Tutorial, Trik, Tips, Cara melakukan sesuatu

Pengelompokkan Limbah Berdasarkan Jenis Senyawa


Pada artikel kali ini tentang Pengelompokan limbah berdasarkan jenis senyawa yang disebut juga secara kimiawi, yaitu limbah dibedakan menjadi 2 bentuk yaitu limbah organik dan anorganik. Jumlah Komposisi limbah paling banyak di negara berkembang adalah limbah organik, jumlahnya antara 60- 70%, sedangkan limbah anorganik sebesar kurang lebih 30%.
Pengelompokkan Limbah Berdasarkan Jenis Senyawa
Pengelompokkan Limbah Berdasarkan Jenis Senyawa

1. Limbah organik

Apabila dikelompokkan berdasarkan suku kata limbah organik terdiri dari 2 suku kata yaitu “Limbah” dan “Organ”. Limbah mempunya arti sisa atau buangan, sedangkan organ artinya kelompok jaringan yang melakukan beberapa fungsi (mahluk hidup). Apabila kedua 2 suku kata tersebut digabungkan maka limbah organik adalah jenis bahan-bahan sisa atau buangan mahluk hidup seperti tumbuhan dan hewan. Itulah pengertian dari limbah organik.

Selain itu, ada beberapa definisi lain dari limbah organik yang akan dijelaskan pada artikel ini. Limbah organik memiliki defenisi berbeda yang penggunaannya dapat disesuaikan dengan tujuan penggolongannya. Berdasarkan pengertian secara kimiawi limbah organik merupakan segala limbah yang mengandung unsur karbon (C). Oleh sebab itu, limbah organik dapat meliputi limbah dari mahluk hidup (misalnya kotoran hewan dan manusia, sisa makanan, dan sisa-sisa tumbuhan mati), kertas, plastik, dan karet. Dilihat secara teknis sebagian besar orang mendefinisikan limbah organik sebagai limbah yang hanya berasal dari mahluk hidup (alami) dan sifatnya mudah busuk. Artinya, bahan-bahan organik alami namun sulit membusuk/terurai, seperti kertas, dan bahan organik sintetik (buatan) yang juga sulit membusuk/terurai, seperti plastik dan karet, tidak termasuk dalam limbah organik. Hal ini berlaku terutama ketika orang memisahkan limbah padat (sampah) di tempat pembuangan sampah untuk keperluan pengolahan limbah.

Limbah organik yang berasal dari mahluk hidup mudah membusuk karena pada mahluk hidup terdapat unsur karbon (C) dalam bentuk gula (karbohidrat) yang rantai kimianya relatif sederhana sehingga dapat dijadikan sumber nutrisi bagi mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur. Hasil pembusukan limbah organik oleh mikroorganisme sebagian besar adalah berupa gas metan (CH4) yang juga dapat menimbulkan permasalahan lingkungan.

Pengertian lain dari limbah organik yaitu limbah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob. Limbah organik dapat dengan mudah diuraikan melalui proses yang alami. Limbah ini mempunyai sifat kimia yang stabil sehingga zat tersebut akan mengendap kedalam tanah, dasar sungai, danau, serta laut dan selanjutnya akan mempengaruhi organisme yang hidup di dalamnya.

Limbah organik dapat mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos). Kompos merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia.

Sampah pasar khusus seperti pasar sayur mayur, pasar buah, atau pasar ikan yang jenisnya relatif seragam, dimana sebagian besar (95%) berupa sampah organik sehingga lebih mudah ditangani. Sampah yang berasal dari pemukiman umumnya sangat beragam, tetapi secara umum minimal 75% terdiri dari sampah organik dan sisanya anorganik.

Limbah organik dibagi menjadi dua yaitu limbah organik basah dan limbah organik kering. Limbah organik basah memiliki kandungan air yang cukup tinggi seperti kulit buah dan sisa sayuran. Limbah organik kering merupakan limbah yang memiliki kandungan air yang relatif sedikit seperti kayu, ranting pohon, dedaunan kering dll.

2. Limbah anorganik

 Limbah anorganik terdiri dari dua suku kata yaitu limbah dan anorganik. Limbah artinya sisa atau buangan, sedangkan anorgan artinya bukan berasal dari kelompok jaringan yang melakukan beberapa fungsi (mahluk hidup). Apabila kedua kata tersebut digabungkan maka limbah anorganik adalah limbah yang bukan merupakan sisa atau bungan mahluk hidup mencangkup tumbuhan dan hewan.

Pengertian lain dari limbah anorganik secara kimiawi yaitu limbah yang tidak mengandung unsur karbon, seperti logam (misalnya besi dari mobil bekas atau perkakas, dan aluminium dari kaleng bekas atau peralatan rumah tangga), kaca, dan pupuk anorganik (misalnya yang mengandung unsur nitrogen dan fosfor). Limbah-limbah ini tidak memiliki unsur karbon sehingga tidak dapat diurai oleh mikroorganisme. Seperti halnya limbah organik, pengertian limbah anorganik yang sering diterapkan di lapangan umumnya limbah anorganik dalam bentuk padat (sampah). Selain itu, limbah anorganik juga merupakan limbah yang tidak dapat atau sulit terurai/busuk secara alami oleh mikroorganisme pengurai, sehingga plastik, kertas, dan karet juga dikelompokkan sebagai limbah anorganik. Bahan-bahan tersebut sulit diurai oleh mikroorganisme karena unsur karbonnya membentuk rantai kimia yang kompleks dan panjang (polimer).

Beberapa limbah anorganik dapat didaur ulang kembali seperti plastik, logam, dan kaca. Namun, limbah yang dapat didaur ulang tersebut harus diolah terlebih dahulu dengan cara sanitary landfill, pembakaran (incineration), atau penghancuran (pulverisation).

