi karbon monoksida : memasang alat pengubah katalitik (catalytic converter) untuk menyempurnakan pembakaran.

2. Menghilangkan materi partikulat dari udara pembuangan, antara lain dengan cara memasang beberapa alat seperti berikut ini:

  • Filter udara, Filter ini digunakan pada ventilasi ruangan, cerobong pabrik, dan mesin kendaraan bermotor.
  • Pengendap siklon, yaitu alat pengendap materi partikulat yang ikut dalam gas atau udara buangan dengan memanfaatkan gaya sentrifugal gas buang yang sengaja dihembuskan melalui tepi dinding tabung siklon sehingga partikel yang realtif berat akan terjatung ke bawah
  • Filter basah, yaitu bahan penyaring udara yang bekerja dengan cara menyalurkan udara ke dalam fillter kemudian menyemprotkan air ke dalamnya. Saat udara kontak dengan air, partikel padat dan senyawa lain yang larut dalam air akan ikut terbawa air turun ke bagian bawah sedangkan udara bersih dikeluarkan dari filter.
  • Pengendap sistem gravitasi, Cara kerja : mengalirkan udara kotor ke dalam alat yang dapat memperlambat kecepatan gerak udara, sehingga saat terjadi perubahan kecepatan, materi partikulat akan jatuh dan terkumpul di bagian bawah akibat gaya gravitasi.
  • Pengendap elektrostatik, Cara kerja : udara kotor disalurkan ke dalam alat dan elektroda akan menyebabkan materi partikulat dalam udara mengalami ionisasi. Ion-ion dalam gas buang tersebut akan tertarik ke bawah, sedangkan udara bersih akan keluar. 

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/2701509#readmore
Beberapa Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengontrol Pembuangan Limbah Gas Ke Udara
Beberapa Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengontrol Pembuangan Limbah Gas Ke Udara

Sangat penting peran serta masyarakat untuk ikut mengawasi dan mengontrol pembuangan limbah gas ke udara oleh pabrik-pabrik yang ada disekitar masyarakat. Dengan melapor kepada pihak-pihak terkait penanganan limbah diharapkan masalah limbah dapat di cegah dan ditanggulangi.
Perhatikan Pasal 65 Ayat (6) UU Nomor 32/2009 dibawah ini
Bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 65 ayat (6) UU No 32 /2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup tentang Tata Cara Pengaduan dan Penanganan Pengaduan Akibat Dugaan Pencemaran dan/atau Perusakan Lingkungan Hidup.

Tata Cara Melapor atau Mengadukan Permasalahan Pencemaran Lingkungan Hidup

Pengaduan merupakan informasi yang disampaikan dengan  lisan maupun tulisan dari setiap pengadu kepada instansi yang bertanggung jawab, tentang permasalaan atau  dugaan terjadinya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup dari usaha dan/atau kegiatan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan/atau pasca pelaksanaan.

Pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Dimana perusakan lingkungan hidup adalah tindakan orang yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia, dan/atau hayati lingkungan hidup sehingga melampaui kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

Pengaduan Permasalahan Lingkungan Hidup melalui Lisan

Pengaduan secara lisan disampaikan dengan cara antara lain :
a. langsung kepada petugas penerima pengaduan; dan/atau
b. melalui telepon.
Catatan :
Jika pengaduan secara lisan langsung kepada petugas penerima pengaduan, Pengadu mengisi formulir isian pengaduan sesuai format Lampiran I Peraturan Menteri No 09 Tahun 2010.
Jika pengaduan secara lisan melalui telepon, Petugas penerima pengaduan harus mengisi formulir isian pengaduan Lampiran I Peraturan Menteri No 09 Tahun 2010.

Pengaduan Permasalahan Lingkungan Hidup secara Tertulis

Pengaduan secara tertulis disampaikan melalui antara lain:

  1. Surat;
  2. Surat elektronik;
  3. Faksimile;
  4. Layanan pesan singkat; dan/atau
  5. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Pengaduan tertulis memuat informasi :

  1. Identitas pengadu yang paling sedikit memuat informasi nama, alamat, dan nomor telepon yangbisa dihubungi;
  2. Lokasi terjadinya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup;
  3. Dugaan sumber pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup;
  4. Waktu terjadinya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup; dan
  5. Media lingkungan hidup yang terkena dampak.

