Tutorial, Trik, Tips, Cara melakukan sesuatu

Contoh Makalah Tentang Budidaya Tripang

Contoh Makalah Tentang Budidaya Tripang


Contoh Makalah Tentang Budidaya Tripang
Contoh Makalah Tentang Budidaya Tripang
Oleh :
Andi Wahyu C
 No. Absn. 01




SMP NEGERI 4 GENTENG
BANYUWANGI
TAHUN PELAJARAN
2012-2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Budi Daya Tripang”

Makalah ini berisikan tentang informasi Budidaya Tripang atau yang lebih Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang cara untuk wirausaha.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Banyuwangi, …

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman Judul          i
Halaman Pengesahan         ii
Kata Pengantar...        iii
Daftar Isi...        iv

BAB I PENDAHULUAN
1.1.    Latar Belakang         1
1.2.    Tujuan         2

BAB II PEMBAHASAN
2.1.    Pendahuluan          3
2.2.    Pengolahan Budidaya Tripang        6
2.3.    Manfaat Tripang         7


BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan         9
B.    Saran         9

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.     Latar Belakang
Pekerjaan merupakan hal yang langka, banyak sarjana lulusan universitas tersohor di negeri ini tidak memiliki pekerjaan dan hanya menganggur saj. Hal tersebut karena jumlah penduduk yang sangat tinggi dan kurangnya lahan pekerjaan.
Tetapi bagi orang yang menguasai dan mengerti kebutuhan pasar hal tersebut bukan meruapakan momok yang menakutkan. Karena Indonesia adalah Negara yang memiliki SDA yang tinggi.
Budidaya teripang tergolong mudah. Yang perlu diperhatikan adalah media untuk tumbuh kembang, pemilihan bibit yang baik, dan cara pengolahan agar mutu dan harga teripang olahan menjadi tinggi.
Suatu contoh sumber daya alam Indonesia adalah Teripang atau mentimun laut yang digolongkan ke dalam kelas Holothuridea merupakan satu di antara hewan laut yang dapat dikonsumsi oleh manusia. Teripang memiliki prospek cerah sebagai bahan ekspor dan permintaannya semakin besar, terutama dalam bentuk kering dan teripang asap. Selama ini produksi teripang umumnya diperoleh dari penangkapan di alam yang sumber dayanya semakin terbatas. Untuk memenuhi permintaan pasar harus ditempuh melalui usaha budidaya. Budidaya teripang, khususnya teripang pasir (Holothuridea Scabra) memungkinkan dilakukan oleh masyarakat pantai karena teknik budidayanya cukup sederhana dan investasi yang diperlukan relatif kecil.
Sifat biologis teripang pasir yang khas adalah hidup pada habitat pasir atau lumpur yang ditumbuhi kedalaman relatif dangkal. Teripang mengambil makanan yang ada di sekitarnya (filter feeder). Salah satu sifat biologis teripang pasir yang penting diketahui dalam rangka budidaya adalah tubuhnya elastis sehingga mudah meluruskan diri melalui celah-celah yang sangat sempit. Berdasarkan sifat biologisnya, wadah yang cocok untuk budidaya adalah kurung tancap (hampang) memagar keliling habitat asli teripang dengan waring nilon se¬tinggi 2 meter. Usaha budidaya teripang di dalam kurung tancap selain menjaga kelestarian sumberdayanya merupakan lapangan kerja baru bagi masyarakat pantai yang dapat memberi nilai tambah dalam peningkatan kesejahteraan.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya teripang adalah dasar perairan terdiri dari pasir, pasir berlumpur, berkarang, dan ditumbuhi tanaman lamun (rumput lindung). Terlindung dari angin kencang dan arus atau gelombang yang kuat. Tidak tercemar dan bukan daerah konflik serta mudah dijangkau. Kedalaman perairan lokal antara 50 – 150 cm pada saat surut terendah dan sirkulasi air terjadi secara sempurna. Mutu air, salinitas 24 – 33 ppt, kecerahan 50 – 150 cm, dan suhu 25 – 30 derajat Celcius.