Limbah anorganik seperti plastik, styrofoam, dll apabila dibiarkan terus-menerus akan semakin banyak dan menumpuk sehingga selain dapat mengganggu pemandangan juga dapat menjadi polutan pada tanah.  Air limbah industri juga dapat mengandung berbagai jenis bahan anorganik, zat-zat tersebut diantaranya :
  1. Garam anorganik seperti magnesium sulfat, magnesium klorida yang berasal dari kegiatan pertambangan dan industri
  2. Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan biji logam dan bahan bakar fosil
Semoga sedikit penjelasan tentang Pengelompokkan Limbah Berdasarkan Jenis Senyawa dapat menjadi referensi. 

Share:

Mengelompokkan Limbah Berdasarkan Sumber dan Limbah B3


Berikut ini pengertian atau definisi limbah secara sederhana, pengertian Limbah adalah bahan atau barang sisa atau sudah dibuangan dari suatu hasil usaha dan atau kegiatan manusia. Limbah dari hasil kegiatan manusia bisa berupa limbah organik dan limbah anorganik. Yang mungkin masih dapat dimanfaatkan kembali

Pengelompokan Limbah Berdasarkan Sumber :

Berdasarkan Sumber limbah sebetulnya apabila dikelompokkan sangat beragam. Pada pembahasan kali ini kami ingin menjelaskan beberapa sumber utama penghasil limbah secara umum.
a.   Limbah Domestik
Pengertian dari Limbah domestik adalah bahan-bahan sisa atau buangan  yang berasal dari kegiatan tempat-tempat tinggal manusia ( rumah tangga) dan kegiatan usaha seperti : mandi, mencuci, penjual sayur, penjual kelapa, pengrajin, meubel dan lain sebagainya.
Jenis-jenis sumber limbah domestik, yaitu :
  1. Air bekas mandi dan cuci
  2. Buangan eksreta/tinja manusia
  3. Sisa makanan
  4. Kertas
  5. Kaleng
  6. Plastik
  7. Air sabun / Deterjen


b.   Limbah Industri
pengertian limbah industri merupakan sisa hasil kegiatan dari proses industri. Jenis bahan bahan sisa yang dihasilkan tergantung pada jenis kegiatan hasil industri. Contoh limbah indrustri yang termasuk limbah organik cair atau padat akan biasanya dihasilkan oleh kegiatan industri pengolahan makanan, sedangkan limbah anorganik dari kegiatan indrustri seperti logam berat akan banyak dihasilkan oleh industi tekstil, pengolahan logam, kertas, dan lainnya.
Kegiatan indrustri yang dalam proses kegiatannya melakukan proses pembakaran akan banyak menghasilkan limbah yang berupa gas. Sumber limbah industri :
1. Sisa proses industri
2. Proses pencucian peralatan
3. Proses pendingin
4. Tumpahan bahan baku cair

Perbedaan Karakteristik Limbah Domestik Dan Industri
Secara umum perbedaan yang sangat mencolok dari limbah domestik dan indrustri  dapat dibedakan menjadi dua, sebagai berikut :
Mengandung bahan organik biodegradable tinggi
Mengandung mikroorganisme pathogen dan non pathogen

c.    Limbah Pertanian
sumber utama dari limbah pertanian adalah berasal dari kegiatan manusia yang berada di daerah pertanian atau perkebunan. Limbah yang dihasilkan dari kegiatan tersebut  berupa senyawa – senyawa anorganik dari bahan kimia yang digunakan untuk menigkatkan hasil produksi dalam kegiatan pertanian, seperti pupuk dan pestisida (pembasmi hama). Selain itu, limbah organik bisa dihasilkan dari sisa tumbuhan.

d.   Limbah Pertambangan
pengelompokan limbah berdasarkan sumbernya yang berasal dari Limbah pertambangan adalah sisa-sisa hasil kegiatan manusia dari penambangan bahan-bahan alam. Kandungan limbah  dari hasil kegiatan pertambangan ini terutama berupa material tambang, seperti logam atau batuan.
Mengelompokkan Limbah Berdasarkan Sumber dan Limbah B3
Mengelompokkan Limbah Berdasarkan Sumber dan Limbah B3

Mengelompokkan Limbah Berdasarkan Sumber dan Limbah B3 

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun atau yang biasanya disingkat B3, pengertian Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) menurut PP RI No. 18/1999 tentang Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun adalah sisa suatu kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun, yang karena sifat dan atau konsentrasinya, baik secara langsung maupun tak langsung merusak lingkungan hidup, kesehatan, maupun manusia Yang termasuk limbahB3 antara lain adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yangtidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, danoli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus.Bahan-bahan ini termasuk limbah B3.

Hasil limbah dari  Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dapat dikelompokkan sebagai zat atau bahan yang mengandung satu atau lebih senyawa :
  1. Mudah meledak (explosive) ;
  2. Pengoksidasi (oxidizing);
  3. Amat sangat mudah terbakar (extremely flammable);
  4. Sangat mudahh terbakar ( highly flammable);
  5. Mudah terbakar; (flammable)
  6. Amat sangat beracun (extremely toxic);
  7. Sangat beracun (highly toxic);
  8. Beracun (moderately toxic);
  9. Berbahaya (harmful);
  10. Korosif (corrosive);
  11. Bersifat mengiritasi (irritant);
  12. Berbahaya bagi lingkungan ( dangerous to the environment)
  13. Karsinogenik/dapat menyebankan kanker (carcinogenic);
  14. Teratogenik/ dapat menyebabkan kecacatan janin (teratogenic)
  15. Mutagenik/ dapat menyebabkan mutasi  (mutagenic).