Mudah-mudahan beberapa paparan berikut dapat menjawab pertanyaan dan  menambah referensi.
Share:

Laporan Praktek Kegiatan Pelatihan Kepemudaan Dalam Pelatihan Olahraga Bola Volley Di Organisasi “ Pratama Volly Club ” (PVC)

Laporan Praktek Kegiatan Pelatihan Kepemudaan  Dalam Pelatihan Olahraga Bola Volley Di Organisasi  “ Pratama Volly Club ” (PVC).  Downloaf File dalam bentuk Microsoft Word Gratis pada bagian akhir post.
Laporan Praktek Kegiatan Pelatihan Kepemudaan  Dalam Pelatihan Olahraga Bola Volley Di Organisasi  “ Pratama Volly Club ” (PVC)
Laporan Praktek Kegiatan Pelatihan Kepemudaan
 Dalam Pelatihan Olahraga Bola Volley Di Organisasi  “ Pratama Volly Club ” (PVC)

Cover

LAPORAN
Praktek Kegiatan Pelatihan Kepemudaan
Dalam Pelatihan Olahraga Bola Volley
Di Organisasi
“ Pratama Volly Club ” (PVC)
TAMANAGUNG – CLURING – BANYUWANGI



Disusun Oleh :
nama
NIM. 820 


Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ – UT JEMBER
POKJAR PURWOHARJO
S 1 PGSD

20xx.x
Back to Content ^



Kelengkapan

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan  laporan kegiatan pelatihan kepemudaan dibidang olah raga  di organisasi Pratama Volly Club (PVC) Dusun Sumberjeruk Desa Tamanagung Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi.
Dalam penyusunan laporan ini, penulis mendapatkan pengetahuan dari beberapa sumber serta berkat dukungan dari berbagai pihak, maka dalam kesempurnaan in penulis mengucapkan  terima kasih yang sebesar-besarnya  kepad yang terhormat :
1. Kepala UPBJJ – UT Jember.
2. Bapak Ibu Tutor UPBJJ – UT Jember.
3. Bapak Kusnari Rozy  selaku Instruktur Tutorial mata kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan.
4. Kepala Desa Tamanagung.
5. Bu. Sri Utami selaku Pengelola S1 PGSD Pokjar Purwoharjo.
6. Ketua Karang Taruna “PVC” Tamanagung – Cluring – Banyuwangi.
Penulis menyadari bawa masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan ini. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga laporan ini banyak memberikan manfaat bagi pembaca  khususnya penulis.

Tamanagung,  Oktober  2010

Penyusum,



DAFTAR ISI

Halaman Judul i
Kata Pengantar ii
Dartar Isi iii

BAB  I   PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Tujuan 2
1.3. Hasil Kegiatan 3
1.4. Rumusan Hasil Kegiatan 3

BAB  II  PELAKSANAAN PROGRAM
2.1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan 4
2.2. Materi Pelatihan / Kegiatan 4
2.2.1.  Teknik 4
      2.2.2.  Latihan Teknik 5
      2.2.3.  Bentuk-Bentuk Latihan Teknik 5
2.3. Strategi dan Diskripsi Jalannya Kegiatan 6
2.3.1.   Strategi 6
      2.3.2.   Diskripsi Jalannya Kegiatan 6

BAB  III TEMUAN DAN HASIL
3.1. Temuan / hasil Evaluasi Proses 8
3.2. Temuan Hasil Evaluasi Produk 8
3.3. Pembahasan 8
3.4. Gambaran Keaktifan  9

BAB  IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan 10
4.2. Saran   10
4.3. Tindak Lanjut   11