1.2.     Tujuan
1.    Untuk memenuhi tugas TIK untuk mengikuti Ujian Sekolah
2.    Sebagai tambahan informasi bagi pembaca khususnya bagi orang yang membutuhkan pekerjaan


BAB II
PEMBAHASAN

2.1.    Pendahuluan
Teripang adalah hewan yang bergerak lambat, hidup pada dasar substrat pasir, lumpur pasiran maupun dalam lingkungan terumbu. Teripang merupakan komponen penting dalam rantai makanan di terumbu karang dan ekosistem asosiasinya pada berbagai tingkat struktur pakan (trophic levels). Teripang berperan penting sebagai pemakan deposit (deposit feeder) dan pemakan suspensi (suspensi feeder). Di wilayah Indo-Pasifik, pada daerah terumbu yang tidak mengalami tekanan eksploitasi, kepadatan teripang bisa lebih dari 35 ekor per m2, dimana setiap individunya bisa memproses 80 gram berat kering sedimen setiap harinya. Beberapa spesies teripang yang mempunyai nilai ekonomis penting diantaranya: teripang putih (Holothuria scabra), teripang koro (Microthele nobelis), teripang pandan (Theenota ananas), teripang dongnga (Stichopu ssp) dan beberapa jenis teripang lainnya.
Banyak sekali manfaat teripang/Gold Cucumber dalam menyembuhkan berbagai penyakit degeneratif seperti : Stroke, Jantung Koroner, Kencing Manis & Luka Gangren, Kanker (Tumor), Gagal Ginjal, Chirosis Hepatis, Asam Urat, Rhematik, Wasir, Esteoporosis (Pengeroposan Tulang), Alergi Saluran Pernafasan (Bersin, Filek, Sinusitis, Asma), Alergi Kulit (Aksim, Gatal, Darah Tinggi, Darah Rendah, Kolesterol, Penyempitan Pembuluh Darah, Penurunan Fungsi Liver, Rambut Rontok, Pembesaran Prostat dan masih banyak lagi manfaat dari teripang ini
Teripang adalah istilah yang diberikan untuk hewan invertebrata timun laut (Holothuroidea) yang dapat dimakan. Ia tersebar luas di lingkungan laut diseluruh dunia, mulai dari zona pasang surut sampai laut dalam terutama di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik Barat. Di dalam jurnal-jurnal internasional, istilah trepang atau beche-de-mer tidak pernah dipakai dalam topik-topik keanegaragaman, biologi, ekologi maupun taksonomi. Dalam subyek-subyek ini, terminologi yang dipakai untuk menggambarkan kelompok hewan ini adalah sea cucumbers atau holothurians (disebut holothurians karena hewan ini dimasukkan dalam kelas Holothuroidea). Kelompok timun laut yang ada di dunia ini lebih dari 1200 jenis, dan sekitar 30 jenis di antaranya adalah kelompok teripang.
Teripang adalah hewan yang bergerak lambat, hidup pada dasar substrat pasir, lumpur pasiran maupun dalam lingkungan terumbu. Teripang merupakan komponen penting dalam rantai makanan di terumbu karang dan ekosistem asosiasinya pada berbagai tingkat struktur pakan (trophic levels). Teripang berperan penting sebagai pemakan deposit (deposit feeder) dan pemakan suspensi (suspensi feeder). Di wilayah Indo-Pasifik, pada daerah terumbu yang tidak mengalami tekanan eksploitasi, kepadatan teripang bisa lebih dari 35 ekor per m2, dimana setiap individunya bisa memproses 80 gram berat kering sedimen setiap harinya. Beberapa spesies teripang yang mempunyai nilai ekonomis penting diantaranya: teripang putih (Holothuria scabra), teripang koro (Microthele nobelis), teripang pandan (Theenota ananas), teripang dongnga (Stichopu ssp) dan beberapa jenis teripang lainnya.
Di perairan Indonesia terdapat banyak jenis teripang. Namun demikian, yang memiliki nilai ekonomi tinggi hanyalah beberapa jenis saja. yaitu teripang pasir (Holothuria scabra), teripang perut hitam (H. atra), teripang susuan (H. nobilis), teripang perut merah (H. edulis), dan teripang nanas (Thelenota ananas). Teripang merupakan lauk yang lezat dan disukai masyarakat Cina dan bernilai jual tinggi di pasaran. Teripang diperdagangkan dalam bentuk awetan/kering.
Belum banyak negara di dunia yang membudidayakan teripang, Satu jenis teripang yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia ialah teripang pasir (Holothuria scabs). Budi daya teripang pasir memungkinkan dilakukan oleh masyarakat pantai. Hal ini disebabkan teknik budi dayanya cukup sederhana dan investasi yang diperlukan relatif kecil.
Bentuk badan teripang memanjang mirip mentimun. Oleh karena itu, hewan ini biasa disebut mentimun laut atau sea cucumber. Mulut dan anus terdapat di kedua ujung badannya. Bagian punggun-nya berwarna abu-abu dengan pita putih atau kekuningan memanjang secara horizontal. Bagian bawah tubuhnya berwarna putih dan berbintik-bintik hitam/gelap.
Teripang pasir dapat tumbuh sampai ukuran 40 cm dengan bobot 1,5 kg. Kematangan gonad hewan air berumah dua (diosis) ini pertama kali terjadi pada ukuran rata-rata 220 mm. Seekor teripang betina mampu menghasilkan telur dalam jumlah yang sangat banyak hingga mencapai sekitar 1,9 juta butir telur. Daur hidup hewan ini dimulai dengan telur yang dibuahi yang akan menetas dalam waktu seitar 2 hari. Lokasi budi daya teripang yang baik memenuhi kriteria sebagai berikut.
•    Dasar perairan terdiri dari pasir.
•    Pasir berlumpur yang ditumbuhi lamun (seagrass).
•    Pada surut terendah masih tergenang air yang dalamnya antara 40-80cm.
•    Kecerahan air di atas 75 cm dan arus tidak terlalu kuat serta terlindung dari angin yang kencang.
•    Perairannya tidak tercemar dan mudah dijangkau.
•    Salinitas antara 24-33 ppt serta suhu 25-300 celcius