Berdasarkan sumbernya, limbah Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dapat dikelompokkan menjadi:
  • Primary sludge

Primary sludge adalah bahan-bahan siswa atau bahan buangan  yang berasal dari tangki sedimentasi pada kegiatan pemisahan awal yang banyak mengandung biomassa senyawa organic yang kondisinya stabil dan mudah menguap
  • Chemical sludge

Chemical sludge adalah bahan sisa atau bahan buangan  yang dihasilkan dari proses kegiatan koagulasi dan kegiatan flokulasi.
  • Excess activated sludge

Excess activated sludge merupakan  limbah yang dihasilkan  dari proses kegiatan pengolahan dengan lumpur aktif sehingga banyak mengandung zat padat organik berupa lumpur dari hasil proses tersebut
  • Digested sludge

Sedangkan Digested sludge merupakan limbah yang berasal dari kegiatan pengolahan biologi dengan digested aerobic maupun anaerobic dimana zat  padat yang berupa lumpur dihasilkan cukup stabil dan banyak mengandung padatanorganik.

Limbah Mudah Meledak adalah bahan sisa atau bahan buangan apabila terkeda radiasi atau reaksi kimia dapat menghasilkan zat gas dengan suhu dan tekanan tinggi  dan  dengan cepat dapat merusak kondisi lingkungan disekitar.

Limbah mudah terbakar adalah bahan sisa atau bahan buangan apabila dalam kondisi tertentu jarak limbah tersebut berdekatan dengan api, percikan api, gesekan atau sumber nyala lain akan mudah terbakar atau membara dan bila telah terbakar akan terus terbakar dengan kondisi yang sangat serius dalam waktu lama.

Limbah reaktif adalah bahan sisa atau bahan buangan yang menyebabkan kebakaran karena melepaskan atau menerima oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi.

Limbah beracun adalah bahan sisa atau bahan buangan yang mengandung racun yangberbahaya bagi manusia dan lingkungan. Limbah B3 dapat menimbulkan kematian atau sakit bila masuk ke dalam tubuh melaluipernapasan, kulit atau mulut.

Dalam situasi dan kondisi tertentu bahan sisa atau bahan buangan yang menyebabkan infeksi adalah bahan sisa atau bahan buangan laboratorium yang terinfeksi penyakit atau limbah yang mengandung kuman berbagai penyakit,seperti bagian tubuh manusia yang diamputasi dan cairan tubuh manusia yang terkena infeksi.

Limbah yang bersifat korosif adalah bahan sisa atau bahan buangan yang menyebabkan iritasi pada kulit atau mengkorosikan baja, yaitu memiliki pH sama atau kurang dari 2,0 untuk limbah yang bersifat asam dan lebih besar dari12,5 untuk yang bersifat basa.

Semoga Artikel tentang Mengelompokkan Limbah Berdasarkan Sumber dan Limbah B3 dapat bermanfaat. Temukan berbagai artikel tentang Limbah, pengolahan limbah tumbuhan dan berbagai artikel lain yang bermanfaat.
Share:

Jenis Pelanggaran Dalam Permainan Basket Yang Paling Sering Dilakukan


Jenis Pelanggaran Dalam Permainan Basket Yang Paling Sering Dilakukan - Semua cabang olah raga atau permainan memiliki peraturan yang harus ditaati oleh semua anggota atau pemain. Apabila dilanggar maka anggota dalam team yang ikut bermain akan mendapat hukuman dari wasit. Kali ini kami bahas artikel tentang Jenis Pelanggaran Dalam Permainan Basket Yang Paling Sering Dilakukan, khusus buat kalian pecinta olahraga bola basket, kalian harus mengetahui kalau olahraga ini diawasi oleh International Basketball Federation (FIBA) dan juga Induk Organisasi Basket Indonesia (Perbasi).

Jenis Pelanggaran Dalam Permainan Basket Yang Paling Sering Dilakukan 

Jenis Pelanggaran Dalam Permainan Basket Yang Paling Sering Dilakukan
Jenis Pelanggaran Dalam Permainan Basket Yang Paling Sering Dilakukan
Dengan demikian olahraga bola basket yang temasuk popular karena banyak diminati punya berbagai rules atau peraturan yang wajib ditaati oleh setiap anggota pemain, tim, dan klub. Untuk menambah pengetahuan kalian maka kalian wajib tahu apa saja Jenis Pelanggaran Dalam Permainan Basket Yang Paling Sering Dilakukan. Nah Jenis Pelanggaran Dalam Permainan Basket Yang Paling Sering Dilakukan antara lain :
1. Jumping
Pelanggaran ini akan diberikan ketika pemainnya mau melakukan shooting dengan cara melompat, tetapi tidak jadi melompat.

2. Pushing
Pushing artinya mendorong. Pemimpin pertantingan akan memberikan sanksi pada salah seorang pemain yang dengan sengaja mendorong anggota tim lawan.

3. Blocking Foul
Wasit (Pemimpin pertandingan)  akan memberikan hukuman kepada pemain yang menjadi penghalang atau secara sengaja menghalangi pemain dari tim lawan.

4. Back Court atau Back Ball
Jenis pelanggaran yang satu ini adalah hukuman yang diberikan kepada pemain yang membawa bola kembali ke area pertahanan, padahal pemain yang membawa bola basket sudah melewati garis tengah.

5. Traveling
Pelanggaran yang satu ini merupakan pelanggaran yang sering sekali dilakukan  oleh para pemain. Pelanggaran bisa diberikan olah Wasit (Pemimpin pertandingan) kepada pemain ketika seorang pemain tidak menggiring bola dalam 3 langkah sambil berjalan ataupun berlari. Untuk kalian yang sering bermain basket pasti mengerti tentang peraturan yang satu ini, pastinya sudah banyak yang tahu kalau kalian suka dengan bola basket, apabila bola basket harus terus digiring dalam 3 langkah selama permainan berlangsung.

6. Foul
Dalam setiap anggota tim dalam permainan basket yang berlangsung, khususnya pada pertandingan resmi, pelanggaran foul akan terjadi apabila  pemain yang melanggar pemain dari tim lawan. Wasit (Pemimpin pertandingan) akan menanggap ini pelanggaran ketika pemain tersebut melanggar dengan posisi defense atau reaching yang salah. Kalo dilihat wasit, dia gak segan-segan bakal ngasih tau lo bro bahwa itu salah.