Daftar Pustaka 14

Back to Content ^

Pendahuluan

1.1. Latar Belakang
Berdasarkan Undang - Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pada pasal 1 ayat (10) tercantum bahwa satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan pada jalur formal, non formal dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan seseorang tidak hanya diperoleh melalui sekolah saja, tetapi dapat juga dari lingkungan masyarakat. Pendidikan dimanapun yang kita laksanakan haruslah bertujuan, dan tujuan itu tidak ooleh menyimpang dari tujuan pendidikan nasional.
Undang - Undang RI nomor 2 tahun 1980 Bab II Pasal 4 tentang "Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya" yaitu yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, berkepribadian yang mantap dan mandiri Berta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan bangsa.
Selanjutnya pasal 11 ayat 1 juga menyatakan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan pelayanan can kemudahan, Berta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga Negara tanpa diskriminasi.
Undang - undang nomor 2 tahun 2004 tentang pemerintah daerah, wewenang pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan semakin besar, sehingga penyelenggaraan pendidikan mengalami banyak perubahan dari sentralistik menjadi desentralistrik.
Dengan perubahan tersebut, pemerintah daerah memiliki peran yang sangat besar sehingga memerlukan sumber daya yang berkwalitas supaya sumber daya di suatu daerah dapat dikelola dengan balk. Generasi muda merupakan penerus dalam membangun masyarakat untuk menuju Indonesia yang sejahtera.
Pemuda adalah penduduk yang berusia 15 - 35 tahun, dimana pemuda sebagai salah satu modal dasar pembangunan karena usianya yang produktif. Maka dari itu perlu dihimpun dan dibina agar mereka benar - benar mampu mengambil peran aktif dalam pembangunan di daerahnya.
Untuk meningkatkan peran don partisipasi pemuda dalam pembangunan, berbagai pihak yang berkompeten menangani masalah kepemudaan yang dapat menciptakan program - program.

1.2. Tujuan

Permasalahan mendasar saat ini adalah Lembaga Kepemudaan yang tidak dikelola dengan baik dan diarahkan, maka dampaknya tidak akan memberikan arti apa - apa. Apabila lembaga kepemudaan dapat dikelola dengan baik akan berguna untuk kemajuan di daerahnya. Dalam menangani masalah kepemudaan adalah meningkatkan peran dan kemampuan pemuda melalui karang taruna. Dan salah satu program yang diberikan yaitu kegiatan olahraga. Pada Karang Taruna “PVC” Sumberjeruk – Tamanagung – Cluring – Banyuwangi mempunyai kegiatan olahraga bola volly.




1.3. Hasil Kegiatan
Kegiatan bola volly bertujuan  untuk :
a. Membekali pemudi dengan semangat pengetahuan, pendidikan dan pelatihan.
b. Meningkatkan kemampuan  dan peran pemudi dalam cabang olahraga bola volly.

1.4. Rumusan Hasil Kegiatan
Hasil yang diharapkan dari program kepemudaan ini akan menghasilkan para pemudi yang memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan oleh pemudi tersebut. Selain itu dapat meningkatkan potensi pemudi dalam pembangunan. Para pemuda dan pemudi juga bisa menciptakan lapangan kerja sendiri sehingga dapat memiliki penghasilan sendiri.
Back to Content ^

Pelaksanaan Program

2.1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Kegiatan bola volly karang taruna PVC Desa Tamanagung Kecamatan Cluring dilaksanakan di lapangan Sumberjeruk Desa Tamanagung Kecamatan Cluring  dan waktu pelaksanaannya sesuai dengan jadwal pertemuan
WAKTU KEGIATAN
HARI DAN TANGGAL JAM
Senin, 18 / 10 / 2010 15.30 – 17.00
Selasa, 19 / 10 / 2010 15.30 – 17.00
Rabu, 20  / 10 / 2010 15.30 – 17.00
Kamis, 21 / 10 / 2010 15.30 – 17.00
Jum’at,  22/ 10 / 2010 15.30 – 17.00
Senin, 25 / 10 / 2010 15.30 – 17.00
Selasa, 26 / 10 / 2010 15.30 – 17.00

2.2. Materi Pelatihan
2.2.1. Teknik
Teknik bol volly adalah semua gerakan yang ada dalam permainan bola volly meliputi :
1. Teknik pemanasan
a. Lari-lari kecil
b. Teknik gerakan  sebagain anggota tubuh
c. Teknik passing