Di lokasi terpilih dibangun kurung tancap terbuat dari pagar bambu atau kayu. Kurung tancap tersebut berlapis waring nilon ukuran mata 0,2 cm di sebelah dalamnya. Pagar bambu/papan harus tertanam cukup dalam dan kuat ke dasar perairan sehingga tidak terjadi kebocoran pada. kurungan. Luas kurungan sekitar 50 M2 atau disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, penebaran benih teripang berukuran 40-60 g sebaiknya kepadatannya 6-8 ekor/m2 atau teripang berukuran lebih besar, yaitu antara 70-100 g dengan padat tebar 4-6 ekor/m2.

2.2.       Pengelolaan Budidaya Teripang
1.    Penyediaan benih Teripang
Benih teripang yang dipilih seragam, baik jenis maupun ukuran. Ciri benih yang baik adalah tubuhnya berisi dan tidak cacat. Hindari juga pemilihan benih yang sudah mengeluarkan cairan warna kuning. Sebaiknya pengangkutan benih tidak dalam waktu lama (lebih dari satu jam) dan dalam keadaan tertumpuk/padat. Pengangkutan benih dilakukan pada pagi hari atau malam hari atau saat suhu rendah. Wadah yang digunakan dalam pengangkutan diberi substrat pasir, khususnya untuk sistem pengangkutan terbuka.


2.    Penebaran benih Teripang
Benih teripang dengan bobot awal 4o-6o g ditebar ke dalam kurung tancap dengan kepadatan 5-6 ekor/m 2. Penebaran dilakukan pada pagi, sore hari, atau saat suhu udara/air rendah. sebelum benih ditebar, benih perlu diadaptasikan terlebih dahulu untuk kondisi salinitas dan air di lokasi budi daya.

3.    Pemberian pakan Teripang
Pakan teripang terdiri dari mikroorganisme, seperti bakteri dan ptotozoa, jasad benthos, makro alga, dan detritus. Selama pemeliharaan yang berlangsung sekitar 4-5 bulan, benih teripang diberi pakan berupa kotoran ayam, kompos, atau dicampur dedak 0,1 kg/m2 sebanyak satu kali dalam seminggu. Kotoran ayam atau dedak halus sebelum ditebar dicampur dengan air bersih, lalu diaduk merata agar tidak hanyut atau terapung. Pemberian pakan tersebut dilakukan pada saat air surut. Pemberian kotoran ayam berfungsi sebagai pupuk untuk merangsang pertumbuhan diatomae yang merupakan pakan utama teripang.

4.    Pengendalian Hama dan Penyakit Teripang
Jenis hama yang sering dijumpai datam kurungan teripang adalah kepiting, bulu babi, dan bintang laut. Pengendaliannya dengan pengambilan hama secara manual dengan periode tertentu. Sementara itu, jenis penyakit yang menyerang

5.    Panen Teripang
Teripang ukuran konsumsi dengan bobot 300-500 g dapat dicapai setelah dipelihara selama 4-5 bulan untuk memanennya. Panen teripang dilakukan pada saat air surut terendah. Panen dilakukan beberapa kali karena banyak yang membenamkan diri dalam pasir atau Lumpur. Untuk mengetahui apakah teripang sudah terpanen semuanya, dilakukan pengecakan pada saat air pasang karena teripang senang keluar dari persembunyiannya setelah air pasang.