Nah itu tadi Jenis Pelanggaran Dalam Permainan Basket Yang Paling Sering Dilakukan. Penting untuk kalian pencinta basketball untuk mengetahui agar terhindar dari pelanggaran diatas.
Share:

Peraturan Permainan Bola Basket

Dalam permainan bola basket sama halnya dengan permainan sepak bola, bola volli dan permainan permainan lainnya. Terdapat peraturan permainan yang harus dipatuhi oleh setiap anggota permainan bola basket. Agar permainan berjalan teratur dan tertib maka setiap pemain harus memahami dan mengetahui tentang peraturan permainan bola basket.

Jika ada pemain yang melanggar peraturan permainan maka akan dikenakan hukuman atau penalty sama halnya dengan permainan sepak bola
Peraturan Permainan Bola Basket
Peraturan Permainan Bola Basket

Peraturan Permainan Bola Basket

Peraturan  dasar yang harus diketahui oleh pemain pada permainan Bola Basket adalah sebagai berikut:
  1. Bola basket dapat dilemparkan ke berbagai arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
  2. Bola basket dapat dipukul dengan tangan ke segala arah dengan menggunakan salah satu tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
  3. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola basket. Pemain harus melemparkan bola basket tersebut dari titik tempat menerima bola basket, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
  4. Bola basket harus dipegang di dalam atau di antara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola basket.
  5. Pemain tidak boleh menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara anapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola basket lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan sengaja lawan cidera, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
  6. Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola basket dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.
  7. Apabila salah satu anggota dalam permainan bola basket melakukan sebanyak 3 kesalahan dengan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
  8. Gol terjadi apabila bola basket yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola basket terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
  9. Apabila bola basket keluar lapangan pertandingan, bola basket akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola basket, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola basket diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola basket dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola basket akan berpindah. Jika terdapat salah satu anggota permainan bola basket melakukan kecurangan dengan menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
  10. Wasit memiliki hak penuh untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah tindak pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
  11. Wasit pembantu memperhatikan bola basket dan mengambil keputusan apabila bola basket dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola basket, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
  12. Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
  13. Pihak yang berhasil memasukkan bola basket ke ring terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang

Setiap anggota permainan harus memahami semua peraturan permainan bola basket yang tertulis diatas agar tidak merugikan kelompok karena terkena pelanggaran, yang akibatnya akan menambah point untuk lawan.
Share:

Ukuran Lapangan Basket

Berikut ini merupakan ulasan tentang ukuran lapangan basket yang wajib kamu ketahui. Dengan mengetahui ukuran tersebut kalian akan dapat menempatkan posisi dan tembakan ke arah ring dengan tepat. Tidak hanya itu dengan mengetahui ukuran lapangan basket kalian akan dapat menentukan dimana posisi letak tembakan yang memiliki nilai paling tinggi.

Manfaat lain apabila mengetahui ukuran lapangan basket, tentu akan dapat dengan mudah menembakkan bola dengan tepat dan dapat menguasai permainan dengan bermain secara kelompok.
ukuran lapangan basket dari atas
ukuran lapangan basket dari atas
Ukuran Lapangan Basket – Sama seperti lapangan bola volli dan bulu tangkis, Lapangan bola basket berbentuk persegi panjang dan memiliki 2 standar ukuran, yakni dengan panjang 28,5 m dan lebar 15 m untuk ukuran standar yang digunakan dalam National Basketball Association dan panjang 26 m dan lebar 14 m untuk standar Federasi Bola Basket Internasional. Pada lapangan basket memiliki 3 buah lingkaran yang terdapat di dalam lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 m.
gambar ring basket tampak sisi
gambar ring basket tampak sisi

Penjelasan Ukuran Lapangan Basket Lengkap

Ukuran panjang garis tengah yang berbentuk lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80 m dengan ukuran lebar garis yaitu 0,05 m. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6 m. Sedangkan panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 m.

Sedangkan untuk Jarak pada lantai hingga ke papan pantul bagian bawah adalah 2,75 m. Sedangkan untuk jarak papan pantul pada bagian bawah hingga ke ring basket memiliki ukuran 0,30 m. Ring basket memiliki panjang yaitu 0,40 m. Untuk ukuran jarak tiang besi penyangga hingga ke garis akhir adalah 1 m.
Gambar ring basket tampat depan
Gambar ring basket tampat depan
Panjang papan pantul bagian luar adalah 1,80 m sedangkan lebar papan pantul bagian luar adalah 1,20 m. Dan panjang papan pantul bagian dalam adalah 0,59 m sedangkan lebar papan pantul bagian dalam adalah 0,45 m.
Share:

Tips Cepat Melewati Pemeriksaan Bandara Dengan Cepat dan Aman


Ketika kita bepergian melalui transportasi udaha seperti pesawat sudah pasti harus memasuki area pemeriksaan di bandara. Pemeriksaan di bandara  tersebut berupa melewati metal detector dan x-ray, kemudian ada beberapa tahap dari mulai sebelum memasuki area check-in counter, memasuki area boarding room, hingga pememriksaan terakhir sebelum masuk ke pesawat. Hal ini demi terciptanya kemanan dan kenyamanan didalam suatu penerbangan, dan keselamatan untuk semura orang di bandara. Pengecekan seperti  ini berlaku untuk semua tidak terkecuali dari mulai karyawan bandara, penumpang pesawat, hingga pilot dan pramugari yang bertugas di sebuah maskapai.
Tips Cepat Melewati Pemeriksaan Bandara Dengan Cepat dan Aman
Tips Cepat Melewati Pemeriksaan Bandara Dengan Cepat dan Aman

Agar lancar dalam pemeriksaan bandara,kami memiliki beberapa tip mudah yang harus Anda ketahui. Terlihat hal yang mudah, tapi akan mempercepat  Anda saat traveling ke luar negeri.
Melepas Semua Aksesori yang terbuat Logam
Apabila ingin melakukan liburan sebaiknya berpakaian kasual saja yang simpel dan mengurangi aksesori berbahan logam. Ini penting, agar saat dilakukan pemeriksaan bandara tidak tertahan lama untuk melepaskan semua aksesori, ikat pinggang, cincin, kalung, jam dan lainnya. Ini bertujuan agar tidak mengganggu orang lain ataupun diri Anda saat sedang terburu-buru.