2. Teknik permainan dengan bola
a. Teknik servis bola
b. Teknik menerima bola
c. Teknik smash
d. Teknik bola blokir
e. Teknik menerima smash lawan
2.2.2. Latihan Teknik
Tahap - tahap latihan teknik yaitu
1. Teknik Latihan Dasar
Dalam tahap ini koreksi kesalahan - kesalahan sangat diperlukan dan sangat menentukan segala gerakan teknik harus dikuasai seluruhnya, baik dalam sikap diam ataupun dalama keadaan bergerak. Latihan seyogyanya dikaitkan dengan kebutuhan taktik bola.
2. Penyernpurnaan Teknik dasar
Dalam tahap ini teknik dasar perlu disempurnakan dengan memperhitungkan masalah ketepatan dan kecepatan. Latihan selanjutnya dibatasi oleh waktu dan tempat, disamping itu latihan dilakukan dibawah pengaruh Iawan pasif. Pada tahap ini perhatian harus ditujukan untuk memperbaiki teknik perorangan.
3_ Latihan keterampilan
Dalam tahap ini ditujukan kepoda perkembangan keterampilan pemain. Bentuk latihan sudah menyerupai permainan sesungguhnya, ada teman juga ada Iawan pasif.
2.2.3. Bentuk-Bentuk Latihan Teknik
Bentuk-bentuk latihan teknik terdiri dari :
o Latihan “Ball Feeling” (latihan perasaan terhadap bola)
o Latihan teknik yang diwajibkan
2.3. Strategi dan Deskripsi Jalannya Kegiatan
2.3.1. Strategi
Strategi yang digunakan dalam pelatihan di karang taruna adalah :
1. Para pemuda dikumpulkan serta diberikan maksud dan tujuan.
2. Memberikan gambaran apa manfaat dari olahraga ini.
3. Menyusun jadwal secara bersamaan.
4. Menciptakan suasana nyaman, santai don menyenangkan agar mereka biasa mengerti mengenai materi yang diberikan
5. Memberikan pelatihan dasar mengenai teknik bola volly
6. Mengevaluasi dengan cara mengadakan pertandingan persahabatan

2.3.2. Diskripsi Jalannya Kegiatan
Sebelum  kegiatan dilaksanakan kami mengumpulkan para pemuda yang berhasil kami data dan kami beritahukan apa maksud dan tujuan kami. Kami berikan gambaran apa manfaat dari olahraga ini baik secara jasmani maupun rohani, sosial dan dari ekonomis bagi mereka. Langkah selanjutnya bersama - sama menentukan jadwal sehingga semua dapat berjalan lancar sesuai yang diharapkan.
Sebelum kami memberikan materi, kami ciptakan suasana yang nyaman agar mereka bisa dengan mudah menerima materi yang kami berikan. Setelah  suasana nyaman dan santai tapi serius kami memberikan materi mengenai teknik bola volly Kemudian bersama - sama melaksanakan pemanasan dengan lari-lari kecil mengelilingi lapangan dengan  tujuan melemaskan otot - otot agar tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan. Setelah pemanasan dirasakan cukup, kami segera latihan  mengenai cara bermain bola volly.
Setelah pelatihan mengai dasar-dasar bola volly mereka kuasai,maka kami mengadakan pertandingan dengan teman-teman daerah itu, dimana mereka sudah lebih mahir  dari kami. Dalam pertandingan pertama kami merasa tidak mampu. Setelah diberi motivasi dan semangat kami akhirnya pun bisa mengalahkan mereka.
Hasil dari evaluasi tersebut mereka bisa membuktikan bahwa mereka bila melaksanakan permainan bola volly dengan baik. Dan persahabatan mereka semakin terjalin erat, selain itu mereka bisa lebih semangat  untuk melakukan olahraga.
Back to Content ^

Temuan dan Hasil

3.1.  Temuan/Hasil Evaluasi Proses
Dalam kegiatan pelatihan bola volly ada beberapa hal yang menjadi penghambat dan mempermudah kegiatan ini, antara lain sebagai berikut :
1. Saat mencari pemuda untuk dibina kami dibantu oleh berbagai pihak.
2. Kami disediakan tempat untuk mengadakan pertemuan
3. Sudah lengkapnya sarana dan prasarana
4. Pada saat membuat jadwal harus  menyesuaikan dengan kegiatan pata pemuda agar tidak terjadi benturan waktu yang mengakibatkan mereka tidak bisa hadi.
5. Terjadi interaksi yang baik antara pemain dan pembina.
6. Disaat awal-awal pertemuan ada peserta yang terlihat canggung dan merasa tidak mampu untuk mengikuti kegiatan ini