2.3.       Manfaat Teripang
Teripang/Sea Cucumber & Gold Jelly akan grow factor sehingga dapat memperbaiki sel-sel rusak. kandungan protein hingga 82% dan asam lemak essensial mujarab memperkuat sel hati untuk mengeluarkan antibiotik. Karena itu juga teripang/gamat kerap disebut Imunomodulator. Lantaran kandungan kologen yang tinggi, teripang atau Sea Cucumber & Gold Jelly ampuh melakukan regenerasi sel secara singkat. Penyakit degeneratif yaitu penyakit yang ditandai dengan penurunan fungsi organ yang diakibatkan adanya kerusakan sel-sel jaringan yang luas, dengan kemampuan yang dimiliki teripang/gamat untuk memacu regenerasi sel yang tinggi maka teripang/Cucumber Jelly dapat berfungsi mencegah dan membantu mempercepat penyembuhan berbagai macam penyakit. Penelitian mengungkapkan, teripang/Sea Cucumber Jelly pada konsentrasi 50 mikrogram menggumpalkan dan menghadang sel kanker.
Oleh sebab itu pengidap kanker banyak yang berharap pada teripang/Sea Cucumber Jelly. selain itu, kandungan protein tinggi pada teripang/Cucumber Jelly yang mencapai 82%, baik diberikan pada penderita diabetes. Protein tinggi berperan meregenerasi sel beta pankreas yang memproduksi insulin Gold Cucumber. Hasilnya Produksi insulin meningkat.
Banyak sekali manfaat teripang/Gold Cucumber dalam menyembuhkan berbagai penyakit degeneratif seperti : Stroke, Jantung Koroner, Kencing Manis & Luka Gangren, Kanker (Tumor), Gagal Ginjal, Chirosis Hepatis, Asam Urat, Rhematik, Wasir, Esteoporosis (Pengeroposan Tulang), Alergi Saluran Pernafasan (Bersin, Filek, Sinusitis, Asma), Alergi Kulit (Aksim, Gatal, Darah Tinggi, Darah Rendah, Kolesterol, Penyempitan Pembuluh Darah, Penurunan Fungsi Liver, Rambut Rontok, Pembesaran Prostat dan masih banyak lagi manfaat dari teripang ini.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Teripang atau ketimun laut yang digolongkan ke dalam kelas Holothuridea merupakan satu di antara hewan laut yang dimakan dan mempunyai prospek cerah sebagai bahan ekspor yang permintaannya semakin besar, terutama dalam bentuk kering dan asapan.
Selama ini produksi teripang umumnya diperoleh dari penangkapan di alam yang sumber dayanya semakin terbatas, sehingga untuk memenuhi volume permintaan pasar dapat ditempuh melalui budi daya. Budi daya teripang khususnya teripang pasir (Holothuria Scabra) memungkinkan dilakukan oleh masyarakat pantai karena teknik budidayanya cukup sederhana dan inventasi yang diperlukan relatif kecil.
Usaha budi daya teripang di dalam kurung tancap selain menjaga kelestarian sumberdayanya, juga merupakan lapangan kerja baru bagi masyarakat pantai yang dapat memberi nialai tambah dalam peningakatan kesejahteraan.


3.2. Saran

Wirausaha usaha merupakan salah satu cara mengatasi kurangnya lahan pekerjaan, dengan wirausaha kita juga akan menyerap tenaga kerja.

DAFTAR PUSTAKA
Share:

Contoh Makalah Pembuatan Abon Ikan



Contoh  Makalah Pembuatan Abon Ikan 


MAKALAH

PEMBUATAN ABON IKAN


   
Makalah Pembuatan Abon Ikan
Contoh  Makalah Pembuatan Abon Ikan

By :
1.   Ari Trisna Sanubari
2.   Asprilia Zion
3.   Alivia Rohmawati
4.   Dedi Setiawan



SMA NEGERI  1 CLURING
Jln. Huzaeni  Cluring
Kabupaten Banyuwangi
Maret 2012

KATA PENGANTAR


Ucapan syukur Alhamdulillah  kami ucapkan  kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas hidayahnyalah kami dapat menyelesaikan  Makalah  yang berisi tentang “ Pembuatan Abon Ikan”.

Kami juga mengucapkan  terima kasih kepada semua pihak yang terkait dalam proses pembuatan Makalah  ini, serta semua pihak  yang menggunakan hasil karya ini. Makalah  ini segaja kami format dalam bentuk yang ringkas agar pembaca dapat lebih mudah menghafal  dan memahami atas apa yang terkandung didalamnya.

Kami selaku penulis menyadari bahwa dalam Makalah  ini tidak luput dari kekurangan dan kami sadar bahwa karya ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu  kritik dan saran selalu kami harapkan dari  semua pembaca agar dalam Makalah   yang  selanjutnya kami dapat menghasilkan  karya yang lebih baik

                                                                   Cluring, …..
 