Semua barang-barang logam yang biasa digunakan Anda bisa menaruhnya ke dalam tas kecil atau tas yang akan Anda bawa ke dalam kabin, setelah pemeriksaan bisa digunakan kembali.

Melepas Jaket Saat Pemeriksaan Bandara

Hampir semua jenis  jaket memiliki ritsleting yang terbuat logam, jika melewati metal detector tentunya akan berbunyi. Agar tidak menghalangi pemeriksaan Anda lepaskan terlebih dahulu jaket tersebut. Anda bisa menyatukannya dengan tas yang akan dimasukan ke dalam x-ray untuk dibawa ke dalam kabin.

Persiapkan Tas Kecil

Membawa tas kecil akan memudahkan Anda untuk menaruh barang-barang kecil yang penting, seperti handphone, dompet, paspor, boarding pass. Mengumpulkan barang-barang yang berbentuk kecil dalam satu wadah, hal ini  akan memudahkan Anda saat sedang melewati pemeriksaan bandara.

Pastikan Tak Bawa Benda Terlarang

Tentu kalian sudah paham dan mengetahui mengenai jenis barang yang dikategorikan dilarang  untuk dibawa ke kabin pesawat. Seperti gunting, pisau, dan alat-alat tajam. Namun, apabila terpaksa harus dibawa ada baiknya masukan ke dalam bagasi kabin saja.

Manfaatkan Wadah yang disediakan

Hal yang sudah biasa sebelum melewati metal detector dan x-ray saat pemeriksaan dibandara, para petugas penjaga menyediakan wadah khusus untuk menaruh barang-barang logam. Jangan lupa memasitkan barang dalam wadah yang telah digunakan. Sehingga barang-barang bawaan Anda tidak sampai terlupakan.

Masukan Tas Terlebih Dahulu Sebelum Melewati Metal Detector

Bagi Anda yang pertama kali terbang, ini merupakan langkah wajib yang bisa Anda ketahui. Tips Agar cepat melewati pemeriksaan bandara  harus dilakukan dengan baik seperti memasukkan barang-barang seperti tas terlebih dahulu ke dalam mesin x-ray.

Hindari Melakukan Lelucon Berlebihan

Pemeriksaan bandara itu ketat sehingga Anda harus menjalani dengan serius, sebisa mungkin hindari becandaan dan lelucon yang memancing reaksi petugas bandara. Seperti mengatakan bahwa ada bom di dalam tas Anda, hal ini akan ditanggapi serius oleh petugas bandara tersebut.
Sumber

Sumber : https://www.futuready.com

Semoga perjalanan anda menyenangkan dan nyaman
Share:

Aturan Yang Harus Dipatuthi Penumpang di Dalam Pesawat

Kalian suka melakukan perjalanan, namun bagaimana menjaga perjalanan agar tetap aman dan nyaman, perlu diketahui agar perjalanan berjalan seperti apa yang kita harapkan jaga dan patuhi aturan sebagai penumpang di dalam pesawat. Sebab, jika tidak mematuhi aturan tersebut, pasti kalian akan mendapatkan masalah sehingga menyebabkan perjalanan menjadi terganggu.

Setiap mode transportasi pasti memiliki aturan dan peraturan yang harus dipatuhi dan terbilang hampir mirip satu dengan yang lainnya. Contohnya, menjaga kebersihan, tidak berkata kasar, menjaga privasi penumpang lain dan sebagainya. Itu merupakan aturan dasar yang memang harus dilakukan di mana pun kalian berada. Namun, khusus untuk artikel ini, Futuready.com akan menjelaskan mengenai aturan penumpang di dalam pesawat yang harus dipatuhi.
Aturan Yang Harus Dipatuthi Penumpang di Dalam Pesawat
Aturan Yang Harus Dipatuthi Penumpang di Dalam Pesawat

Aturan Yang Harus Dipatuthi Penumpang di Dalam Pesawat

Membahas aturan penumpang di dalam pesawat, mungkin lebih mengarah kepada sikap dan prilaku terhadap awak kabin, fasilitas di dalam pesawat, hingga penumpang lainnya. Aturan di sini bukan hanya prilaku, tetapi juga gaya bicara dan bahasa yang harus lebih diperhatikan lagi. Jangan sampai kalian melakukan hal tidak berguna yang dapat merugikan diri sendiri, meskipun itu hanya sekadar berncada. Oleh karena itu, agar perjalanan kalian menggunakan pesawat tetap aman dan terhidar dari masalah apa pun, pastikan kalian mematuhi semua aturan penumpang di dalam pesawat. Nah, untuk kalian yang masih bingung apa saja aturan yang harus dipatuhi, berikut ini ulasan selengkapnya.

Ada beberapa sikap dan aturan yang harus kalian terapkan diantaranya :

  1. Harus bersikap sopan
  2. Menghormati privasi orang lain
  3. Menjaga Kebersihan
  4. Mengntrol barang-barang bawaan
Nah, seperti keempat sikap tersebut simak selengkapnya,


Harus Bersikap Sopan

Masih saja ada penumpang yang nakal dengan menggoda atau berprilaku genit kepada pramugari. Sudah dipastikan perilaku tersebut bukan termasuk aturan penumpang di dalam pesawat yang harus dipetahui. Meskipun seorang pramugari bekerja untuk melayani penumpang, bukan berarti kalian bisa bersikap semaunya. Bersikaplah sopan selayaknya kalian lakukan kepada orang lain. Jika memang kalian membutuhkan sesuatu di dalam pesawat, berbicara dan bersikap yang normal tanpa ada unsur dan maksud terselubung.