3.2.  Temuan/Hasil Evaluasi Produk
Kegiatan pelatihan bola volly bertujuan untuk menciptakan  pemuda yang berkwalitas dalam bidang olahraga. Setelah diadakan pelatihan, para pemuda peserta olahraga lebih sehat dan bersemangat. Persahabatan diantara mereka lebih erat dan ada rasa sosial yang tinggi dari para pemuda itu.

3.3.  Pembahasan
Dalam kegiatan bola volly ini ada beberapa hal yang menjadi penghambat maupun yang mempermudah pelatihan ini. Dan pada saat kegiatan dilaksanakan, para pemuda sangat aktif untuk datang dalam kegiatan tersebut, dikarenakan kesadaran  yang cukup tinggi dalam diri mereka untuk mengikuti kegiatan tersebut.

3.4   Gambaran Keaktifan
Para pemuda sangat aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Hal ini dapat dilihat mereka selalu datang tepat  waktu saat kegiatan ini dilaksanakan, mereka tampak serius mendengarkan materi yang diberikan. Antusiasme mereka untuk mengikuti kegiatan ini cukup tinggi, dibuktikan dengan kehadiran mereka disetiap latihan ini dengan tidak pernah absen, bisa dilihat pada daftar hadir mereka yang telah kami buat.

Back to Content ^

Kesimpulan dan Saran

4.1   Kesimpulan
Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah :
1. Dengan adanya kegiatan ini bisa mengurangi masalah - masalah sosial para pemuda yang mengikuti kegiatan ini.
2. Dengan konsep pembinaan yang tepat, maka akan dapat dirasakan manfaatnya baik untuk para pemuda itu sendiri, keluarga don lingkungan masyarakat sekitar.

4.2.  Saran
Suatu kegiatan selalu diharapkan suatu keberhasilan, tetapi di dalam suatu kegiatan juga tidak lepas dari suatu hambatan. Oleh karena itu, penulis dapat memberikan saran berdasarkan pengalaman dalam kegiatan kepemudaan dibidang oleh raga bola volly ini, untuk menuju tahap perbaikan maupun  demi peningkatan pelaksanaan kegiatan berikutnya, adalah sebagai berikut :
1. Diharapkan setelah membaca dan mengkaji isi laporan ini, pemuda lain mau mengikuti jejak penulis untuk menghindari kepada hal - hal yang negative.
2. Mau mendengarkan masukan - masukan dari orang lain yang bersifat membangun guna perbaikan.
3. Peran orang tua sangatlah penting di dalam mengawasi don mengarahkan putera - puterinya agar memiliki kepribadian yang baik di dalam suatu masyarakat.

4.3.  Tindak Lanjut
Tindak lanjut yang dapat dilakukan  antara lain dengan menyusun  kegiatan yang lebih baik dari kegiatan yang pernah  dilakukan sebelumnya dan mau bertanya  dengan ahlinya dan juga berlatih agar bisa memberikan pelatihan dengan semaksimal mungkin.
Menjalin kerja sama dengan  lembaga dan  segala pihak yang dapat membantu berjalannya kegiatan ini. Kita juga tidak boleh melupakakn peran orang tua sangatlah penting agar pemuda tiak terkait dengan masalah-masalah negatif dan bisa menambah semangat para pemuda untuk mengikuti kegiatan – kegiatan kepemudaan ini.
Back to Content ^

Download File

Dapatkan file secara lengkap berupa pengaturan, gambar, tabel dan lain-lain dalam format microsoft word (.doc) pada link dibawah ini !!
Dowwload Makalah Laporan Praktek Kegiatan Pelatihan Kepemudaan Dalam Pelatihan Olahraga Bola Volley Di Organisasi “ Pratama Volly Club ” (PVC) Format Microsoft Word (.doc) 
 Halaman Pengesahan dll | Isi Makalah

Back to Content ^
Share:

BTemplates.com