DAFTAR ISI

Halaman Judul  ....................................................................... ...... i
Kata Pengantar  ....................................................................... ..... ii
Daftar isi  ................................................................................ .... iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1.    Latar Belakang ................................................................. ..... 1
1.2.     Tujuan Penelitian ............................................................ ..... 3
1.3.     Manfaat Penelitian  ......................................................... ..... 3

BAB II PEMBAHASAN
 2.1.   Pengertian Abon  ........................................................... ..... 4
2.2.   Abon Ikan  ..................................................................... ..... 4
2.3.   Standar Mutu Abon  ...................................................... ..... 5
2.4. Daya Terima Makanan  .................................................... ..... 7
2.5.  Manfaat Ikan Laut Bagi Kesehatan  ................................ ..... 8

BAB III PENUTUP
3.1.  Kesimpulan  .................................................................... ... 10
3.2.  Saran ...............................................................................     10

DAFTAR PUSTAKA


BAB I
 PENDAHULUAN


1.1.       LATAR BELAKANG
Indonesia yang tiga perempat wilayahnya berupa laut (5,8 juta km2) dan merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki potensi lestari (maximum sustainable yield) ikan laut seluruhnya 6,4 juta ton/tahun atau sekitar 7 % dari total potensi lestari ikan laut dunia. Artinya jika kita dapat mengendalikan tingkat  penangkapan ikan laut lebih kecil dari 6,4 juta ton/tahun maka kegiatan usaha perikanan tangkap semestinya dapat berlangsung secara lestari (Dahuri, 2004).
Dalam dua puluh lima tahun terakhir banyak sekali penemuan ilmiah dari para ahli gizi dan kesehatan dunia yang membuktikan bahwa ikan dan jenis seafood lainnya sangat baik untuk kesehatan serta kecerdasan manusia (Dahuri, 2004). Ikan (seafood) rata-rata mengandung 20 % protein yang mudah dicerna dengan komposisi asam amino esensial yang seimbang. Ikan juga mengandung omega 3 yang sangat penting bagi perkembangan jaringan otak, mencegah terjadinya penyakit jantung, stroke dan darah tinggi. Lebih dari itu omega 3 jugadapat mencegah penyakit inflamasi seperti arthritis, asma, colitis, dermatitis serta psoriasis, beberapa jenis penyakit ginjal dan membantu penyembuhan penyakit depresi, skizofrenia serta gejala hiperaktif pada anak-anak (Dahuri, 2004 dan Astawan, 2004).
Pemanfaatan limbah perikanan berupa kepala ikan, sirip, tulang, kulit dan daging merah telah digunakan dalam beberapa hal, yaitu berupa daging lumat (minced fish) untuk bahan pembuatan produk-produk gel ikan seperti Abon, bakso, sosis, nugget dan lain-lain. Selain itu dapat dibuat tepung, konsentrat, hidrolisat dan isolat protein ikan. Sebagai pakan ternak, ikan dapat diolah menjadi tepung, bubur dan larutan-larutan komponen ikan (Moeljanto, 1979).
Dibandingkan dengan nilai gizi daging hewan darat, misalnya daging sapi, kedudukan ikan boleh dikatakan jauh lebih tinggi. Sedangkan dibandingkan dengan telur kedudukan ikan sebagai bahan pangan juga tidak jauh berbeda. Protein ikan mempunyai nilai biologis tinggi. Meskipun tiap jenis ikan angka biologisnya berbeda tetapi umumnya sekitar 90. Derajat penerimaan seseorang
terhadap ikan sangat tinggi. Hal ini karena ikan memberikan rasa yang khas yaitu gurih, warna dagingnya kebanyakan putih, jaringan pengikatnya halus sehingga jika dimakan terasa enak (Hadiwiyoto, 1993). Daging merah yang selama ini merupakan limbah bagi industri pengalengan tuna karena lemaknya yang tinggi dan proteinnya yang kurang, dapat dimanfaatkan dengan pengolahan yaitu mengkonversi menjadi produk yang lebih diminati.
Produk olahan hasil perikanan begitu marak di pasaran untuk memenuhi kebutuhan protein bagi masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kehidupan modern yang serba sibuk dan banyak menyita waktu. Contoh produk olahan hasil perikanan yang siap saji adalah otak-otak ikan, bakso ikan, fish nugget, fish finger, fish burger dan sebagainya. Produk olahan tersebut memiliki nilai gizi yang sangat dibutuhkan oleh konsumen. Nugget ikan merupakan salah satu makanan baru, dibuat dari daging giling dengan penambahan bumbu-bumbu dan dicetak, kemudian dilumuri dengan
pelapis (coating dan breading) yang dilanjutkan dengan penggorengan. Pada dasarnya nugget ikan mirip dengan nugget ayam, perbedaannya terletak pada bahan baku yang digunakan (Aswar, 1995). Nugget hasil olahan diharapkan memiliki citarasa yang enak, aman dan memenuhi kebutuhan zat gizi (Labuza, 1982), sehingga penting mengetahui perubahan mutu yang terjadi selama penyimpanan.
Pemucatan dengan bahan pemucat titanium dioksida (TiO2) biasa digunakan sebagai bahan tambahan untuk pemucat. Pemucatan dengan TiO2 initidak menurunkan nilai gizi protein. Diharapkan proses pemucatan terhadap daging merah ikan tuna dengan menggunakan TiO2 dapat meningkatkan nilai organoleptik dan pemenuhan nilai gizi protein pada produk siap saji berupa Abon Ikan Tuna. Sehingga daging merah tidak lagi merupakan limbah bagi pengalengan ikan tuna, tapi merupakan suatu bahan baku untuk diversifikasi produk protein hewani yang siap saji.