Bersikap sopan ini juga harus kalian terapkan kepada penumpang lainnya. Pasalnya, penumpang lain pun memiliki hak yang sama seperti kalian. Jaga prilaku dan jangan melakukan hal-hal aneh yang bisa mengganggu kenyamanan orang lain. Bahkan jika perlu, kalian bisa menegurnya sekadar salam sapa sebagai  kalian bahwa kalian menghormati dan menghargainya.

Menghormati Privasi Orang Lain

Sama halnya dengan kalian, setiap orang memiliki privasinya masing-masing. Meskipun jarak antar bangku yang begitu sempit, tetapi kalian harus tetap bisa menjaga privasi penumpang lain yang ada di sebelah kalian. Contohnya, tidak nyalakan lagu dengan volume yang cukup keras, tidak berisik selama penerbangan, dan juga harus menjaga posisi tidur sehingga tidak mengganggu orang lain. Meskipun terlihat sepele, tetapi sikap dan prilaku ini harus dilakukan agar perjalanan pun menjadi nyaman.

Menjaga Kebersihan

Sebenarnya, aturan yang satu ini sudah tidak perlu diingatkan lagi. Pasalnya, setiap orang harus sudah memiliki kesadaran tersendiri untuk tetap menjaga kebersihan. Meskipun kalian tidak dilarang membawa makanan dari luar (asalkan sesuai prosedur), tetapi tetap saja sampah-sampah makanan tersebut harus dirapikan dan dibuang di tempat yang benar. Jangan pernah kalian membuang sampah di kursi atau di lantai. Tunggulah sampai ada kru kabin yang berkeliling membawa plastik besar untuk menampung sampah-sampah tersebut.

Mengontrol  Barang Bawaan

Setiap penumpang memang memiliki hak untuk membawa barang dan diletakkan di dalam kabin. Tetapi, satu hal yang perlu diingat bahwa bagasi kabin itu bukan hanya miliki kalian saja tetapi milik semua penumpang pesawat tersebut. Oleh karena itu, sebelum berangkat pastikan barang yang kalian bawa tidak melebihi kapasitas sehingga tidak mengambil seluruh tempat bagasi yang harusnya diisi oleh penumpang lain. Selain itu, ada aturan yang memang sudah ditetapkan oleh seluruh maskapai penerbangan mengenai jumlah berat barang yang boleh dibawa masuk ke dalam kabin pesawat. Agar kalian tidak mendapatkan masalah, pastikan aturan penumpang di dalam pesawat yang satu ini sangat dipatuhi.

Kenyamanan dan keamanan perjalanan kalian, buang orang lain yang menentukan, tetapi kalian sendiri. Maka buat diri sendiri merasa nyaman dan aman dalam perjalanan.
Share:

Ciri Ciri Atau Tanda Air Tanah Yang Tercemar

Konsumsi air secukupnya sangat penting menjaga kesehatan. Karena untuk dapat  dengan sehat tubuh membutuhkan cairan yang cukup. Namun konsumsi air yang baik harus menggunakan air sumber atau air tanah yang bersih dan bebas dari pencemaran. 


Ada banyak ciri-ciri  yang menunjukkan tingkat pencemaran air tanah, yang harus dilakukan di laboratorium. Namun dengan cara yang sangat  sederhana air tanah yang tercemar juga bisa diketahui lewat pengamatan fisik. Usaha yang dilakukan agar mendapatkan air tanah atau air sumber dengan kualitas baik, maka sumur harus dibuat dengan tingkat kedalaman tertentu. Sumur yang yang kedalamannya terlalu dangkal akan terisi air permukaan, yang lebih mudah terkontaminasi oleh cemaran atau polutan.

Penyebab utama pencemaran air terdiri dari polutan alami (mineral dan mikroorganisme) serta polutan buatan. Sedangkan polutan buatan berasal dari manusia seperti residu (sisa) bahan kimia umumnya lebih berbahaya dibandingkan polutan alami.

Sumber polutan buatan dapat diakibatkan dari limbah rumah tangga, industri maupun pertanian. Sumber yang dating dari rumah tangga antara lain berupa air sabun bekas cucian. Sumber limbar yang berasal dari industri lebih beragam, sementara dari pertanian antara lain pupuk dan pestisida.
 
Ciri Ciri Atau Tanda Air Tanah Yang Tercemar
Ciri Ciri Atau Tanda Air Tanah Yang Tercemar
Air sumber yang bersih dan layak untuk dikonsumsi seharusnya tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Adanya pencemaran menyebabkan perubahan pada sifat tersebut. Tanda-tanda yang timbul pada air tanah sudah tercemar dapat dilihat melalui pengamatan fisik.
  1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.
  2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.
  3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.
  4. Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.
  5. Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.
  6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.

Semoga dengan informasi diatas kita dapat mengenali air tanah atau air sumber yang berbaya untuk dikonsumsi
Share:

Mengolah Sampah Plastik Jadi Suvenir Cantik

Penampakan sampah dari plastik seperti bungkus permen, mi instan, minyak goreng, dan sabun cuci selama ini hanya menghuni tempat sampah. Namun, sampah tersebut apabila berada tangan orang kreatif, sampah itu bisa disulap wujudnya menjadi aneka kerajinan cantik dan fungsional, seperti tas, topi, wadah ponsel, dan dompet.

Dengan daya imajinasi dan kreativitas, seorang pengerajian menyulap sampah-sampah plastic atau limbah anorganik itu menjadi benda yang bernilai ekonomi. Hasil karyanya itu kini sudah dijual di pasar lokal.
 