1.2.        Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
1.      Untuk mengetahui proses pembuatan Abon Ikan Tuna
2.      Dapat membuat siswa  menjadi wirausahawan
3.      memenuhi salah satu tugas Mata Pelajaran Mulok


1.3.        Manfaat Penelitian
1.      Hasil penelirian diharapkan dapat membantu atau menambah wawasan pengetahuan bagi semua orang khususnya pelajar.
2.      Bahan referensi bagi siswa yang ingin berwira usaha

 BAB II
PEMBAHASAN

 2.1.   Pengertian Abon
Abon merupakan salah satu jenis makanan awetan berasal dari daging (sapi, Kerbau, ikan laut) yang disuwir-suwir dengan berbentuk serabut atau dipisahkan dari seratnya. Kemudian ditambahkan dengan bumbu-bumbu selanjutnya digoreng. Dalam SNI 01-3707-1995 disebutkan abon adalah suatu jenis makanan kering berbentuk khas, dibuat dari daging, direbus disayat-sayat, dibumbui, digoreng dan dipres.
Abon sebenarnya merupakan produk daging awet yang sudah lama dikenal masyarakat. Data BPS (1993) dalam Sianturi (2000) menunjukan bahwa abon merupakan produk nomor empat terbanyak diproduksi. Abon termasuk makanan ringan atau lauk yang siap saji. Produk tersebut sudah dikenal oleh masyarakat umum sejak dulu. Abon dibuat dari daging yang diolah sedemikian rupa sehingga memiliki karakteristik kering, renyah dan gurih. Pada umumnya daging yang digunakan dalam pembuatan abon yaitu daging sapi atau kerbau (Suryani et al, 2007).

2.2.   Abon Ikan
Abon ikan adalah jenis makanan awetan yang terbuat dari ikan laut yang diberi bumbu, diolah dengan cara perebusan dan penggorengan. Produk yang dihasilkan mempunyai bentuk lembut, rasa enak, bau khas, dan mempunyai daya simpan yang relatif lama. Menurut Suryani (2007) Abon ikan merupakan jenis makanan olahan ikan yang diberi bumbu, diolah dengan cara perebusan dan penggorengan. Produk yang dihasilkan mempunyai bentuk lembut, rasa enak, bau khas, dan mempunyai daya simpan yang relatif lama. Karyono dan Wachid (1982) menyatakan, abon ikan adalah produk olahan hasil perikanan yang dibuat dari daging ikan, melalui kombinasi dari proses penggilingan, penggorengan, pengeringan dengan cara menggoreng, serta penambahan bahan pembantu dan bahan penyedap terhadap daging ikan. Seperti halnya produk abon yang terbuat dari daging ternak, abon ikan cocok dikonsumsi sebagai pelengkap makan roti ataupun sebagai lauk-pauk.

2.3.   Standar Mutu Abon
Abon sebagai salah satu produk industri pangan yang memiliki standar mutu yang telah ditetapkan oleh Departemen Perindustrian. Penetapan standar mutu merupakan acuan bahwa suatu produk tersebut memiliki kualitas yang baik dan aman bagi konsumen. Para produsen abon disarankan membuat produk abon dengan memenuhi Standar Industri Indonesia (SII). Standar SII dapat dilihat pada tabel 2.1
Faktor-faktor yang mempengaruhi standar mutu abon antara lain :
1.      Kadar air – berpengaruh terhadap daya simpan dan keawetan abon.
2.      Kadar abu – menurunkan derajat penerimaan dari konsumen.
3.      Kadar protein – sebagai petunjuk beberapa jumlah daging/ikan yang digunakan untuk abon.
4.      Kadar lemak – berhubungan dengan bahan baku yang digunakan, ada tidaknya menggunakan minyak goreng dalam penggorengan.
Tabel 2.1 Standar Industri Indonesia untuk Abon No 0368-80,0368-85 Komponen
Nilai
Lemak (maksimum)
30%
Gula (maksimum)
30%
Protein
20%
Air (maksimum)
10%
Abu (maksimum)
9%
Aroma, warna dan rasa
Khas
Logam berbahaya (Cu, Pb, Mg, Zn dan As)
Negatif
Jumlah bakteri (maksimum)
3000/g
Bakteri bentuk koli
Negatif
Jamur
Negatif

Menurut Suryani (2007) bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan abon Ikan tuna dimana menghasilkan abon sebanyak 60 kg adalah :
o   Daging ikan tuna tanpa tulang : 100 kg
o   Bawang merah    : 7,5 kg (2,5 kg dijadikan bawang goreng)
o   Bawang putih : 1,5 kg
o   Bubuk ketumbar : 2,5 kg
o   Lengkuas : 10 kg
o   Daun salam : 0,5 kg
o   Sereh : 2 kg
o   Gula pasir : 20 kg
o   Garam : 1-1,5 kg
o   Penyedap rasa : 1 kg
o   Santan kental : 20 liter (25 butir kelapa)
o   Minyak goreng : 15 liter

Cara pembuatannya adalah :
1.      Bersihkan daging dari sisa tulang, kemudian cuci hingga bersih.
2.      Potong kecil daging dengan ukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm atau bisa juga lebih besar.
3.      Panaskan air dalam panci lalu masukan garam, sereh dan daun salam.
4.      Masukan daging lalu rebus selama 30-60 menit hingga matang dan empuk.
5.      Pres atau tiriskan daging yang sudah matang.
6.      Tumbuk perlahan daging yang sudah kering, kemudian cabik-cabik dengan garpu.
7.      Campurkan bubuk ketumbar, garam, gula pasir dan penyedap rasa dalam daging yang sudah dicabik-cabik, lalu aduk hingga rata.
8.      Giling bawang merah, bawang putih dan lengkuas hingga halus, lalu campurkan ke dalam daging.
9.      Aduk campuran daging dengan bumbu hingga rata.
10.  Tuangkan santan kental ke dalam campuran daging, kemudian aduk hingga rata.
11.  Panaskan minyak goreng dalam wajan, kemudian masukan daging yang sudah dibumbui.
12.  Goreng abon dengan api kecil sambil diaduk hingga matang. Ciri abon yang sudah matang yaitu timbul suara gemeresik jika diremas
13.  Tiriskan abon.
14.  Masukkan abon yang sudah matang ke dalam alat press. Caranya putar batang pengepres hingga sisa minyak terpisahkan dari abon.
15.  Pisahkan abon yang menggumpal dengan garpu.
16.  Campur abon dengan bawang goreng.

2.4. Daya Terima Makanan
Daya terima makanan adalah kesanggupan seseorang untuk menghabiskan makanan yang disajikan . Daya terima atau preferensi makanan dapat didefinisikan sebagai tingkat kesukaan atau ketidaksukaan individu terhadap suatu jenis makanan. Diduga tingkat kesukaan ini sangat beragam pada setiap individu. Sehingga akan berpengaruh terhadap konsumsi pangan.
Segi sosial budaya pangan berhubungan dengan konsumsi pangan dalam menerima atau menolak bentuk atau jenis pangan tertentu, perilaku ini berakar dari kebiasaan kelompok penduduk, selanjutnya dijelaskan pula bahwa pada umumnya kebiasaan pangan seseorang tidak didasarkan atas keperluan fisik akan zat-zat gizi yang terkandung dalam pangan. Kebiasaan makan berasal dari pola pangan yang diterima budaya kelompok dan diajarkan kepada seluruh anggota keluarga. Kesukaan terhadap makanan didasari oleh sensorik, sosial, psikologi, agama, emosi, budaya, kesehatan, ekonomi, cara persiapan dan pemasakan makanan, serta faktor-faktor terkait lainnya. Penilaian seseorang terhadap kualitas makanan berbeda-beda tergantung selera dan kesenangannya. Perbedaan suku, pengalaman, umur dan tingkat ekonomi seseorang mempunyai penilaian tertentu terhadap jenis makanan, sehingga standar kulitas makanan sulit untuk ditetapkan. Walaupun demikian ada beberapa aspek yang dapat dinilai yaitu persepsi terhadap cita rasa makanan, nilai gizi dan higienies atau kebersihan makanan tersebut.
Penampilan dan cita rasa makanan Mencakup 2 aspek utama yaitu penampilan makanan sewaktu dihidangkan dan rasa makanan pada saat dimakan kedua aspek tersebut sama pentingnya untuk diperhatikan agar betul-betul dapat menghasilkan makanan yang memuaskan. Daya penerimaan terhadap suatu makanan ditentukan oleh rangsangan yang ditimbulkan oleh makanan melalui indera penglihatan, penciuman serta perasa atau pencecap bahkan mungkin pendengar. Walaupun demikian faktor utama yang akhirnya mempengaruhi daya penerimaan terhadap makanan yaitu rangsangan cita rasa yang ditimbulkan oleh makanan itu. Oleh karenanya penting sekali dilakukan penilain cita rasa untuk mengetahui daya penerimaan konsumen.
Rasa makanan merupakan faktor kedua yang menentukan cita rasa makanan setelah penampilan makanan itu sendiri. Apabila penampilan makanan yang disajikan merangsang saraf melalui indera penglihatan sehingga mampu membangkitkan selera untuk mencicipi makanan itu, maka pada tahap selanjutnya rasa makanan itu akan ditentukan oleh rangsangan terhadap indera penciuman dan indera perasa.
Aroma yang disebarkan oleh makanan merupakan daya tarik yang sangat kuat dan mampu merangsang indera penciuman sehingga membangkitkan selera. Timbulnya aroma makanan disebabkan oleh terbentuknya senyawa yang mudah menguap itu dapat sebagai akibat atau reaksi karena pekerjaan enzim atau dapat juga terbentuk tanpa bantuan reaksi enzim.
Warna makanan memegang peranan utama dalam penampilan makanan karena merupakan rangsangan pertama pada indera mata. Warna makanan yang menarik dan tampak alamiah dapat meningkatkan cita rasa.