Mengolah Sampah Plastik Jadi Suvenir Cantik
Mengolah Sampah Plastik Jadi Suvenir Cantik

Limbah Anorganik berupa sampah yang dikumpulkan dan dikelompokkan berdasarkan jenis-jenis tertentu, selanjutkan dibersihkan sebelum diolah kembali  menjadi produk kerajinan. Dalam prakteknya biasanya sampah plastik bekas kemudian digunting sesuai ukuran benda yang akan dibuat.

Kegiatan mengolah sampah menjadi produk kerajinan tangan yang tampak indah seperti ini tidak hanya mendatangkan keuntungan ekonomi saja, tetapi juga ikut menjaga kelestarian lingkungan dengan cara memanfaatkan sampah anorganik atau barang-barang bekas yang biasa disebut mendaur ulang sampah-sampah plastik.

Proses pemasaran Produk Daur Ulang
Barang-barang kerajinan hasil dari mengolah sampah bisa dipasarkan melalui media online dengan cara memasarkan produk melalui media social atau website. Dengan demikian jangkauan produk akan lebih luas.

Dengan modal mesia sosial dan teknik pemasaran yang tepat tidak hanya pasar dalam negeri bahkan manca negawa akan dapat menemukan karya seni buatan kita, dengan syarat karya tersebut unik dan menarik. 

Share:

Pengolahan Limbah Cair, Metode Pengolahan Limbah Cair

Pada artikel sebelumnya kami sudah membahas tentang pengolahan limbah tumbuhan dan pada artikel ini kami akan memberikan informasi mengenai penanganan limbah cair. Seiring dengan perkembangan tekonoli yang semakin berkembang, pengolahan limbah semakin modern. Begitu juga dengan pengolahan limbah cair, langkah-langkah yang digunakan dalam proses pengolahan limbah cair yang telah dilakukan sangat beragam metode dan caranya. Pada limbah cair dengan polutan yang terkadung berbeda memiliki kemungkinan serta membutuhkan proses pengolahan yang berbeda juga. Cara Mengolah limbah diaplikasikan secara keseluruhan, dengan mencampur beberapa proses atau hanya salah satu. Proses pengolahan limbah cair tersebut juga dapat dirubah sesuai dengan kebutuhan atau faktor finansial.
Pengolahan Limbah Cair, Metode Pengolahan Limbah Cair
Pengolahan Limbah Cair,
Metode Pengolahan Limbah Cair

Primary Treatment - Pengolahan Primer
Cara pertama mengolahan limbah cair sebagian besar merupakan proses pengolahan secara fisika.
A.      Penyaringan (Screening)
Langkah Pertama, limbah cair yang mengalir melewati saluran pembuangan dipisahkan menggunakan jeruji saring. Cara ini disebut penyaringan.  Cara penyaringan lebih banyak dipakai karena merupakan proses yang efisien dan murah untuk memisahkan bahan-bahan padat berukuran besar dari air limbah.
B.      Pengolahan Awal  (Pretreatment)
Langkah Kedua, limbah cair yang telah dipisahkan kemudian dimasukkan kedalam tangki atau bak yang berfungsi untuk memilah antara pasir dan partikel padat teruspensi lain yang berukuran relatif besar. Wadah atau Tangki  bisasanya dalam bahasa inggris disebut grit chamber dan proses dan cara kerjanya adalah dengan memperlambat laju air limbah sehingga partikel-partikel pasir jatuh ke dasar tangki sementara air limbah terus dialirkan untuk proses selanjutnya.
C.      Pengendapan
Setelah melewati langkah pengolahan awal, limbah cair akan dimasukkan pada tangki atau bak pengendapan. Cara pengendapan adalah cara pengolahan utama dan yang paling banyak dipakai pada langkah pengolahan pertama atau primer limbah cair. Pada wadah ada bak pengendapan, limbah cair didiamkan agar partikel yang berbentuk padat yang tersuspensi dalam air limbah dapat mengendap ke dasar tangki. Enadapan partikel tersebut akan membentuk lumpur yang kemudian akan dipisahkan dari air limbah ke saluran lain untuk diolah ke tahapan selanjutnya. Selain metode pengendapan, juga disebut metode pengapungan (Floation).
D.      Pengapungan (Floation)

Cara seperti ini lebih efektif digunakan untuk memisahkan polutan berupa minyak atau lemak. Proses pengapungan dilakukan dengan menggunakan bahan yang dapat menghasilkan gelembung- gelembung udara berukuran kecil kurang lebih 30 sampai 120 mikron). Gelembung udara yang terbentuk akan memisahkan partikel minyak dan lemak ke permukaan air limbah sehingga kemudian dapat dipisahkan. 

Apabila kandungan limbah cair hanya berupa polutan yang dapat disingkirkan melalui proses pengolahan primer, maka limbah cair yang telah dilakukan proses pengolahan primer tersebut dapat langsung dialirkan kelingkungan air yang ada dialam (perairan). Namun, apabila limbah cair tersebut masih mengandung polutan yang lain yang sulit dipisahkan melalui proses tersebut, misalnya dapat berpotensi penyebab penyakit atau senyawa organik dan anorganik terlarut, maka limbah cair tersebut perlu disalurkan ke proses pengolahan tahap berikutnya.

2.       Pengolahan Sekunder (Secondary  Treatment)
Langkah pengolahan sekunder adalah tahapan pengolahan secara biologis, yaitu dengan melibatkan mikroorganisme yang dapat membantu mengurai atau dapat mendegradasi bahan organik. Mikroorganisme yang digunakan umumnya adalah bakteri aerob.
Ada 3 cara pengolahan secara biologis yang biasanya digunakan yaitu metode penyaringan dengan menggunakan tetesan (trickling filter), metode lumpur aktif (activated sludge), dan metode kolam perlakuan (treatment ponds / lagoons) .
a.       Metode Trickling Filter
Pada langkah atau cara yang pertama, bakteri aerob yang dipakai untuk mendegradasi bahan organik melekat dan tumbuh pada suatu lapisan media kasar, biasanya berupa pecahan batu atau plastik, dengan dengan ketebalan  kurang lebih 1- 3 m. limbah cair kemudian disemprotkan pada permukaan media dan dibiarkan meresap melewati media tersebut. Selama proses peresapan, bahan organik yang terdapat dalam limbah akan didegradasi oleh bakteri aerob. Setelah meresap sampai pada dasar lapisan media, limbah akan menetes ke suatu bak penampung dan kemudian disalurkan ke tangki pengendapan.