2.5.  Manfaat Ikan Laut Bagi Kesehatan
Dari segi manfaat Berikut ini beberapa manfaat ikan tuna bagi kesehatan.
1.      Kesehatan jantung
Kandungan Omega 3 dalam ikan tuna dapat meningkatkan kadar HDL dan menjaga rasio antara kolesterol baik HDL dan kolesterol jahat LDL. Dapat juga menurunkan kadar trigliserida dalam darah dan menjaganya tetap normal. Serta mencegah penggumpalan darah di dalam arteri dan menjaga irama jantung.
2.      Mengontrol tekanan darah
Kalium dan lemak esensial pada ikan tuna sangat membantu dalam mengontrol tekanan darah.
3.      Detoksifikasi
Kandungan selenium bersama dengan omega-3, merupakan bahan penting untuk produksi gluthathione peroxidase (jenis antioksidan). Antioksidan inilah yang berfungsi penting untuk kesehatan hati yang berperan untuk detoksifikasi. Selenium juga berperan untuk mencegah kanker dan penyakit jantung.
4.      Diabetes type 2
Lemak pada tuna mencegah Anda dari kegemukan dan meningkatkan respon hormon insulin pada tubuh sehingga disarankan bagi penderita diabetes type 2. Asam lemak omega 3 yang terkenal dengan nama EPA inilah yang membantu meregulasi berat badan dan juga metabolisme tubuh dengan mensekresi hormon leptin.
5.      Mencegah Kanker
Suatu studi menemukan bahwa tuna berperan untuk mencegah kanker salah satunya kanker ovari, kanker pankreas, dan jenis kanker yang menyerang saluran pencernaan lain (kanker mulut, faring, esophagus, perut, dan usus). Kandungan omega-3 yang berlimpah pada tuna juga bermanfaat untuk mencegah kanker payudara dan menurunkan resiko terkena leukimia


BAB III
PENUTUP

3.1.  Kesimpulan
Abon ikan adalah jenis makanan awetan yang terbuat dari ikan laut yang diberi bumbu, diolah dengan cara perebusan dan penggorengan. Produk yang dihasilkan mempunyai bentuk lembut, rasa enak, bau khas, dan mempunyai daya simpan yang relatif lama. Abon ikan merupakan jenis makanan olahan ikan yang diberi bumbu, diolah dengan cara perebusan dan penggorengan. Produk yang dihasilkan mempunyai bentuk lembut, rasa enak, bau khas, dan mempunyai daya simpan yang relatif lama.
Dari segi manfaat ikan tuna bagi kesehatan adalah Kesehatan jantung, Mengontrol tekanan darah, Detoksifikasi, Diabetes type 2, Mencegah Kanker

3.2.  Saran
1.      Bagi siswa yang ingin memulai karir sebagai wirausahawan  jangan takut mengalami kegagalan karena kegagalan adalah proses awal dari keberhasilan.
2.      Mulai sesuatu yang baik dengan do’a dan kerja keras, karena tanpa ridho dan hidayah dari Yang Maha Kuasa kita tidak akan mendapatkan kesuksesan.

Share:

BTemplates.com