Dalam tangki pengendapan, limbah kembali melalui proses pengendapan untuk memisahkan partikel berbentuk padat tersuspensi dan mikroorganisme dari air limbah. Endapan yang terjadi akan mengalami proses pengolahan limbah pada tahap selanjutnya, sedangkan air limbah akan dibuang ke air yang terdapat dilingkungan atau disalurkan ke tahap pengolahan selanjutnya jika masih diperlukan
b.      Metode Activated Sludge

Menggunakan cara activated sludge atau lumpur aktif, limbah cair alirkan pada sebuah bak dan didalamnya limbah dicampur dengan lumpur yang mengandung banyak bakteri aerob. Proses degradasi berlangsung didalam tangki memerlukan waktu beberapa jam, dibantu dengan pemberian gelembung-gelembung udara aerasi (pemberian oksigen). Prsoses Aerasi dapat menambah proses kerja bakteri dalam mendegradasi limbah. Selanjutnya, limbah disalurkan ke wadah pengendapan untuk mengalami proses pengendapan, sementara lumpur yang mengandung bakteri aerob dialirkan kembali ke tangki aerasi. Seperti pada metode trickling filter, limbah yang telah melalui proses ini dapat dibuang ke lingkungan atau diproses lebih lanjut jika masih dperlukan.

c.        Metode Treatment ponds atau Lagoons
Penggunaan cara treatment ponds atau lagoons atau kolam perlakuan merupakan cara yang murah namun prosesnya berlangsung relatif lama. Pada langkah-langkah ini, limbah cair ditempatkan dalam kolam-kolam yang terbuka. Algae yang tumbuh dipermukaan kolam akan berfotosintesis menghasilkan oksigen-oksigen. Oksigen yang dihasilkan kemudian digunakan oleh bakteri aero untuk proses penguraian atau degradasi bahan organik dalam limbah. Cara seperti ini, terkadang kolam juga diaerasi. Selama proses degradasi yang terjadi di kolam, limbah juga akan mengalami proses pengendapan. Setelah limbah terdegradasi dan membentuk endapan-endapan didasar kolam, air limbah dapat dialirkan untuk dibuang ke air yang berada dilingkungan  atau diolah lebih lanjut.

3.  Pengolahan Tersier (Tertiary Treatment)
Metode  tersier dilakukan apabila sudah melalui pengolahan primer dan sekunder masih terdapat zat-zat tertentu pada limbah cair yang dapat membahayakan terhadap lingkungan sekitar atau masyarakat. Metode tersier bersifat khusus, artinya penggunaan cara ini disesuaikan dengan kandungan zat yang terdapat dalam limbah cair. Biasanya zat yang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya melalui proses pengolahan primer maupun sekunder adalah zat anorganik terlarut, seperti fosfat, nitrat, dan garam.

Metode tersier sering disebut pengolahan lanjutan (advanced treatment). Tahapan ini meliputi berbagai proses secara kimia dan fisika. Contoh cara pengolahan tersier yang dapat digunakan adalah metode saringan multimedia, precoal filter, microstaining, vacum filter, saringan pasir, penyerapan dengan karbon aktif, pengurangan besi dan mangan, dan osmosis bolak-balik.

Penggunaan langkah tersier jarang dilakukan pada fasilitas pengolahan limbah. Hal ini karenakan biaya operasional yang diperlukan untuk melakukan proses pengolahan tersier cenderung tinggi sehingga tidak ekonomis. 

4.       Desinfeksi (Desinfection)
Metode Desinfeksi atau biasa disebut dengan pembunuhan kuman bertujuan untuk membunuh atau mengurangi mikroorganisme patogen yang terkandung di limbah cair. Mekanisme desinfeksi dapat secara kimia, yaitu dengan mencampur senyawa atau zat tertentu, atau dengan perlakuan fisik. Dalam menentukan senyawa untuk membunuh mikroorganisme, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
  1. Daya racun zat
  2.  Waktu kontak yang diperlukan
  3. Efektivitas zat
  4. Kadar dosis yang digunakan
  5.  Tidak boleh bersifat toksik terhadap manusia dan hewan
  6.  Tahan terhadap air
  7. Biayanya murah

Contoh pengolahan atau metode desinfeksi pada limbah cair adalah penambahan klorin (klorinasi), penyinaran dengan ultraviolet(UV), atau dengan ozon (O?).
Langkah desinfeksi terhadap limbah cair biasanya dilakukan setelah langkah-langkah pengolahan limbah selesai, yaitu setelah pengolahan primer, sekunder atau tersier, sebelum limbah dibuang ke lingkungan.

5.       Pengolahan Lumpur (Slude Treatment)

Pada tahapan-tahapan pengolahan limbah cair, baik primer, sekunder, maupun tersier, akan menghasilkan endapan polutan berbentuk lumpur. Lumpur tersebut tidak bisa secara langsung dibuang, melainkan haru melalui proses lebih lanjut. Endapan lumpur sisa atau hasil dari pengolahan limbah cair biasanya akan diolah lebih lanjut secara aerob (anaerob digestion), kemudian dialirkan ke beberapa alternatif, yaitu dibuang ke laut atau ke lahan pembuangan (landfill), dijadikan pupuk kompos, atau dibakar (incinerated).
Share:

BTemplates.com